Literasi Media Sosial dan Penanggulangan Hoax

DEK’s 8th Open Discussion

Tanggal Diskusi  : 1 Februari 2017, 20:00 WIB
Tema Diskusi       : Literasi Media Sosial dan Penanggulangan Hoax

Narasumber           : Septiaji Eko Nugroho
Moderator              :  Asih
Notulen                   : Nina

hoax

BIODATA NARASUMBER. Septiaji Eko Nugroho (Zek) adalah wirausaha di bidang IT sejak 2005. Direktur PT Thrust Multidaya Indonesia dan CV Bavaria Infotech Utama. Alumni dari S1 Teknik Elektro ITB dan Master of Science dari Technische Universitaet Muenchen, German. Memiliki kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, dan menjadi aktivis antihoax sejak 2012. Pendiri dan ketua Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) dan situs turnbackhoax.id. Monggo sambil bisa lihat http://www.turnbackhoax.id dan jalan-jalan ke salah satu forum tentang hoax: https://www.facebook.com/groups/fafhh/. Tengok juga Kulwap yang pernah saya sampaikan disini: http://indonesiamendidik.com/kulwap-melek-literasi-era-digital.html

MATERI AWAL

Moderator : Perkenalkan sy Asih, momod yg akan memandu diskusi hari ini 👋:D haiii.

Karena ini diskusi dg tema literasi, maka syarat mutlak utk mengikuti diskusi nya adl dg MEMBACA 🤓📖
Mari membaca dg nama Tuhan yg Maha Menciptakan 🙂

Mari membaca dg gembira 😂😂😂.

Apa nih, yg perlu dibaca:

1. Aturan diskusi

2. Materi. Sy posting satu2 ya 👇

Slide1.JPG

slide2slide3Slide4.JPGSlide5.JPGSlide6.JPGSlide7.JPGSlide8.JPGSlide9.JPGslide10slide11slide12slide13slide14slide15slide16slide17slide18slide19slide20slide21slide22slide23slide24slide25slide26

*Q and A*

Q 1. Fath, Bekasi
Sy muslim , tentuny sy suka dan percaya dong dg media2 yg islami, semisal ROL, dll. ad kykinn trsendri bhw itu mjlh kami, ngk mungkin dong hoax,dll yg buruk. scara media itu sdh pny nma, pikiran kita sllu nggk mungkin hoax?? bgimn sikap kita? dan bgimn sy tau klo itu berita bnr2 hoax atau tdk ??? dimanakah peran pngawas media massa / komisi penyiaran ?? supaya tak muncul hoax/ fitnah. Terima Kasih

Narsum :  Baik 🙂

Kebetulan saya juga muslim, jadi saya coba pakai sudut pandang dari Islam yang pernah saya pelajari ya. Saya pernah menulis tulisan tentang Islam (adalah) Anti Hoax. Ini tulisan saya :

