Kurikulum Allah with ust Aad

 DEK’s 11 Open Discussion

Tanggal : 5 Maret 2017, 20.00 WiB

Tema : kurikulum Allah

Narasumber : Ust Adriano Rusfi

Moderator : Asih

Notulen : Siwi dan Silvi

🎙 momod Asih

Assalaamu’alaykum para ayah bunda, calon ortu, calon membantu, calon mertua 😬:mrgreen:

Selamat sore gembiraaa 😍

Apakah sudah gembira hari ini? Jika belum, semoga forum kita kali ini, selain membawa ilmu jg menghadirkan kegembiraaan 😍😘

Sy Asih, momod diskusi pd kesempatan ini. Terimakasih semuanya sudah bersedia bergabung :mrgreen:

Pastinya, di sini semua pd penasaran yaa, apa sih kurikulum Allaah itu? 🤔🤔🤔 

Mengapa dan bagaimana kurikulum tsb, akan kita kupas bersama narsum kita nanti ya :mrgreen:

Biar rasa penasaran nya ga bikin baper, momod share dulu materi singkat dr narsrsum kita 

KURIKULUM ALLAH

Oleh Adriano Rusfi

Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah rencana Allah, program Allah, blueprint Allah. Tak ada yang kebetulan dan tak ada yang sia-sia (3 : 190-191)

Setiap peristiwa hadir sebagai bagian dari sunnatullah, untuk merespons perilaku, permasalahan dan kebutuhan manusia. Musibahpun hadir sebagai jawaban atas ulah manusia (30 : 41)

Alhasil, atas kekuasaan Allah maka setiap peristiwa adalah pelajaran bagi manusia. Terjadinya sejumlah peristiwa “asbabun nuzul”nya adalah perangai  manusia itu sendiri, agar manusia belajar darinya.

Hebatnya lagi, setiap peristiwa yang Allah ciptakan dapat dimaknai dan diambil pelajarannya secara berbeda dan beragam oleh orang yang berbeda, sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya masing-masing. Itulah yang disebut dengan HIKMAH

Maka, apapun yang terjadi dalam kehidupan ini adalah KURIKULUM ALLAH. Seluruh peristiwa hadir untuk pendidikan dan pelajaran bagi kita dan anak-anak kita, sebagai bekal untuk menjalani kehidupan, di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, pada dasarnya untuk menjalani kehidupan ini, untuk memiliki life skills dasar (Basic Life Competence), yang manusia butuhkan hanyalah Kurikulum Allah. Sedangkan Kurikulum rancangan manusia dibutuhkan untuk membangun kompetensi-kompetensi sekunder dan tingkat lanjut (Advanced Secondary Competence)

Dan agar anak-anak kita terdidik dengan Kurikulum Allah, yang kita butuhkan adalah :

Pertama, mencemplungkan anak-anak kita ke dalam realitas seutuhnya dengan penuh iman dan tawakkal pada Allah bahwa dia adalah pendidik, pemelihara dan pelindung terbaik anak-anak kita.

Kedua, berbaik sangka pada Allah, lingkungan dan kehidupan bahwa segala hal yang terjadi adalah penuh hikmah, pendidikan, maslahat dan manfaat bagi pendidikan anak-anak kita

Ketiga, membangun kepekaan ayahbunda dan anak terhadap terhadap segala peristiwa, dan bermujahadah penuh untuk mengambil pelajaran dan hikmah darinya.

Keempat, tidak “mengepung” anak dengan kurikulum-kurikulum akademik dan artifisial yang begitu padat, teknis dan rinci, sehingga anak-anak seakan terhalangi untuk belajar langsung dari Tuhannya. Kalau anak ingin belajar dari kurikulum Allah, maka OPTIMALKAN YANG ALAMI DAN MINIMALKAN YANG REKAYASA

 🎓 *Profil*

👤 Nama : Adriano Rusfi

🔹Tempat & Tanggal Lahir: Bukit tinggi, 4 Maret 1964

🔹Pendidikan Terakhir: ?Psikologi, UI

🔹Domisili: Yogyakarta

🔹Ayah dari 4 orang anak

🔹SME Utama HEbAT Community
🔻Aktivitas Beliau antara lain :

