Diskusi Neuroparenting With Ani Khairani

DEK’s 12 OPEN DISCUSSION

Tanggal                    : 4 April 2017
Tema                        : MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN BERDASAR ILMU NEUROPARENTING
Narasumber          : Ani Khairani, M.Psi, Psikolog
Moderator             : Rolla Apnoza
Notulen                   : Silvia Rahayu

Biodata Narsum
Nama                       :  Ani Khairani, M.Psi, Psikologi
Nama panggilan   : Ani
Tempat                   :  Bogor
Tgl Lahir                :  24 Oktober 1981
Status                      :  Menikah
Anak                       : 2 Putra, 3 Putri
Domisili                  : Depok

Bekerja (Y/N) : Y
Bergerak dibidang :
> Psikolog Sekolah
> Dosen
> Trainer

Usaha (Y/N) : Y
Bergerak dibidang :
> owner dan psikolog konsultan di UNIK. Edu + Biro Konsultan Psikolog Pendidikan
> Owner Khalifah Childcare Tapos Depok

Pendidikan / background
(Ceritakan secara garis besar) :
> SMUN 1  Bogor,
> S1 Psikologi di Univ. Indonesia
> S2 Psikologi Univ. Indonesia
> S3 Pendidikan Islam Univ. Ibnu Khaldun

quote1Materi Pembuka

MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN BERDASAR ILMU NEUROPARENTING

Ani Khairani, M.Psi, Psikolog

(Direktur UNIK.Edu+ Educational Psychological Consultancy, Aktivis gerakan Indonesia Beradab, Pemilik Khalifah Childcare Tapos Depok)

🎯 A.      MENGENAL OTAK SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU

Kenapa kita merasa hidup selalu di kelilingi masalah?

Kenapa ada orang yang berperilaku baik dan buruk, apa yang mendasarinya?

Dari mana proses kepribadian itu bertumbuh dan berkembang?
Manusia diberikan potensi Akal yang terdiri dari organ otak di bagian tertinggi di tubuhnya yaitu kepala.

Otak adalah mahluk Ajaib, kurang lebih 1500 gr beratnya dari tubuh kita, dengan tekstur lembut seperti kembang tahu, yang dilapis 7 lapisan dalam sel neuron di cortex cerebri (kulit otak) dan 7 lapisan Tengkorak – selaput otak terdalam.
Dan dilapisan tengkorak ini  harus menggunakan gergaji khusus untuk membukanya.Jika satu otak di jadikan satu lembar saja niscaya ia akan menutupi lapangan sepakbola, dan jika lapisan itu dibuat lebih tipis lagi niscaya dia akan menutupi seluruh permukaan bumi.

Apakah pernah selama ini kita mensyukuri karunia dan nikmat memiliki otak ini?

Otak terdiri dari 100 milyar neuron yang siap distimulasi, yang setiap 1 neuron sanggup untuk bersambungan dengan 10.000 neuron yang lain, membentuk koneksi sirkuit bakat, kemampuan, perilaku bahkan pribadi..Dari keseluruhan kurang lebih 100 onderdil otak, mari kita kenali onderdil otak mana saja yang mempengaruhi pengasuhan pada anak.

Otak pada anak yg harus distimulasi dlm pengasuhan

adalah: Pancaindera, Amygdala, Ganglia basalis, Broca wernick, labus parientalis, Hippocampus, Insula.

CARA MENSTIMULASINYA :

Pancaindera : Stimulasi keseluruhan indera Anak sekaligus ketika memahamkan dan  membiasakan sesuatu. Belajar dengan praktek 90% akan lebih diterima otak dibanding hanya melihat atau mendengarkan saja.

Amygdala : Kenalkan emosi dasar (takut, sedih, bahagia, Jijik, Marah), teladankan ekspresi emosi yang baik.

Ganglia basalis : Kemampuan otomatisasi, biasakan anak untuk berbuat baik, dan buat itu menjadi otomatis.

Broca wernick : luangkn waktu untuk dialog dengan anak untuk menstimulasi kemampuan dan pemahaman bahasa

lobus parientalis : Masukan imajinasi-imajinasi yang konstruktif, bimbing imajinasinya untuk membuat anak kelak tumbuh menjadi visoner, namun jika kebalikannya justru kita menstimuasi imajinasi yang destruktif, anak akan memiliki sirkuit “rumah hantu” tempat false belief/bias2 berpikir akan mengarahkan kehidupannya kelak.

Hippocampus: tumbuh di usia anak 4 tahun, stimulasi dengan berpikir rasional/kognitif, memilih, menilai, baca dan kalkulasi, ini bekal untuk kemampuannya mengelola stress.

Insula : mengatur stimulus yang diterima indera dan diasosiasikan menjadi harmoni yang baik.

Sedangkan OTAK YANG KITA PERLUKAN SEBAGAI ORANGTUA yang mengasuh anak adalah PFC, sistem limbic dalam (amygdala), Cingulat, Basal Ganglia.

Cara menstimuasinya :
PFC Tanamkan niat yang baik, tanamkan bahwa setiap perilaku yang kita tampilkan harus mempunyai tujuan

sistem limbic dalam (amygdala): latih amygdala dengan kendalikan dorongan emosi, tunda keinginan yang muncul, kaitkan perasaan dengan nilai dan moral yang telah dipahami dalam PFC.