 Islam (adalah) Anti Hoax
Sejarah Islam tidak lepas dari upaya berkelanjutan melawan berita bohong (hoax).
Tidak kurang dari seorang istri Nabi yang mulia, ‘Aisyah ra, pernah mendapatkan tuduhan bohong, yaitu ketika beliau tertinggal dari rombongan besar kaum muslimin, setelah di malam hari beliau mencari-cari kalung yang terjatuh. Beliau akhirnya ditemukan oleh seorang sahabat, dan diantarkan ke rombongan yang sempat meninggalkannya. Namun masyarakat muslim waktu itu sempat kacau karena munculnya desas-desus berupa tuduhan bahwa ‘Aisyah ra telah selingkuh. Beberapa bahkan ada yang meminta Rasulullah menceraikan ‘Aisyah.
Issue ini berakhir setelah Allah SWT menurunkan 10 ayat, sekaligus pembelaan kepada ‘Aisyah. Salah satu ayatnya adalah:
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (pula).” (QS. An-Nur: 11)
Ini adalah ayat yang sangat tegas dari Qur’an yang menyatakan besarnya adzab bagi penyebar berita bohong (haditsul ifk), atau dalam bahasa sekarang kita sebut dengan Hoax.
Beberapa puluh tahun sesudah wafatnya Nabi, mulailah beredar kabar palsu yang menisbatkan sebagai perkataan Nabi, padahal bukan. Beberapa motifnya politik, beberapa sudah masuk ke ajaran Islam. Itulah kemudian mengusik hati Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk meminta para ulama memerangi penyebaran hadits palsu dengan melakukan kodifikasi hadits. Para ulama selanjutnya secara massif melakukan kodifikasi hadits, yang pada saat ini kita menikmatinya dalam bentuk kitab hadits dan ilmu hadits. Para Imam  Ahli Hadits yang kita kenal, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Malik, dan puluhan Imam lain, sesungguhnya adalah teladan bagi kaum muslimin dalam memisahkan antara kebenaran dan kedustaan. Bahwa semangat anti kebohongan, adalah termasuk nilai dasar dalam ajaran Islam itu sendiri.
Sesungguhnya ada beberapa ayat lain yang juga memperingatkan tentang kewajiban seorang muslim dalam menyikapi berita, seperti yang terkenal adalah:
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujurat 6)
Rasulullah SAW sendiri dengan tegas menyatakan bahwa seorang penuduh dengan tuduhan keliru, akan berpotensi menjadi muflisin, yaitu bangkrut di akhirat, akibat amal darinya akan dipindahkan ke orang yang salah dituduh, dan dosa dari yang salah dituduh akan dipindahkan kepada penuduh.
“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)
Para Imam kaum muslim pun dalam mengajarkan adab, moral, mengajarkan sikap kehati-hatian dalam menyebarkan berita. Karena itu adalah bagian fundamental dalam pengajaran agama, yang tidak boleh dicampur aduk antara ajaran yang baik dengan berita bohong.
Misalnya Imam Syafi’i, berkata
“Sesungguhnya kebohongan yang juga dilarang adalah kebohongan tak terlihat, yakni menceritakan kabar dari orang yang tak jelas kejujurannya.” (Ar Risalah)
“Di antara jenis kebohongan adalah kebohongan yang samar. Yakni ketika seseorang menyebar informasi dari orang yang tak diketahui apakah ia bohong atau tidak.” (Iryadul ‘Ibad ila Sabilir Rasyad)
Maka sungguh lengkap kiranya panduan dari Qur’an, Hadits, Qaul Ulama tentang bahaya penyebaran berita bohong, sehingga perkara ini tidak bisa dianggap sepele. Sehingga ketika negara kita terkena wabah penyebaran hoax, umat Islam sudah punya panduan yang tidak terbantahkan tentang bagaimana menyikapinya.
Yaitu, lawan hoax. Karena tidak ada kehormatan menggunakan berita bohong untuk kepentingan apapun. Tidak ada kemaslahatan yang bisa dicapai dengan menyebarkan atau mendiamkan hoax.
Wallahua’lam
Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax
#IslamAntiHoax

#TurnBackHoax

Menjadi muslim, tidak menjamin orang bebas dari hoax. Hoax bisa muncul dari mana saja, bisa dari muslim, dari non muslim, dari orang yang pendidikan biasa, bisa dari orang terpelajar sekalipun. Itu adalah fenomena yang terjadi dari dulu hingga sekarang

Kalau kita lihat bagaimana proses terbentuknya ilmu hadits, maka itu adalah upaya purifikasi untuk memisahkan antara berita yang shahih dan berita yang palsu.

Banyak kitab hadits yang dibuat oleh para ulama, pun mengandung hadits lemah bahkan palsu. Itu sebabnya ilmu hadits berkembang sehingga muncul panduan untuk menyeleksi hadits, dan akhirnya kita mengenal klasifikasi hadits seperti yang muncul sekarang ini.

Poin  penting saya, adalah sikap kita harus obyektif menghadapi berita palsu. Berita palsu, bisa muncul dari manapun, bisa karena kesengajaan, bisa juga karena ketidaktahuan. Sikap mental yang dibutuhkan adalah mau rujuk kepada kebenaran, seandainya dibuktikan bahwa berita itu palsu. Karena Hoax itu adalah lawan dari data/fakta.