* 1989 – 1992  Pimpinan Umum Majalah Wanita UMMI

* 1994 – 1995  Ka. Div Program P3UK

* 1995 – 1998  Direktur Program Sinergi Indonesia

* 1998 – 2002  Direktur Program INVENTRA

* 2002 – 2004   Direktur Utama PT. Sajadah Edutama Indonesia 

* 2005 – 2007   Learning Manager PT. NSI Edukomunikasi

* 1995 – skrng  Konsultan SDM & Pendidikan independen

* 2000 – sekarang Konsultan Senior @PPSDM Consultant

* Anggota Dewan Pakar Masjid Salman IT

🎙 momod Asih

Yg sudah membaca materi tp malah tambah penasaran, silakan mengajukan pertanyaan 🤗

Wapri ke sy. Max jm17 ya :mrgreen:

Setelah ini grup kembali silent sampai admin menyapa kembali.

Mari belajar dg gembira 😍😍😍

Terimakasih ❤

🎙 Momod Asih

Selamat malam senin gembiraaaa :D😄😍

Masih ada sedikit waktu akhir pekan sblm beraktivitas rutin esok hari yaa 💪

Mari kita manfaatkannya untuk membahas seluk beluk kurikulum Allaah 🤓

Dari pertanyaan yg masuk, sebagian besar menanyakan dengan gembira perihal konsep kurikulum Allaah ini bagaimana bentuk konkritnya….  🤔

Sebelumnya, tim admin diskusi emak kekinian menyampaikan Baarokallaah utk pa Aad atas angka usia yang bertambah. smg makin banyak menebar ilmu dan manfaat bagi semesta dan sesama… 😇

 🎙 momod Asih

Sudah hadir bersama kita: Assalaamu’alaykum pa Aad… :mrgreen:

 👳🏽‍♀  Bang Aad

Wa alaikumus salam

 Aamiin. Terima kasih doanya

🎙 momod Asih

sama2 bang.. kita mulai langsung sesi tanya jawab ya bang :mrgreen:

topik mengenai konsep umum ditanyakan oleh penanya berikut ini…(mewakili pula penanya lain yg substansi pertanyaannya sama)

TOPIK: KONSEP UMUM

A. Ana Karlina, dan Silvy Bontang

1. Apa yang dimaksud dengan KURIKULUM ALLAH?

2. Apa yang dimaksud dengan OPTIMALKAN YANG ALAMI DAN MINIMALKAN YANG REKAYASA?

3. Jika anak sudah melewati masa-masanya sementara banyak bekal yang belum diberikan, apa yang harus orang tua lakukan?

Mohon dijelaskan beserta contoh konkret

1. Apa yang dimaksudkan dengan life skills dasar disini?

2. Apa yang dimaksud dengan yang alami yang harus dioptimalkan dan yang rekayasa yang harus diminimalkan? 

B. Primaria, Bandung

anak saya usia 4.5th, 2.5 th dan 1 th. setelah membaca materi yang disampaikan mengenai kurikulum Allah, ada yang ingin saya tanyakan. 

1. bagaimana cara kita, sebagai ibu, mengoptimalkan penyusunan kurikulum Allah pada anak? 

2. apakah ada guidance, arahan, atau target yang perlu dicapai dalam setiap tahap usia anak?

3. lalu adakah evaluasi yang perlu dilakukan? jika iya, berapa lama sebaiknya evaluasi tersebut dilakukan?

C. Elma, Bandung

1. Bagaimana kita mengukur apakah yang kita lakukan adalah mencemplungkan anak ke realitas seutuhnya atau membiarkan anak berjalan tanpa panduan ? Mengingat yang umum kami pahami (sebagai generasi produk sekolah berkepanjangan), panduan adalah sesuatu yang dirancang seperti kurikulum juga, seperti lesson plan, activity time, dll.

2. Bagaimana caranya kami sebagai orangtua juga peka terhadap kurikulum Allah bagi kami sendiri ? Mengingat begitu banyak persepsi yang salah tentang hidup, telah berkarat di pemikiran kami.

D. Yesi , Cibinong

Jika anak berkebutuhan khusus, bagaimana cara mengajarkan kurikulum islami agar lbh efektif?