Cingulat : Latih kemampuan penyesuaian diri, dan fleksibilitas dalam menghadapi segala sesuatu sehingga memiliki alternatif pemecahan masalah, kurangi sikap perfeksionis.

Basal Ganglia : Ganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. Cukup memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan.

TUJUAN NEUROPARENTING

🏹Menjadikan Anak : TANGGUH, CERDAS dan BERAKHLAQ BAIK

Untuk mencapai tujuan ini harus di lalui dengan SYARAT : Otak Rasio, Otak Emosi, Otak sensorik dan Motorik HARUS NORMAL

Untuk mencapai OTAK NORMAL :
🏅Nutrisi Yang Cukup Dan Tepat : Nutrisi terbaik Ikan-ikanan dan kacang-kacangan
🏅Lingkungan Yang Sesuai : cari tempat tinggal berdasarkan lingkungannya yang baik
🏅Pengalaman Emosi Yang Membangun : contoh-contoh-contohkan keteladanan dalam mengelola dan mengendalikan emosi dari significant other. Anak bisa mengidentifikasi perasaan hatinya
🏅Stimulus Rasional Yang Tepat : ajari berpikir benar/ contoh berpikir salah : dari kecil ditakuti hantu, kalau jatuh disalahkan kodok, dll
🏅Aktivitas Fisik Yang Sesuai : Anak yang normal adalah anak yang bisa berlari dan memanjat ketika kecilnya.

🎯 B.      PETA  PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA

Ketiga tujuan Neuroparenting  ini dibagi menjadi 3 Sesi Peta perkembangan :

👶🏻 Usia 0-7 Tahun

TANGGUH ditumbuhkan dengan menstimulasi otak emosinya : supaya dia bisa mengidentifikasi perasaaannya dan mengelola emosinya:

CARANYA: TELADAN Emosi dari Orangtua, tularkan beremosi yang sehat..

– 0-3 Tahun percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 8x dari orng dewasa, seperti spons, dia akan menyerap seluruhnya air yang ada di sekitarnya. Kekejian yang biasa dilakukan orangtua pada usia ini adalah ketika anak dilabel negatif dan buruk, dia akan menganggap 8 kali lebih buruk dari apa yang kita sampaikan kepadanya.

–  Stimulasi yang baik pada Otak emosi ketika Bayi : adalah pembiasaan yang ditampilkan oleh orangtuanya, yaitu: tatapan mata yang teduh, intonasi suara yang terkendali, detak jantung yang tenang, hembusan nafas yang nyaman, keringat yang normal.

–   3-7 Tahun percepatan penyerapan otak manusia berkurang pada usia ini menjadi 5x dari orng dewasa,

–   Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN :  50% kemampuan EMOSI, 40% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 10% kemampuan kognitif/Rasio.

👦🏻👧🏻Usia 7-14 Tahun

–   CERDAS ditumbuhkan dengan menstimulasi otak PFC (prefrontal Cortex)nya  CARANYA: masukan ilmu yang benar, nilai dan moral melalui dialog dua arah, luangkan waktu untuk membimbing rasionalitasnya.

–  Tanamkan disiplin dan pengaturan diri, hubungan sebab akibat yang benar, ajarkan makna kebaikan..

–  Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 3-4x dari orng dewasa,

–   Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN :  30% kemampuan EMOSI, 20% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 50% kemampuan kognitif/Rasio.

🙋🏻‍♂🙋🏻Usia 14-21 Tahun

ASAH JATI DIRI  Dampingi konsistensinya dalam kebaikan dan berakhlaq baik.

–    Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 2x dari orng dewasa,

–    Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN :  30% kemampuan EMOSI, 5% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 65% kemampuan kognitif/Rasio.

🎯 C.      YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ORANGTUA

Kenapa kita senantiasa merasa menghadapi banyak masalah dan muncul keputusasaan dalam mengasuh anak?

Hal ini terjadi karena tidak terlatih dalam kemampuan berpikir. Boleh jadi kita berpikir setiap hari namun PIKIRAN yang kita munculkan HANYA BERSIFAT INSTINGTIF/naluriah belaka, bukan BERPIKIR yang TERLATIH.

Berpikir dengan Insting merupakan berpikir “daya hewani” lebih banyak menggunakan Sistem limbic (mengutamakan perasaan dan emosi) , dibandingkan dengan berpikir terlatih yang menggunakan Prefrontal Cortex (mengutamakan nilai, kedalaman ilmu, moral).