Kemudian, Peran pengawas, Ini sudah masuk teknis, Secara umum yang saya ketahui kita memiliki Dewan Pers, ada PWI, ada AJI, ada KPI. Banyak pihak menggantungkan supaya mereka semua bisa mengawasi semua media yang beredar di Indonesia, itu sesuatu yang mustahil. Karena resource, SDM tidak sebanding dengan jumlah penyebaran berita yang ada

Moderator : Nah! Obyektif. Bersikap adil sejak dalam pikiran ya mas. Sulit tp ya, apalagi kalo dah keburu ga suka duluan 😂

Narsum: Mediawatch sebenarnya adalah tugas masyarakat, yang difasilitasi pemerintah. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.Sebenarnya dulu sudah mulai ada gerakan mediawatch. Seperti kami tahun 2000-an di Salman ITB, punya Indonesia Media Watch. Kemudian ada juga komunitas lain yang melakukan aktivitas mediawatch, sebagai kontrol terhadap media. Karena organ yang ada di pemerintah, saya nilai belum ada yang mampu untuk mengawasi semua media yang ada. Dewan Pers pun saya nilai porsinya bukan untuk mengawasi semua media, tetapi menjadi mediator ketika ada pihak yang dirugikan oleh pers, dari basis pengaduan. Juga melakukan pembinaan kepada pers supaya tetap independen dan netral, sebagai salah satu pilar dalam berbangsa.

Jadi poinnya adalah, pengawasan media, tidak bisa dilakukan hanya oleh lembaga yang berafiliasi ke pemerintah, butuh peran serta dari masyarakat dalam bentuk komuntias.

Moderator : Dulu jg ada majalah Pantau, utk media watch

Narsum : Benar 😍

Moderator : lanjut ke no 2. Ini ada 4 penanya dg substansi pertanyaan yg sama

Q2 : 2.a. Ratih, Lampung

Gimana caranya membedakan berita hoax dan fakta untuk masyarakat awam seperti saya?

2.b. Ika, Jaksel

Saat baca pp yg ada sy msh bingung soal bagaimana cara mengetahui bahwa berita tersebut berita hoax ato bukan… Adakah ciri sebuah berita itu hoax?  Sebab sy sering panas duluan 😬klo baca berita yg meyakinkan eh tw tw hoax:)  Selain dg mencari klarifikasi thd info ato berita itu adakah tanda tanda sebuah berita dikatakan hoax?

2.c. Eka Resmi, Bandung

Pertanyaan saya, apakah ada poin khusus yang bisa memberitahu kita bahwa berita itu hoax. Kita sudah tahu berita tersebut hoax dilihat dari judul saja.

2.d. Izza, Kediri

Mau tanya gimana mengindikasikan sebuah berita itu disebut hoax mengingat penyebarannya bersifat masif dan banyak yg menghaq kan.

Serta bagaimana kita bs selektif trhadap berita* tsb.. Sekian terima kasih

Narsum : Baik.

Hoax itu ada yang mudah diklarifikasi, tapi ada juga yang sulit, ada juga yang mustahil diklarifikasi.

Karena ada beberapa hoax yang memang direkayasa dengan canggih, sehingga dalam sebuah tulisan/narasi, dia memasukkan 80-90% fakta, dan hanya 20%-10% data palsu, sehingga banyak masyarakat yang termakan

Rule of thumb, lihat judulnya.

Jika judul dari sebuah berita itu provokatif, membuat kita langsung membenci suatu pihak, membuat kita langsung marah, maka kita langsung waspada. Jangan telan dulu berita itu. Baca dulu isi beritanya. Kemudian coba crosscheck berita dari sumber lain dengan topik yang serupa, misalnya cari dengan google.

Kebanyak berita hoax, memang menggunakan judul provokatif. Nah problem di kita, banyak masyarakat yang mudah menerima berita HANYA dari melihat judulnya saja. Apalagi kalau yang menyebarkan berita itu dari orang yang dia anggap terpercaya. Padahal kasus kita ini, seorang dosen S3, guru S2 pun tidak kebal dari virus menyebarkan hoax.  Akhirnya menjadi penting, kemampuan literasi dari masing-masing pribadi. Untuk mencerna dan mengunyah berita.

Kedua, lihat sumber berita

Berita hoax jauh lebih banyak muncul dari situs abal-abal, yang tidak jelas siapa penulisnya, tidak ada alamatnya. Meskipun media mainstream pun juga tidak lepas dari membuat berita hoax. Sehingga pastikan ketika kita mengunyah berita, harus jelas sumber beritanya, sehingga bisa diklarifikasi seandainya ada yang keberatan dengan isi beritanya.

Ketiga, lihat keberimbangan berita.

Ketika ada sebuah berita yang menyebutkan beberapa pihak, lihat apakah berita tersebut mengakomodasi semua pihak yang dibicarakan, ataukan hanya dari satu sudut pandang saja.