E. Andina, Bintaro, Jaksel

Bagaimana kita sebagai orang tua menyiapkan diri, jika di tengah perjalanan hidup anak kita ternyata bertakdir tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya? Misal, tersangkut kasus seperti narkoba padahal sebelumnya si anak telah kita didik untuk bersiap menjalani kurikulum ALLAH. 

F. Ninin, Semarang

 Apakah bahasan kita hanya berlaku untuk muslim? Jika nonmuslim misalnya menjalankan kurikulum Allah ini, apa hasilnya ?

🎙 momod Asih

mangga bang Aad utk berkenan membantu agar kami tidak bingung lg hehehe 😄

👳🏽‍♀ bang Aad

Bunda Ana, Silvy, Primaria, Elma, Yesi, Ninin yang baik, mungkin yang perlu kita “bersihkan” dari pemikiran produk-produk sekolahan kayak kita ini adalah kecenderungan untuk menstrukturkan dan mendokumenkan Kurikulum Allah.

Kurikulum Allah adalah kurikulum alami, mengalir. Kalau istilah orang Minang, Kurikulum Allah adalah “Alam terkembang menjadi guru

Jadi kalau anak kita ingin dididik dengan kurikulum Allah, kita tak memerlukan desain, sistem, mekanisme, prosedur, LKS, lesson plan dan sebagainya.

Saya malah khawatir, jangan-jangan saya salah memberikan nama “Kurikulum Allah” nih, sehingga kita terjebak pada hal-hal yang bersifat struktural dan prosedural nih.

Justru kata kunci dari Kurikulum Allah adalah : natural, mengalir, non-rekayasa  dsb.

Kekuatan utama dari Kurikulum Allah bukan terletak pada sistematikanya, tapi pada kepekaan kita dalam mengambil pelajaran darinya.

Mari kita belajar dari proses turunnya AlQur’an. Bukankah “berantakan dan acak-acakan” serta sangat responsif terhadap peristiwa alias Asbabun nuzul ? Nah seperti itulah kira-kira gambaran kurikulum Allah

Justru kata kunci dalam menjalankan kurikulum Allah Adalah kerelaan untuk mengalir dan mengikuti sunnatullah-sunnatullah dalam kehidupan ini.

Apakah berarti kurikulum Allah itu tanpa panduan ? Sesungguhnya kurikulum Allah itu selalu memiliki panduan, namun Allah yang mengerti rahasianya. Kita hanya mengikutinya saja.

Mungkin ada yang pernah menonton film Forrest Gump. Film Itu adalah sebuah contoh yang baik bagaimana seorang hamba Allah menjalani hidupnya mengikuti kurikulum Allah  lalu dia menjadi Manusia berhasil. Itu sekaligus menjadi jawaban bagi Bunda Yesi apakah anak berkebutuhan khusus bisa mengikuti kurikulum Allah. Sekaligus juga menjawab pertanyaan Bunda Ninin Apakah non muslim juga bisa mengikuti kurikulum Allah, karena Forrest Gump adalah non Muslim, dan film Forrest Gump adalah kisah nyata.

Justru yang ingin saya pesankan Pada kesempatan ini adalah Jangan membuat program yang terlalu terstruktur, detail dan tertib terhadap anak-anak kita, seakan-akan kita telah menghalangi anak-anak kita untuk berinteraksi dengan kurikulum Allah.

Pernah dalam satu kesempatan, sebuah panitia Ramadhan telah membuat kurikulum ceramah tarawih yang begitu rapinya dengan target yang jelas pada akhir Ramadhan. Saya mengapresiasi upaya itu. Tapi saya juga mengingatkan, jika pada malam keduabelas, misalnya, ada sebuah peristiwa tertentu, maka tolong pada malam keduabelas itu sesuaikan materi ceramah dengan peristiwa tersebut. Itu namanya mengakomodasi kurikulum Allah ✅

🎙 momod Asih

wah, contohnya menarik sekali Forrest Gump 😍

 👳🏽‍♀ bang Aad

Jadi saya sangat sarankan Bunda sekalian untuk suatu saat bisa nonton bareng film Forrest Gump. Film itu sangat baik menjelaskan Bagaimana kurikulum Allah berjalan pada diri seorang anak. Kata kuncinya adalah :