Berlatih untuk memiliki BERPIKIR yang TERLATIH adalah dengan :

–  Cari terus ilmu

–  Kelola informasi dengan baik

–  Hilangkan bias-bias negative/false belief- Latih berpikir kritis dan berpikir kreatif

🏹 KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI ORANGUA YANG AKAN TERTULAR KEPADA ANAK :

  1. Ketrampilan kalkulatif : kemampuan memprediksi, mengira dan menghitung baik dan buruk suatu aktivitas dilakukan
  2. Kemampuan Komunikatif : kemampuan yang bukan hanya berbicara tapi bisa berbahasa
  3. Kemampuan analitik dan kreatif : proses berpikir yang menggunakan kemampuan kreatif dan analitis sekaligus dalam memecahkan persoalan yang ada
  4. Motivasi dan pengendalian diri : dasar kemampuan yang dapat mengelola emosi dan mengaktifkan berpikir yang benar.
  5. Kemampuan memilih dan memutuskan : kemampuan mengeksekusi keputusan yang diambil untuk menghindari rasa ragu dan plinplan
  6. Kemampuan fisik : memenuhi nutrisi dan aktivitas fisik yang mencukupi

Tak cukup dengan otak normal yg membuat kita hidup.. tapi kita harus memiliki otak sehat, yg membuat Kita menjadi “MANUSIA”

OTAK SEHAT : memiliki 3 komponen yaitu otak yang normal (memiliki keterampilan berpikir + pemahaman dan pembiasaan konsep2 agama  dan spiritual).Otak yang sehat menghasilkan pikiran dan perilaku dan kepribadian yang sehat.Otak memiliki kemampuan untuk menyehatkan dirinya sendiri melalui:

PERBAIKAN BERPIKIR dan LATIHAN-LATIHAN

intens dan Permanen (Istiqomah dan istimror)

Fitrah Otak bagian Prefrontal Cortex adalah fitrah kebaikan…Semasa pembuahan zygote sudah terinstall nilai kebaikan-kebaikan didalam otak kita. Jika ada ketidakbenaran yang dilakukan maka reaksi tubuh akan destruktif (Prof. Donald W.Puff : dlm Bukunya Foreplay) False Beliefs yang dipahami seseorang akan menjadi benturan terhadap Nilai kebaikan yang sudah ada. False Beliefs itulah yang membuat seseorang mengambil keputusan atas permasalahan yang dihadapi dipastikan berdasarkan emosinya,Amygdala meng-hijack Prefrontal cortex agar nilai kebaikan ditinggalkannya dalam membuat keputusan dan mendahulukan sesuatu yg alih-alih rasional namun nyatanya emosional.Ketika kudeta amygdala ini respon yang akan kita tampilkan adalah respon darurat, Reaktif dan tanpa pilihan yaitu :  Menyerang/FIGHT, dan Kabur/FLIGHT Dan ketika ini terjadi otak bekerja dalam kondisi yang tidak sehat dan dipastikan akan terjadi kondisi destruktif secara fisik.Jika ini terulang terus maka jadilah habit/kebiasaan. Nilai kebaikan sebelumnya akan perlahan ditanggalkan, jadilah Amygdala menguasai hidupnya. Saat itulah dikatakan, kondisi otak yang tidak sehat.Begitupun untuk false beliefs yang lainnya..
Maka selalu berupaya menginstall otak kita dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, akan menyehatkan baik otak maupun fisik kita.

Yang perlu menjadi perhatian dan diperbaiki dalam BEREMOSI adalah:

✅Cakap emosi (caranya : kenali emosi, kelola emosi, tanamkan dan biasakan empati) hal ini akan mengendalikan otak amygdala kita. Memendam emosi dan memuntahkannya sama-sama merusak otak, Yang betul adalah KELOLA EMOSI.

✅Tanamkan pikiran positif dan banyak menggali ilmu dan hikmah dimanapun berada hal ini akan menyambungkan dan memperkaya otak kognisi kita dibagian prefrontal cortex.

✅Latihan dan biasakan selalu respon yg positif terhadap sesuatu, sehingga terjadilah pemecahan masalah yg tepat.

✅Temukan selalu hal-hal yg menjadi stimulan destruktif/merusak dlm pikiran kita

✅Gantilah berbagai keburukan yg telah kita lakukan dengan kebaikan-kebaikan.

✅Tanamkan tujuan untuk mencapai kemuliaan dalam hidup, baik didunia maupun diakhirat selalu memiliki tujuan ketika melakukan segala sesuatu–> tanamkan niat kebaikan atas apa yg akan kita lakukan.

✅  Latih dan biasakan terus untuk bermanfaat bagi orang lain..

Demikian, semoga bermanfaat ….

#SalamOtakSehat

Depok, 4 April 2017 ~Ankhaira@2017

Sesi Tanya Jawab

1⃣ Tyas, Depok
1. Apakah tantrum itu normal? Ketika anak tantrum apakah itu berarti pengelolaan emosinya menjadi buruk? Bagaimana jika anak sering tantrum? apa yg hrs kita lakukan sbg org tua?Terima kasih

jawaban  :
1⃣ : bagi anak yg kesulitan bicara/speech delay tantrum adl akibatnya. Sah satu ciri anak nd bisa kendaliin emosi keluarnya tantrum.  Klo memang kendanya bahasa maka kejar dl kemampuan bahasanya dgn terapi. Klo memang emosi, beri contoh lgs apa yg hrs dia lakukan seharusnya selain tantrum. Latihan berespon yg baik, dan time.out.. biarkan anak tantrum asal tdk membahayakan kondisinya. Yang penting orgtuanya jangan ikut2an tantrum yaa😘  tetap tenang dan kendalikan jg emosi dan respon kpd anak.