Kalau belum berimbang, maka jangan telan berita tersebut dulu, tunggu hingga ada penyeimbang dari pihak lain

Keempat, untuk hoax yang berupa gambar,

coba telusuri asal muasal gambar tersebut, misal dengan mengunakan search engine, sehingga kita tidak termakan oleh caption yang salah dari gambar tersebut.

Kelima, bisa bertanya ke grup2 anti hoax yang ada di facebook atau media lain. Karena umumnya hoax yang populer sudah sering dibahas disana, sehingga mudah untuk mencarinya.

Kami juga mencoba memudahkan netizen dengan membuat group diskusi di Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax dan juga situs http://www.turnbackhoax.id

Namun karena sifatnya crowdsourcing, gotong royong, tentu tidak akan sempurna, ada banyak kekurangan.

Tidak ada yang fulltime, semua anggota/relawan menggunakan waktu sisanya untuk membantu dan bergotong royong.

Tapi prinsip dari komunitas, lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan. Tim relawan juga ada yang membuat aplikasi berbasis web di data.turnbackhoax.id. Juga ada yang sedang membuat aplikasi berbasis android/IOS

Moderator : Jd, intinya di literasi diri kita ya. Jangan gampang sebar. Tp bersikap kritis. Kawan2 relawan komunitas antihoax perlu berhari2 utk debunk hoax, eh yg nyebar malah dlm sepersekian detik asal share 😬

Q 3. Dinda-Depok

Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan IT saat ini, sangat mudah utk kita menemukan berbagai info yang kita butuhkan kapan saja dan dimana saja.

Adakah tips n triks agar kita menjadi pembaca media online yg cerdas?

Mengingat berita hoax, fitnah dan keji bertebaran di sosmed.

Moderator : Teh Dinda yg ceria, apakah paparan sebelumnya sudah bs menjawab pertanyaan teteh ini? Ada 5 langkah literasi diri spt yg sudah dirinci mas Aji. Silakan dicermati ya teteh geulis 😍

Narsum :  Ada tambahan dari saya. Kita jangan terpaku kepada hoax atau bukan hoax saja. Tetapi kita juga harus paham, bahwa bermedsos kita harus bernorma. Norma kesusilaan, yaitu memahami mana yang pantas dan tidak pantas. Ada berita yang mungkin benar, tapi tidak pantas untuk disebarkan di medsos. Misalnya berita tentang aib seseorang

Kemudian, norma hukum.

Kita sudah punya hukum tentang fitnah, hasut, keduanya ada di KUHP dan berita bohong & menyesatkan di UU ITE

Kemudian, norma agama

Agama yang ada di Indonesia, semua sepakat untuk memerangi fitnah. Kita sudah belajar itu semua sejak kecil hingga sekolah dan kuliah.

Masalahnya, kenapa banyak yang tidak menggunakannya di media sosial? Nah itu peer untuk kita bersama

opendiscussion1.jpg

Ada banyak peluang, misalnya membangun jejaring minat di pertanian organik. Atau jejaring yang minat dnegan topik reformasi birokrasi.

Nah, mari kita ramaikan media sosial dengan topik2 membangun. Jangan hanya berhenti di topik2 euphoria sesaat seperti politik praktis.

Moderator :  Selain perkara teknis spt cek, recheck, cross check, kita jg harus menempatkan adab dan etika sesuai Norma agama/budaya/hukum yg sehari2 kita aplikasikan 🙂

Q 4. *Mita- Jogja*

Selamat malam..

Materinya puanjang.. tapi sedapat mungkin saya membacanya.

Pertanyaan :

Bagaimanakan cara kerja hoax2 ini yang ‘kabarnya’ sangat sistematis dan terorganisir ?

Saya pernah sekilas membaca data tentang cara kerja akun2 robot atau tentang anonymous dsb. Bagaimanakah cara kerjanya ?

Narsum :  Baik. Hoax ini ada yang sederhana buatan orang iseng. Ada juga yang kompleks karena direkayasa dengan canggih. Jadi motivasi pembuat hoax itu ada beberapa macam seperti yang ada di slide

1. Ekonomi

Pembuat hoax bisa mendapatkan puluhan juta sebulan, jika situsnya mampu menghasilkan traffic yang tinggi. 1000 tayang bisa dapat 1USD. 1 clik iklan bisa dapat 0.04USD. Karena orang kita banyak yang bermedsos, situs abal-abal pun bisa dapat pageview puluhan ribu hingga ratusan ribu sehari

2. Politik

Jamak, setiap musim politik, intensitas hoax meningkat. Padahal kampanye yang dibolehkan adalah kampanye positif dan kampanye negatif.