Run, Forrest… Run…”

 🎙 momod Asih

ada novel dan filmnya, silakan bunda pelajari… sy nangis lho pas Run Forrest Run…..😅

👳🏽‍♀ bang Aad

Film Forrest Gump diawali dari simbol bulu ayam yang terbang ditiupkan angin. Itulah kurikulum Allah : anak-anak kita adalah bulu ayam itu. Angin itu adalah kurikulum Allah

 🎙 momod Asih

punteun bang Aad, apakah dlm kurikulum Allaah ini juga berupa konsep berserah diri? sy tiba2 menangkap konsep tsb saat membaca penjelasan bang Aad..:mrgreen:

 🎙 momod Asih

juga saat sy mengingat tagline Forrest Gump:  “Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.” menurut sy itu filosofi berserah diri…

👳🏽‍♀ bang Aad

Betul, berserah diri dan tawakal. Tapi bukan berarti tanpa sistem. Sebagaimana Alquran yang turun secara acak merespons asbabun nuzul, tapi ada Rasulullah yang menata dan merapikannya kembali untuk kita. Maka kita para Ayahbunda adalah Rasulullah bagi anak-anak kita sendiri

 🎙 momod Asih

Aha! berserah diri dan tawakal ya..

👳🏽‍♀ bang Aad

Betul banget. Berserah diri pada Allah baru akan terjadi jika kita yakin bahwa Allah lebih hebat daripada kita

Menanggapi➡ 🎙 momod Asih

juga saat sy mengingat tagline Forrest Gump:  “Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.” menurut sy itu filosofi berserah diri…

👳🏽‍♀ bang Aad

Pendidikan Surau Merantau yang saya lakukan di Tangerang pada dasarnya adalah ingin menjadikan mereka berguru langsung kepada Allah. Sedangkan tugas para mentor hanya menata dan merapikan apa-apa yang mereka dapatkan dari kehidupan.

🎙 momod Asih

yup, agar anak terlatih tawakal spt jiwa2 burung itu ya bang..

baik bang, kita beranjak ke topik selanjutnya ya?

 🎙 momod Asih

topik kedua pertanyaannya seputar memilih metode pendidikan utk anak

PILIHAN METODE PENDIDIKAN

A. Ihsan, Pangkalpinang

Dalam konteks kurikulum Allah 

a.bagaimana kita menempatkan dan memilihkan sekolah yang tepat buat anak? 

b. Apakah juga harus memgikuti tes bakat?

c. Bagaimana konsep sekolah berasrama (umum atau sekolah tahfidz) yang anaknya sejak awal SD berpisah dengan ortu di luar kota, apakah ini baik untuk tumbuh kembang anak?

B. Novie, Batam

Bagaimana caranya kita menentukan pendidikan yg bagus dan tepat untuk anak..jujur saja skrg saya sedang bingung dengan pendidikan di sekolah2..mau di pendidikan negeri takut agama kurang..mau di sekolah islam tapi banyak sekolah2 tertentu yg mengarahkan anak ke aliran2 tertentu..dan saya belom bisa membedakan mana yg benar dan mana yg salah..karena yg tau hanya Allah semata.. Saya takut kalau sampai anak saya mendapat ilmu yg malah membawa anak ke arah yg “sesat” (bahasa kasarnya)..

C. Vivi, Bontang

Saya Vivi umma hafa (6mo). Jadi ustadz, jika anak tetap masuk dalam lingkup sekolah formal dengan jadwal padat, adakah upaya yg bs dilakukan orang tua untuk meminimalisir efek dr kurikulum artifisial yg padat tersebut? Atau jalan satu2nya memang harus home schooling?

D. Kiky

Saat ini begitu besar “godaan” kita utk menghafidzkan anak kita. Dari rayuan surga sampai kuliah diberbagai perguruan tinggi negara Timur maupun Barat.

Anak saya lelaki usia 10 tahun (5 SD). Saat ini bersekolah di sekolah alam, dgn metode yg lebih “fun” dan tidak terlalu fokus pada tahfidz.

Pertanyaan saya adalah bagaimanakah cara yg tepat dalam mentahfidzkan anak agar anak enjoy (sesuai dgn human development) dan hapalan itu pun tidak mudah sirna. Dengan target lulus sma sudah hafidz.