2⃣Mita, bandar lampung.
Assalamu’alaikum. Mau bertanya, ank sy berumur 4thn, dy kl sedang marah emosi ny suka meledak2, suka mengatakan seperti udh pergi aja sana umi/abi, memukul umi/abiny, itu sebaiknya sikap qt harus gmn ketika menghadapi anak yg sedang marah, karna kl kita dekati dy tdk mau.
Trs cara mngilangkn kata2 yg tdk baik pd anak itu bagaimana y agar kata2nya itu tdk terulang lagi? Trimakasih sblm dan sesudahnya.

Jawab :
4 tahun hippokampusnya mulai berkembang, anak sdh bisa diberi pengertian pelan2 dengan metode dialog.
Ketika  otak amygdala anak lagi aktif.. ajak duduk senderan, kaki menggantung, alihkan ke hal2 yg membuat dia berpikir, atau alihkan dgn aktivitas lain.. jgn fokus pd masalah yg lg memanas..ajarkan emosi dan respon yg benar  dan latih itu terus berespon dgn benar… yg jg harus dijaga.. emosi itu gampang menular..  baik dr ortu keanak maupun sebaliknya..  jd kelola dl emosi kita sbg ortu..Ajak anak buat kesepakatan, untuk menjaga lisannya dr yg buruk.. kesepakatan  yg disertai penguatan mll reward dan punishment jika hal itu dikerjakan atau tdk dilakukan. Monitor secara konsisten.. selama 3 bulan tarik ulur reward dan punisment td.

3⃣ Melanie-MataramUsia

anak: 23 bln

1. Bagaimana cara memberikan pelajaran kesabaran & menahan emosi pada anak usia 2 tahun? Karena pengalaman saya, dari anak usia 6 bulan anak saya terlihat sangat emosional. Mungkin ini dianggap biasa saja oleh ibu2 lain, tapi kalo ga mendapatkan apa yg dy mau langsung tantrum sampai membanting diri ke belakang sampai kepalanya terbentur. Lambat laun usaha membanting diri itu hilang saat dy beranjak ke usia 2 tahun – kalau dy berada di lantai (namun kalau di tempat empuk spt kasur, masih saja bantiiiing diri). Emosi marahnya tdk hanya muncul saat tdk mendapat yg dy inginkan, namun saat sy mau mengajarkan sesuatu ke dy. Misalnya saat minum susu kotak, sy ajari cara memasukkan sedotan. Eeeh malah dy marah2, jerit2, dan mau berusaha memasukkan sendiri – pake adegan tarik2an sedotan sm emaknya. Apakah ini krn dy tipe anak yg mandiri? Krn saat dy tdk bs melakukan hal yg dy mau coba lakukan sendiri tsb, ujung2nya marah & nangis lg.

Jawaban :

Emosi itu menular… coba introspeksi apa yg kita tampilkan Sbg orgtua dalam beremosi selama ini.. perbaiki cara berespon kita.. perbaiki sikap.kita jangan sampai reaktif denga. Segala.sikap anak…Sekali kita beremosi, maka anak 2 tahun akan belajar 8x menyerap cara kita beremosi td. Jadi lbh parah dr kita emosinya...Pada usia kurang dr 7 thn fokus utama adalah teladan beresmosi dari orang sekitarnya..

.4⃣  Kiki- Depok

bismillah sy  bunda dari abdulloh 30m dan khodijah 6m, maaf sebelumnya nih bund jika pertanyaan saya agak lebar dan mendetail:

1. Dalam materi Pengasuhan berbasis otak (neuroparenting) bagaimana cara yg tepat kita mengontrol emosi anak balita yg egosentrisnya tinggi? Bagaimana jg Menjadi pelatih emosi anak u/ meminimalisir tantrum 🔥? batita saya masih belum sehat  scr emosi (keras kepala), bagaimana mengobatinya? apakah termasuk memberikan teladan emosi yg buruk jika sering bernada keras dan mengancam anak agar menuruti kemauan kita? misalnya bagaimana menasehati batita saya yg cenderung manja dan menangis setiap kali bangun dari tidurnya atau melakukan perbuatan yg buruk.

2. Bagaimana mjd orang tua yg baik, ada yg bilang Orang tua ada yg type tukang kayu, peternak dan petani ? seperti apa maksudnya bund?  apa saja sih bund Tips sabar mendampingi buah hati 😤? bagaimana jurus Komunikasi yg efektif pada batita?

3. Bagaimana melatih anak tak hanya pandai berbicara tapi jg pandai berbahasa?  umur berapa anak dirasa harus melakukan terapy berbicara? karna sampai di umurnya yg ke 30bln msh blm dapat berbicara dg lancar dalam mengutarakan keinginannya😢mohon pencerahannya ya bund.. saya msh sangat labil dalam pengendalian emosi diri dan cenderung kurang sabar di usia yg tergolong muda menghadapi tingkah anak² batita. sangat berharap bisa belajar disini dg mommies semuanya, mohon dukungan ya bund☺ terimakasih atas kelonggarannya berbagi disini smg tim admin dan narsum diberikan pahala, kesehatan dan kelapangan rezekinya. aaminn

Jawaban :

1. Egosentris memang ciri balita.. krn dia memg ndak tau nilai baik daan benar, nilai seharusnya..  ajari empati… dan biasakan diri kita menampilkan sikap berempati..  anak alan belajar lbh cepat berempati…
Anak itu seperti spons yaa.. coba pelajari peta perkembgan usia anak di materi.diatas. daya serap anak thd contoh org sekitar itu tinggi sekali… seki kita mengancam. Akan diterima lbh banyak dan cepat bagi anak.Anak perlu contoh real dan latihan bagaimana bersikap yg benar..  jd tugas kita adl kasih contoh itu dan latih berulang2.