Hoax tidak termasuk keduanya, karena hoax termasuk kampanye hitam. Namun kadang orang tidka bisa membedakan kampanye hitam dan kampanye negatif

 3.Kebencian

Misal ada orang yang naik pangkat, atau dapat jabatan. Ada yang akan berusaha menjatuhkannya dengan berita palsu

 4. Iseng

Orang membuat hoax karena hanya ingin terkenal. Atau tidak tahu konsekuensinya

Nah jika hoax itu motivasinya politik atau kebencian yang dikombinasi dengan ekonomi, tidak jarang memang hoax dibuat dengan modal yang tidak sedikit, dibuat oleh tim yang punya keahlian.

Sehingga banyak yang tertipu. Seperti beberapa akun buzzer di twitter yang ternyata terbukti sebagai akun pemeras

Moderator : Yup, kita jangan mau jd korban persaingan ekonomi/politik yg tidak sehat. Jgn mau ikut2 menanam kebencian. Wew, ogah banget deh jd korban keisengan pihak yg tidak bertanggungjawab 😂 dia yg iseng, kita yg apes ntar 😬

Q 5. Tata, Tulungagung
Bagaimana peran undang-undang (Informasi dan Transaksi Elektronik) ITE dalam penanganan berita hoax selama ini?

Narsum : Sejauh yang saya pahami, sebenarnya sudah cukup instrumen dari KUHP maupun UU ITE untuk mengatasi persoalan ini.

Meskipun dari satu sisi, UU ITE ini juga pedang bermata dua, dia juga bisa menjadi pasal karet yang seandainya kita punya pemerintahan represif, banyak yang akan menjadi korban.Nah sampai saat ini, masih sangat sedikit mereka yang dijerat dengan UU ITE, karena pertama keterbatasan pemerintah dalam merespons problematika di media sosial, termasuk berita hoax. Divisi di Polri yang menangani ini masih di level Subdit sehingga kewenangan masih terbatas. Namun dalam waktu dekat, mau naik menjadi Direktorat

Namun berbagai keterbatasan ini masih harus dimaklumi, karena memang faktanya fenomena ini masih baru, dan tidak cuma Indonesia yang kelabakan

Jadi di slide, saya sampaikan ini fenomena global yang bahkan Amerika, Inggris, Jerman pun kerepotan

Jadi dalam proses ini, dari komunitas, jangan hanya mengandalkan faktor hukum saja, tapi lebih penting gerakan di hulu, yaitu dari masyarakat ke masyarakat. Budaya saling menasehati, saling mengingatkan, itu jauh lebih penting

 Pentingnya netizen memahami dampak bahaya hoax dari sisi hukum, agama, kesusilaan. Balik lg ke nilai luhur budaya bangsa yg mungkin mulai terkikis: gotong royong. Mari kita bergotong royong dlm gerakan literasi di medsos 💪🇲🇨

Moderator:  Gotong royong nya harus dg gembira yaaa 😂😍

Q 6. Abdullah, Bogor.
Bisakah kita katakan bahwasannya berita Hoax adalah merupakan bentuk kita sebagai WNI yang Berdemokratif demi perbaikan pemerintah? Dan bagaimana cara kita telusuri sumber2 berita hoax dalam sebuah kelompok tertentu yang tidak mencantumkan identitas dirinya?
Thx

Narsum :  Hoax = kedustaan, tidak ada tempat,  buat kita berbangsa, bernegara, ataupun berinteraksi, termasuk dengan pemerintah.

 Jika hendak mengkritik pemerintah, tentu saja sangat boleh karena kita punya banyak aturan yang membolehkannya. Namun gunakan kritik dengan cara yang baik, dengan data, argumentasi yang baik. Tidak dengan data palsu.

Tidak ada kemaslahatan yang bisa didapat dengan menggunakan berita hoax. Menelusuri sumber berita hoax, begini. Prinsip di dunia digital, semua pasti meninggalkan jejak. Tidak ada yang bisa sembunyi dengan mudah. Jadi siapapun pembuat berita hoax, pada akhirnya akan ketemu. Karena tanpa identitas pun, negara pun bisa mendeteksi lokasi si pembuat berita.