🎙 momod Asih

Bang Aad mangga jika ingin menjawab via voice note :mrgreen: kami khawatir bang Aad lelah mengetik 😬

👳🏽‍♀ bang Aad

A. Ayah Ihsan dari Pangkalpinang, kalau kita ingin menerapkan kurikulum Allah pada anak-anak kita, maka Pilihlah sekolah yang tidak terlalu membebani anak-anak kita dengan kurikulum yang bermacam-macam, sehingga seakan akan menghalangi anak kita berinteraksi langsung dengan kehidupan. Kurikulum  Allah baru akan berfungsi pada anak-anak kita jika anak-anak kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk berinteraksi dengan kehidupan.

Nah justru lewat kurikulum Allah, ketika anak kita berinteraksi dengan kehidupan dia akan menemukan bakat-bakat sejatinya. Dalam kurikulum Allah akan ada Talent mapping yang luar biasa. Karena pada dasarnya salah satu prinsip agar anak kita menemukan bakat dan potensi dirinya adalah terus mencoba dan mencoba dalam kehidupan.

Sedangkan pendidikan berasrama hanya akan cocok setelah anak melewati masa kecilnya. Pendidikan berasrama adalah pendidikan yang cocok untuk mengembangkan kecakapan sekunder dan tersier. Sedangkan kecakapan hidup primer justru akan didapatkan di kehidupan itu sendiri, yang seakan ingin dihindari oleh pendidikan berasrama.

B. Bunda Novie dari Batam, memilih pendidikan yang bagus untuk anak itu sangat tergantung dari definisi kita tentang pendidikan itu sendiri. Jika pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan akademis, mungkin di luar negeri malah lebih baik. Jerman adalah contoh dari negara dengan pendidikan akademis yang baik. 

Jika yang dimaksudkan itu adalah pendidikan agama, barangkali Mesir. 

Tapi jika yang kita maksudkan pendidikan itu adalah pendidikan karakter, pendidikan watak, pendidikan kepribadian, maka tidak ada pendidikan yang lebih baik daripada di rumahnya sendiri, di kehidupan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, di kurikulum Allah. 

C. Bunda Vivi dari Bontang, jika Bunda Vivi sudah merasa Siap dengan home education, maka itu adalah pendidikan yang terbaik untuk membangun manusia Aqil baligh yang berwatak, berkepribadian, tahu potensi dan bakatnya.

Namun, jika belum siap, sebaiknya pindahkan anak bunda ke sekolah lain yang tidak terlalu membebani anak dengan kurikulum kurikulum artificial, yang saat ini dia tidak butuhkan, yang justru semakin menjauhkan dirinya dari kehidupan, semakin menjauhkan dirinya dari kurikulum Allah.

D. Bunda Kiky, tidak setiap anak Allah berikan bakat untuk menjadi seorang Hafidz. Sangat banyak ibadah-ibadah lainnya yang juga menawarkan karunia pahala, keunggulan,  Fadhillah buat orang tua, di luar menjadi Hafidz

Jadi, Biarkanlah anak-anak kita memilih ibadah-ibadah utamanya sendiri.

Kalau kita ingin anak kita menjadi Hafidz dengan enjoy dan penuh kesadaran, rajin-rajinlah membacakan kepada anak kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran. Ceritakanlah semua itu sambil memegang Alquran, sambil mengutip ayat ayatnya. Insya Allah itu akan menginspirasinya untuk menghafalkan Alquran. Sekali lagi jika ia memang berbakat untuk itu. ✅

🎙 *momod Asih*

Jd ortu Ini Baiknya mengarahkan pendidikan anak utk cakap hidup sesuai dg keterampilan dan bakatnya ya pa?

👳🏽‍♀  *bang Aad*

Sampai anak menginjak usia Aqil baligh, pada dasarnya pendidikan untuk anak itu adalah menyiapkan nya menjadi manusia yang dewasa, yang mengembangkan bakat bakat dan potensinya, agar dia kelak menjadi manusia sukses.