2. Sy ndak tau teori apa.yg dipakai.sbg tkng kayu dll jd ndak bs menjawab ya bunda..Anak itu cm titipan bunda, Kita mempersiapkan anak dlm waktu yg singkat ini untuk apa? Untuk berpisah dgn kita… jgn tinggalkan anak2 dlm kondisi lemah…  walau titipan.. anak adl investasi syurga kita…. dampingi anak 15 thn kehidupannya.. adl dasar dlm.mmeberikan bekal untuk hidupnya kelak… orientasi akhirat akan meneguhkan kita bahwa kebwrsama dgn anak bukan hy didunia
Tp kelak di akhirat.

Sabar dan sabar.. gak selamanya anak kita usianya 2 tahun terus… masa.repot.d berat akan segera berlalu…Keberhasiln orgtua bkn ketika anak jd direktur dan harta melimpah atau pendidikan tinggi, tp saat sakratul maut apakah kita sdh membekalinya untuk husnul khatimah.Komunikasi efektif pd balita, ajak berkisah, ajak berpengalaman dlm.berbagai aktivitas, dengarkan anak, ‘hadirlah’ ketika interaksi dengan anak.. kurangi gadget ketika  bersama anak.

3. Latih emosi diri ya bunda.. terus bertumbuh.. otak itu punya kemampuan plasticity yg baik… yaitu memperbaiki dirinya.. mengganti isian neuron2.negatif menjadi positif.. tp harus terprogram… jangan jadi org yang reaktif… yg gampang bereaksi tanpa berpikir..

5⃣  asmi lian afina-jakarta selatan

Pertanyaan : saya memiliki 1 anak umur 2,5 tahun, perempuan
Anak saya sedikit kurang bs dikendalikan emosinya ketika meminta sesuatu, jika tidak kami berikan anak saya menangis merengek agak lama dan terkadang agak sedikit kasar seperti memukul saya atau ayahnya.. (noted : kami tidak pernah memukul atau mencubit anak kami sekalipun)
terkadang suami saya membentaknya agar anak saya bisa berhenti merengek atau menangis..
Pertanyaan saya : bagaimana cara saya mengendalikan emosi an ak saya?dan apakah jika anak saya dibentak oleh ayahnya akan meninggalkan trauma atau menjadi pribadi yang buruk?
Terima kasih

Jawaban

no5⃣ beririsan dgn jawaban yg lain..  sebaiknya sambil dibaca aja ya.. spy gak mengulang ketiknya

6⃣  Nadia – Solo
Bagaimana cara mengajarkan ekspresi marah yang baik untuk  menstimulasi amigdala anak? Takutnya caranya salah malah anak jadi suka marah-marah.
Terima kasih

jawaban :
Marah yg benar adalah marah yg sadar… marah dengan tujuan… bukan marah yg reaktif…Sblm Berespon marah temukan dl :
WHAT (kenali stimulus apa yg barusan dtng)
WHY (kenapa bs ada kejadian tsb)
HOW (maka apa yg hrs dilakukan-> menentukan tujuan berespon yg tepat)Latihan mengendalikan amygdala, hrs.dilakukan berulang2 ya bunda.

Note: anak gak.usah diajarkan untuk.marah… sdh otomatisasi dr emosi.. tp yg hrs diajarkan adalah mengendalikan marah…caranya CONTOH-CONTOH-CONTOH (teladan cara marah yg adaptif/sadar/bertujuan) dr org sekitarnya.

7⃣  Mia – Depok
anak saya umur 22m, akhir2 ini suka susah di bujuknya, klo sudah mau dia atau tidak mau dia akan defense dengan nangis, memberontak, kadang dia mulai memukul orang atau diri nya sendiri, kita sebagai orang tua suka kepancing emosi nya dengan teguran sedikit tegas, sedikit melotot. Bagaimana cara mengatasi anak yg seperti itu , atau ini sudah memasuki fase tantrum?
Terima kasih

Jawaban :
Sdh tercover kayaknya dijawaban yg lain…anak itu dibawah 7 thn prinsipnya suka dan tidak suka… coba dialogkan itu… dan kondisikan perasaannya.. anak perlu diarahkan…