Ukuran sukses itu sendiri ada tiga :

Pertama, dia berbahagia 

Kedua, potensinya teraktualisasi secara utuh

 Ketiga, dia bermanfaat

 🎙 momod Asih

Yess, no 1 nya bahagia :mrgreen:

:🎙 momod Asih

baik, kita beralih ke topik selanjutnya

ini menyoal konsep2 yg telah kita pahami, namun dalam aplikasinya mungkin butuh kompromi2 atau strategi tertentu 😀

SINERGI ANTARA IDEALITA DAN REALITA

A. Dinda, Depok

Banyak sekolah sekarang ini tidak bisa memberikan pemahaman kepada peserta didik nya utk memahami apa misi spesifik (peran peradaban) yg harus diembannya kelak di dunia ini. Apakah yg bisa kita lakukan utk menggandeng sekolah sebagai partner utk memgembangkan kurikulum Allah ini?

B. Hera, Depok

Pada poin ke-4 disebutkan bahwa kita tidak “mengepung” anak dengan kurikulum akademik dan artifisial. 

a. Apa yang dimaksud kurikulum artifisial di poin ini?

b. Apa langkah konkrit yang seharusnya dilakukan orangtua supaya terhindar dari “mengepung” anak dengan kurikulum akademik jika sekolah tempat si anak belajar mengharuskan sebaliknya?

C. Nurma, Bandarlampung

Masalah: sebagai orang tua, terutama ibu kita wajib mendidik anak sesuai dg kurikulum Allah, menerima tiap qada dan qadarnya dg memahami tiap hikmah yg ada. Saya seorang ibu dg 2 anak, ingiiin sekali bisa mendidik anak2 agar menjadi anak yg solih dan soleha. Dan untuk mendidik mereka dg baik kita harus legowo dan ekstraaa sabar. Kadang anak2 ini luar biasa menguji kesabarannya. Masalahnya, kadang saya sulit mengontrol emosi. Secara teori udah baca berkali2, tapi setiap dipraktekka masih seriing sekali gagal. Karena masa kecil ada abang yg galak sekali sering marah jd seperti ada trauma masa kecil. Nah, bagaimana ya caranya biar bisa secara istiqomah mendidik anak2 sesuai kurikulum Allah sehingga mereka kelak menjadi anak2 yg soleh dan soleha?

D. HIKMAH Gwan, Palu

Bgmn caranya supaya kita bisa melatih diri dlm mengambil hikmah dr setiap kejadian yg kita alami/saksikan? Karena di kehidupan sehari2 kt suka dikejar waktu hingga tak ada celah bahkan utk merenung

👳🏽‍♀ *bang Aad*

A. Bunda Dinda dari Depok, pada dasarnya memang tidak ada sekolah yang mampu memberikan pemahaman dan orientasi pada anak apa Visi dan Misi yang kelak harus dilakukan dalam membangun peradaban. 

Itu memang menjadi tugas Ayah Bundanya di rumah. Dan itu bahkan menjadi grand design visi dan misi sebuah rumah tangga.

Nah jika Bunda ingin menggandeng sekolah agar secara bersama-sama menjadi partner dengan rumah dalam mengembangkan anak, dalam melibatkan diri di kurikulum Allah, pertama Carilah sekolah yang memang mendesain kurikulum nya sendiri, sekolah yang sadar bahwa kehidupan lah pendidikan yang terbaik bagi anak-anak, sekolah yang sadar bahwa Allah sendiri telah menyiapkan kurikulum yang luar biasa dalam pengembangan diri hamba-hamba kecilNya.

B. Bunda Hera dari Depok, pada dasarnya kurikulum inti bagi setiap anak adalah bagaimana agar dia menjadi dewasa, menjadi Mandiri, menjadi bertanggungjawab  baik di dunia maupun di akhirat.

Maka segala jenis kurikulum yang berada di luar itu semua adalah kurikulum artifisial. Apakah anak ikut les piano, les matematika, les menari, les ini itu, itu semua adalah kurikulum artificial 

Bukannya tidak boleh, tetapi kalau itu terlalu berlebihan sehingga tidak lagi memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan kehidupan, itu yang saya sebut sebagai kurikulum artifisial yang telah mengepung anak, dan membuat anak terbentengi dari kurikulum Allah.

Kalau kurikulum di sekolah tempat anak kita belajar ternyata memang telah mengepung anak dari berinteraksi dengan kehidupan, pertama coba Sadarkan pengelola sekolah tersebut. Namun jika mereka memang tetap ngotot dengan itu, cari saja sekolah yang memang tidak mengepung anak dengan program-program yang sangat artifisial. 

Jika tidak juga, bunda bisa mendidik anak di rumah, atau bahkan bercita-cita mendirikan sekolah yang justru akan melibatkan anak dengan kehidupan dan kurikulum Allah.

C. Bunda Burma dari Bandarlampung, setiap kita adalah manusia yang tidak sempurna. Kita juga punya masa lalu. Kadang-kadang Masa lalu itu positif, kadang-kadang negatif, kadang-kadang membuat kita menjadi sulit mengendalikan emosi.

Itu wajar. Bahkan boleh jadi bunda yang semacam itu yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Oleh karena itu, sekali lagi prinsip dari pendidikan yang alami adalah bahwa kita semua manusia, dan Mari kita biarkan kemanusiaan kita itu berjalan dan berinteraksi dengan anak-anak kita.

Jika kita punya kelemahan-kelemahan dalam mendidik anak kita mari kita berikhtiar untuk pelan-pelan merubahnya, berdoa kepada Allah agar Allah memperbaiki nya. Kalau memang ternyata itu tidak bisa,  mungkin Justru itu yang terbaik dalam pendidikan anak-anak kita.

Dan Percayalah bahwa sesungguhnya Allah senantiasa mengkoreksi setiap kelemahan-kelemahan kita dalam mendidik anak kita. Seandainya karakter anak itu hanya tergantung dari pendidikan orang tuanya saja, tentulah Setiap anak kita itu telah menjadi anak yang durhaka.

Tapi Untunglah Allah selalu mencover kelemahan-kelemahan Kita sebagai orang tua.

D. Bunda Hikmah dari Palu, pada dasarnya Hikmah itu sendiri adalah Ilham dari Allah. Maka orang-orang yang pandai dalam memetik hikmah pada dasarnya adalah orang-orang yang sering mendapatkan Ilham dari Allah 

Oleh karena itu pertama sering-seringlah berdoa agar kita selalu mendapatkan hikmah dan Ilham dari Allah, tentang apapun yang kita alami dari kehidupan ini.

Kemudian yang kedua sering-seringlah membaca Alquran, Karena al-quran itu adalah kumpulan ayat-ayat, kumpulan tanda-tanda. Orang yang sering membaca al-quran dan Mencoba memahami maknanya, dengan sendirinya akan terlatih di dalam memahami tanda-tanda hikmah-hikmah dan sebagainya 

Yang ketiga, sering-seringlah berinteraksi dengan kehidupan itu sendiri. Orang-orang yang sering berinteraksi dengan kehidupan dia akan menjadi lebih responsif, menjadi lebih peka. menjadi lebih cepat dalam menangkap pelajaran pelajaran kehidupan itu sendiri 

Yang keempat, ya memang jangan terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang sifatnya membuat kita lalai dari menyerap pelajaran pelajaran dari Allah. Karena sekali lagi itu semua butuh perenungan, butuh kontemplasi, butuh Penghayatan dan sebagainya.

Makanya Allah dalam AlQur’an juga mengingatkan kepada kita  : Betapa banyaknya orang yang lalai dari pelajaran Allah karena mereka melewati pelajaran itu sambil berlari terburu-buru. ✅

👳🏽‍♀ bang Aad

Koreksi Typo➡ *C. Bunda Nurma dari Bandarlampung*

🎙 momod Asih

Koreksi Typo ➡Punteun yg D, a.n. *Gwan, Palu*. Bukan a.n. *Hikmah* hehe. Hikmah adl perihal yg ditanyakan 🙏:D

👳🏽‍♀ bang Aad

Oh, oke 🙏

🎙 *momod Asih*

Pa Aad, dr penjelasan di atas, kurikulum Allaah itu sepertinya terkait dg rukun iman yg ke-6 ttg qadha dan qadar kita kah?