8 Janna – Tangerang
Anak saya 2,11 yo mudah ngambek, hampir nangis dan uring2an ketika menghadapi seauatu yg blm bs ia lakukan sesuai tujuannya. Atau bahkan terhadap sesuatu yg sebenarnya bs ia lakukan pun terkadang mudah ngambek ketika bertepatan ia susah melakukannya.
Tapi anehnya, ia tidak melepaskan sesuatu yg susah ia kerjakan itu atau meninggalkannya.
Apakah ia termasuk anak yg tak mudah menyerah tapi gampang untuk “stress”? Bagaimana mengelola emosinya yg seperti itu?
Saya sering bilang, “ayok dicoba dulu”, “gampang kok”, “kamu pasti bisa”, “kalo udah ga nangis, baru ummi tolong, jadi diam dlu”Mohon penjelasannya ya🙏🏻
Jawaban :
Anaknya umur 11 tahun? Sdh bs masuk latih rasionya. Tenangkan dgn pemahaman yg mendalam thd sesuatu… tanamkan hikmah dan buat dia menjawab sendiri pikirannya.. hilangkan pikiran2 negatif yg muncul shg dia panik dan uring2an..ajarkan nafas menggunakan perut bukan dada.. ajak dia duduk tenang ketika sdh mengelola emosinya…

9 nita – salatiga jawa tengah

anak sy laki laki berusia 4,5th.. Saya ingin bertanya bagaimana cara mengajarkan kpd anak sy cara mengendalikan emosinya ketika dia merasa marah tanpa memukul atau menyakiti org disekitarnya.. Anak sy jarang sekali tantrum namun apabila sudh merasa marah atau sedih dia terkadang memukul atau menyakiti tmn/org yg membuat dia marah, dia jg mengeluarkan kata2 yg menunjukkan kemarahannya spt “aku mau pukul dia” “si A mau aku nakalin” dsb 🙁 jujur saya sgt sedih mendengarkan kata2 yg keluar dr mulut anak sy tsb.. Bagaimana cara mengajarkan dia utk mengelola emosinya itu ya mba? Terimakasih😊

Jawaban :
Bbrp tips sdh sy tulis sblmnya…Tambahannya.. ajak anak berpikir apa yg dilalukanna akan merugikan apa tdk.. ajari juga menenangkan diri…

Emosi itu ada 5 lapisan. Kenali emosi.ketika masuk ke.lapisan pertama… naiknya tekan nadi, nafas terasa ngos2an…Ketika kita merasa dn melihat ini,.jangan biarkan si emosi masuk kelapisan berikutnya..Caranya tenangkan diri.. ambil nafas perut,Duduk bersandar dengan kaki menggantung..Dialog dlm diri  WHAT, WHY dan HOW. (Sdh sy jelaskan diatas,)Klo ada kemungkinan berbaring, maka berbaring.Klo masih terasa sesak,.ambil.widhu dan sholat 2 rokaat dan lanjutkan tambah rokaatnya sampai tenang.

Pertanyaan terkait mendidik  dan mesntimulasi balita(0-5 thn) berdasarkan pendekatan neuroparenting

Ratri- Jogja
Hetsa- Jakarta
Azwa- Surabaya
Dian- Depok
Mama Rafif- Depok
Muji S- Jakarta
Nonny P- Pontianak
Kartika A- Jakarta
Dillah, asal Takalar Sul-Sel.
Khodijah- tangerang

🔟. Terkait dengan neuroparenting ini, apakah artinya kita bisa “membentuk” anak sesuai kemauan dan tujuan kita? Atau sekedar mengarahkan, sesuai misi kehidupan yang sudah melekat padanya? Lalu tentang Lobus parientalis, apa contohnya memasukkan imajinasi2 konstruktif itu?
Jawaban
Iyaaa… kita buat program untuk anak membentuk karakter, perilaku dan kepribadiannya. Visi anak itu kita yg arahkan, artinya kita pun sbg ortua punya visi.misi dalam perjalanan hidup fana… deskripsikan dan tularkan visi misi ini pd anak… dengan program bukan dengan spontan dan tdk terprogram…Imajinasi konstruktif.. itu ide2 anak2 yg membangun atau yg positif..

1⃣1⃣. Sy working mom yg punya keterbatasan waktu dengan anak, anak sy usia 5 bulan. Bgmn memaksimalkan neuro parenting untuk working mom spt saya? Sementara pengasuh tentunya punya keterbatasan utk menerapkan pola ini

Jawaban
cari pengasuh yg tidak emosional…
Isi setiap moment bersama anak dengan pengalaman emosi yg positif (silahkan baca peta perkembangan usia 0 sd 7 thn..)Yg paling penting… kelola emosi kita dgn baik..

1⃣2⃣. Bagaimana cara mengetahui bahwa anak usia 3-7 tahun (anak saya 3,5 thn) sdh berkembang dgn baik dlm hal :
emosi
kinestetik dan psikomotor
Maupun kognitifnya?Kebetulan anak saya perempuan.
tidak banyak tingkah (bisa dibilang kurang aktif bergerak).
cenderung taat aturan baik ada saya maupun tidak. Mau berbagi walopun mimik wajahnya berat hati. Tidak berani memanjat tangga majemuk tapi mau kalo memanjat prusutan.Takut pada nyamuk, menangis melihat nyamuk mendekat (krn pernah menjenguk sodara yg kena db di rumahsakit).Hafal nama2 warna dan benda di luar kepala.
Senang dan antusias mendengarkan cerita.Tapi sangat pemalu bahkan dgn teman seusianya. Kecuali thdp teman yg dia sukai. Sampai mengucapkan sepatah katapun tidak berani saking malunya.
Termasuk dgn anggota keluarga masih suka pilih2.Dan yg paling saya tdk suka dia selalu meniru2 persis sama thdp teman yg dia sukai, seperti tidak punya inisiatif dan tidak kreatif padahal menurut saya dia lebih cerdas dibanding teman2nya. Bahkan ketika temannya berbuat sesuatu yg tdk dia sukai (sengaja maupun tidak) dia tdk bisa melawan. Seringnya menangis smbil lapor ke saya.Demikian pertanyaan saya, terimakasih atas perhatian dan jawabannya nanti.
Mohon maaf apabila terlalu panjang 🙏🏼Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jawaban
Penyesuaian dirinya baik, dua tampilka. Sikap yg cocok pd situasi2 tertentu, senang aktivitas fisik, bahasanya berkembang baik kemampuan menangkap info maupun ekspresi, motorik.halusnya berkembang, bisa gunting, menempel, mewarnai rapi.Kl masih malu2 sosialisasi, brarti perlu dilatih lagi…Kasih pengertian thd pola pikir yg salah/bias/false belief…Kasih pujian yaa.. sering2… buat dia senang melakukan sst…

1⃣3⃣.  -Lobus Parietal kan terdiri dari 2 zona fungsi, zona anterior dan zona posterior, lalu apakah ada salah satu fungsi zona yang harus mendapat stimulasi lebih baik diantara kedua zona tersebut?
-Bagaimana contoh stimulasi yg dapat dilakukan utk meningkatkan lobus paritel ini secara umum?
-Bagaimana contoh stimulasi atau cara menghadapi seorang anak mengalami salah satu gangguan/kerusakan pada lobus tersebut?
-Apakah suplemen meningkatkan daya kerja otak berpengaruh signifikan pada peningkatan kerja lobus tsb?Terimakasih banyak ya

Jawaban
Lobus pariental itu ada di tengah korteks serebri.. anterior dan posterior menunjukkan bagian belakang dan depan saja.. fungsi parental dalam.pengasuhan sdh sy aampaikan diatas..Namun dia ndak bs kerja sendiri2.. untuk jd perilaku, karakter, skepribadian atau kemampuan hrs kerjasama dan berhubungan sinaptik dengan bagian otak yg lain.. membuat suatu sirkuit tersendiri…Biarkan anak punya ide yg kaya, minta anak menggambarkan apa yg dipikirannya.. kasih stimulasi melalui indera dar.berbagai pengalaman yg bervariasi akan melatih lobus parientalisnya..Suplemen otak sebetulnya cukup nutrisi yg baik melalui ikan2an dan kacang2an. Kalo pake suplemen kimia akan berdampak ntinya.. kecuali bdasarkan resep dokter.. klo.memang ada problem tertentu dibagian otaknya..

1⃣4⃣. Anak saya sangat tertarik dengan angka dan huruf, apakah tidak mengapa jika dia mempelajarinya sejak usia dini?
Sejak usia 2tahun..dia sudah hafal alfabeth A-Z, angka sampai puluhan dan huruf hijaiyah dari alif-ya. Dia belajar tanpa saya dikte..dia mempelajarinya sendiri karena rasa ingin tahunya. Kalau dia stuck dia bertanya, dan langsung ingat.
Sekarang anak saya sudah berusia 4 tahun 6 bulan, kegemarannya akan angka membuat dia belajar  tambah dan kurang sambil bernyanyi.
Apakah itu tidak bermasalah?
Terimakasih

Jawaban
Silahkan klo memang dia senang dan berminat kesana..Tp jangan jadikan fokus utama… justeru emosi yg perlu kita latih pd usianya…Kasih stimulasi yg lain yg lbh variasi, untuk menggali bakatnya lagi..

1⃣5⃣. 1. Disyaratkan untuk menjadikan anak tangguh, cerdas & berakhlak baik harus ada syarat seperti otak rasio, otak emosi,otak sensorik danmotorik harus normal
Mohon dapat dijelaskan pengertian/pemahaman terkait dengan otak rasio, otak emosi , otak sensori dan motorik harus normal itu ?

2. Latihan dan treatment seperti apa yang harus dilakukan agar persyarat di point 1 (otak rasio,otak emosi, otak sensorik dan motorik) bisa normal ?

3. Saya memiliki anak laki-laki usia 10 tahun, jika dilihat secara emosional dia gampang sekali marah dan kemudian menangis jika di jahili oleh adiknya.
Bahkan ketika adiknya lebih keras berprinsip yang tdk sesuai dgn keinginan si kakak ini, maka si kakak akan menangis sebagai luapan emosionalnya.
Sempat saya berpikir dan mencap si kakak (dlm hati) kalau dia anak yang cengeng.
Secara ilmu neuroparenthing, stimulasi apa yang harus saya lakukan agar si Kakak bisa lebih bersabar dan tidak menangis ?