 👳🏽‍♀ bang Aad

Minimal rukun iman yang pertama dan ke enam

👳🏽‍♀ bang Aad

Sebenarnya juga iman pada malaikat yang menjadi tentara Allah dalam menjalankan kurikulumNya

 👳🏽‍♀ bang Aad

Kesadaran akan adanya kurikulum Allah Itulah yang membuat Kenapa Muhammad kecil sengaja diasuh oleh Halimatussa’diyah, agar Muhammad kecil itu bisa menjalani pendidikannya bersama kehidupan.

👳🏽‍♀ bang Aad

TERJEMAHAN BEBAS DARI QADAR ADALAH : KURIKULUM

 🎙 momod Asih

Jd, kurikulum Allaah Ini ibarat pendidikan langsung dr Allaah begitu ya pa? Jd kita dididik melalui peristiwa2 dlm kehidupan kita dan belajar menghadapinya dg panduan alquran dan hikmah?

 👳🏽‍♀ bang Aad

Betul. Karena Allah adalah Rabb : Pendidik

👳🏽‍♀ bang Aad

Kurikulum Allah itu lengkap dan tailor-made. Tugas kita cuma satu :

Mengambil hikmah darinya dan menata hasil pelajarannya

🏽‍♀ bang Aad

Di Surau Merantau ada “Perjalanan Mencari Hikmah”. Tugasnya adalah : melakukan city tour, lalu membuat laporan hikmah dari peristiwa dan pengalaman.

Ini salah satu cara belajar melalui Kurikulum Allah

🎙 momod Asih

Baik. Di rumah bs diterapkan dg membuat Jurnal kegiatan dan berefleksi dr kegiatan tsb ya pa…

 Alhamdulillaah, tuntas juga diskusi kita :mrgreen:

👳🏽‍♀ bang Aad

Kalau bisa beberapa anak melakukan touring bareng. Lalu belakangan berdiskusi berbagi hikmah

 🎙 momod Asih

Wuih, ide bagus 😍

Baik. Terimakasih sekali pa Aad sudah berkenan meluangkan waktu di jadwal bapa yg padat

🏽‍♀ bang Aad

Alhamdulillah. Semoga bermanfaat

🎙 momod Asih

Memberi deep insight buat sy pribadi 😍

Smg ilmu yg dibagikan menjadi amal saleh dan amal jariyah ya pa 😀

🏽‍♀ bang Aad

 Jangan lupa nobar Forest Gump

:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

 🎙 momod Asih

Enak baca novel nya bang😅 lebih Lucu 😅

👳🏽‍♀ bang Aad

Novel lebih insightfull

🎙 momod Asih

Sy punyanya yg bhs inggris. Yg versi Indonesia ada jg, terbitan gramedia, tp entah masih dicetak/ga :mrgreen:

 👳🏽‍♀ bang Aad

Dalam Multiple Intelligence ada yang namanya Intrapersonal intelligence. Mari kita asah ini, agar makin insightfull

Bukan interpersonal lho ya

🎙 momod Asih

Iya, ini bs diasah dg membaca novel ya bang 😅 nonton film jg bisa sih 😬

👳🏽‍♀ bang Aad

Cara mengasah insight yang terbaik adalah membaca AlQur’an dan aktivitas di alam bebas*

Dan Ayat Allah yang terbesar adalah manusia itu sendiri

 🎙 momod Asih

Yup, membaca Quran, membaca diri :mrgreen:

Smg kita semua dianugerahi qalb dan lubb yg dpt memahami hikmah quran dan hikmah penciptaan diri, in syaa Allah

Baik bang Aad. Sepertinya ga habis2 ya membahas ini semua 😅

Kami mohon maaf jika ada adab yg kurang berkenan di hati bang Aad 🙏❤

Terimakasih banyak sekali utk semuanya :mrgreen:

 🎙 momod Asih

Yup. Sudah selesai diskusi kita :mrgreen:

Smg dr sini kita mendapat ilham dan hikmah ttg pengasuhan anak2 kita

Mari kita mendidik anak kita dg gembira 😍😅

Setelah ini, silakan meninggalkan ruang ini dg perenungan masing2,

Atau mau donlot Forrest Gump jg boleh 😍

Kami tim admin, mohon maaf sekiranya msh banyak kekurangan dlm pelayanan kami 🙏❤

Sampai jumpa kembali 😆👋

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s