4. Bisa di berikan bentuk-bentuk stimulasi yang dapat di lakukan di rumah untuk menstimulasi otak pfc ?Terima kasih atas penjelasannya

Jawaban

1. Otak yg normal maka bekalan neuron2nya full sampai 100milyar.. potensi otaknya banyak yg bs berkembang.Namun jika ada kerusakan pd bagian otaknya seperti kendala mental redardasi, autism, Alzheime, dll yg berkaitan dengan hambatan otak maka bekal perkembangan.otaknya kurang dari 100milyar.Jika ada.kendala tadi memg kemungkinan anak tdk sepenuhnya bisa tangguh dan cerdas.. ada bagian2 yg mngkin sulit untuk dia lakukan.Anak dgn problem otak PFC yg terganggu, shg amygdalanya selalu menguasai, akan berdampak pd akhlaknya.. problem emosi, perilaku delinquent, kecanduan dll, pembunuhan, psikopat. Adalah kasus2 yg terjadi..

2. Ada 5 poin yg sdh sy sampaikan dimateri spy otak normal..tmsk ktika anak masih dlm kandungn kita.. persiapannya jg dr situ, emosi kita, kondisi fisik kita berpengaruh ke.janin.

3. Anak laki pertama yg hrs dijaga dan kita tumbuhkan.adalah harga dirinya.
Kondisikan dirinya adalah kakak pengayom dan pelindung adik2nya..
Kerjasama dengan adik dan kasih pemahaman bahwa dia harus menjaga kakaknya juga. Kuatkan kakaknya.

4. Dialog tentang nilai2 akhlaq dan adab.. tanamkkan nilai aqidah dan pembiasaan berbuat baik… asah empati otu latihan2 untuk Pfc

1⃣6⃣. 1. Bagaimana langkah kongkrit penerapan neuroparenting?Apakah sama seperti hipnoparenting?
2. Bagaimana untuk merubah perilaku anak usia 4thn yg suka refleks memukul

Jawaban
Beda antara hipnoparenting dan neuroparenting..  hipno  hy bagian kecil metode saja dr berbagai metode parenting..Ajarkan dan latih anak mengendalikan tangannya… kenali fungsi tangan apa yg boleh dan tidak.. minta dia menahan tangannya ketika ingin memukul… nyanyikan dan ulang2 buat lah nyanyian atau yel2 tt menjaga tangan.Ajarkan.anak.berdoa supaya ia bisa menahan tangannya..

1⃣7⃣. Bagaimana caranya agar anak (khususnya balita) menuruti perkataan orang tua tanpa harus menakut-nakuti si anak. Misal : Anak sedang lincah lincahnya berjalan sehingga si anak pergi ke luar rumah dan si ibu menakut nakutinya “awasss ihhh da kucing disana” sehingga anak itu kembali jalan ke rumah.

Jawaban
Ganti dengan kalimat positif, dan beri penjelasan kenapanya.
Contohnya:
“Sebaiknya adik jalannya disini saja, bunda ndak bisa ngikutin ade  klo ade kesana, sehingga bunda.ndak bs menjaga ade klo ade mainnya kesana.. klo bunda ndak ada disana, ade jatuh atau tersandung bunda ndak bisa segera tolong ade.

1⃣8⃣. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga bisa bergabung dan ikut berdiskusi di grup ini 🙏Terkait hippocampus yang dijelaskan dalam materi. *Mohon dijelaskan lebih detail, maksud dari stimulasi berpikir rasional, baca & kalkulasi pada anak usia 4tahun terkait calistung yang (menurut saya) masih menjadi pertanyaan besar.
Yakni, apakah calistung memang tidak dibenarkan untuk anak usia di bawah 7thn, meski calistung yang dimaksud adalah sebatas  mengenal & menghafal angka & huruf saja (yang tentu saja dilakukan dengan mengedepankan aspek emosi: kesenangan, kegembiraan sebagai sebuah aktivitas bermain)?

Jawaban
Proses baca dan kalkulasi tidak langsung diajarkan lgs tambah kurang, atau baca buku penuh tulisan. Diawali dengan konsep mengenal huruf atau angka… pake konkrit lagi bukan abstrak contoh klo kue 1 dibagi untuk bunda jadi ade hrs dipotong  jadi brp… kalkulasi.bukn.hy menghitung ya. Tapi prediksi, contoh klo nanti ade pergi trus langitnya mendung,.kira2 ade harus siap2 bawa apa ya? DllFungsi Otak anak br mulai siap untuk itu, masuk.ke.ranah rasio yg sblmnya blm siap.Yg penting dlm.usia.ini.suka.atau tdk.suka.. klo.memamg ndak.minat.jgn dikasih..Untuk.kemampuan menulis saja,
Anak jgn lgs diajarkan pegang bolpen atau pensil. Tp.luweskan dl motorik halusnya dengan merobek besar, merobek kecil, menempel, tracing,  klo sdh pandai menggunting bru kenali pensil…

1⃣9⃣. bagaimana neuro parenting anak dg complex neurodevelopment disorder seperti autis?
Jawaban
Sdh sy sedikit bahas.. ketika menemukan kasus autism maka yg perlu dikejar dan dibantu adalah pengembangan mll terapi.. ada terapi khusus.dengan gelombang otak.untuk.autism… namun klo.pake pendekatan psikologi.banyak terapi2 yg bisa dijalani.Yg penting.terus Fokus dan konsisten untuk perbaikan melalui.terapi ini dan gali terus kekuatan apa yg dia miliki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s