Jangankan sekarang, hoax yang kita buat 5 tahun yang lalu masih bisa ditelusuri jejaknya.

Moderator: Balik lg ke adab td ya. Kritik dan saran ada adabnya. Tentu saja saran dan kritik dg hoax bukan lah adab yg dianjurkan

Q 7. Candra, Cilacap

Kakak mau nanyaa. Assalamu’alaikum!
Jadi pernah dapet yg ky gini. Isinya menurut saya benar tp riskan membuat kebencian. Daan, mau nanya nya adalah untuk broadcast ky gini via whatsapp gmn cara nyari keabsahannya ya kak? Bahwa itu asli dr penulis yg tertulis di situ.
@BUATLAH SESUKAMU JENDRAL ……
By. MOH NAUFAL DUNGGIO
KETUA LEMBAGA DAKWAH KHUSUS PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH DKI JKT.

SEKRETARIS KOMITE DAKWAH KHUSUS MUI PUSAT.
Tatkala kau tetapkan Ulama kami HABIBUNA MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB jd tersangka mk saat itu pula kau telah menggali KUBURAN KEHINAAN dirimu n keluargamu di dunia n akhirat. Byk di dunia ini contoh2 orang yg menghina Ulama akhir hidupnya menderita menuju SUUL KHATIMAH.

Menghina Ulama sama aja menghina Nabi SAW.
Lihat contoh SOEKARNO presiden pertama negeri ini. Diakhir hayatnya mengemis2 minta BUYA HAMKA yg menjd IMAM utk MENYOLATI JENAZAHNYA kalau dia wafat. Bukankah Soekarno yg memenjarakan Buya HAMKA …?

Lihatlah MUSTAFA KEMAL ATTATURK presiden Turki. Jenazahnya gak bs diterima bumi (tanah) akhirnya ditaruh diatas bukit n hanya di tutup dgn batu2an krn tanah tdk mau menerima JASAD yg membunuh byk Ulama n sangat anti Arab.
Di Mesir jg ada seorang JENDRAL n anak buahnya pd gila disaat pensiun dikarenakan byk memenjarakan n menyiksa Ulama nya yg tdk sefaham dgn mrk.

Di Libya MOAMAR KHADAFI akhir umurnya mati dlm keadaan TRAGIS krn semasa berkuasa byk memenjarakan n menyiksa para Ulama. Tdk sedikit Ulama dimasa dia mati dlm penjara.
Contoh2 ini hrsnya jd bahan pelajaran n i’tibar bg para penguasa dimn aja terlebih di negeri ini.

Silahkan kau Jendral cari pasal2 di KUHP utk menjerat Habib Rizieq. Dikala Bambang Tri bikin buku JOKOWI UNDERCOVER kalian bilang itu tdk ilmiah n jgn dibaca. Namun dikala TESIS habib Rizieq tentang Hari lahir PANCASILA yg merupakan sebuah karya ilmiah n lulus dgn nilai CUMLAUDE yg diuji oleh Doktor2 ternama di Malaysia kalian bilang itu MELAKUKAN PENGHINAAN KPD PANCASILA. Dimn sifat konsistensi anda Jendral …?

Buatlah sesukamu Jendral mumpung lagi berkuasa n senjata ada ditangan kalian.
INGAT, satu RIZIEQ kalian ambil kalian tahan bahkan bunuh sekalipun GIRAH PERJUANGAN ini gak bakalan padam. Akan muncul beribu2 bahkan berjuta2 HABIB RIZIEQ di muka bumi tanah pertiwi ini. Kami BELA ISLAM bukan krn RIZIEQ tp kami bela Islam krn Allah SWT. Rizieq boleh Mati tp Allah tdk pernah mati. Camkan itu Jendral.

Kami akan MELAWAN ketidakadilan ini. Kami tdk akan diam. Lambat at cpt kami akan melawan. Tunggu aja Jendral.
Semoga Allah memberikan kt semua umur panjang agar bs melihat tersiksanya kau Jendral n Kel mu di dunia ini akibat kau menghina Ulama kami. 3 at 4 thn lagi kau bakal pensiun. InsyaAllah pastikan kau gak bakal ketemu dgn kt di jln umum krn pasti saat itu kau gak punya pengawalan super ketat spt disaat kau lagi menjabat. Bila kau ketemu dgn kita2 ini mk kau akan lihat apa yg akan terjd sama kau Jendral. Bakal menyesal kau seumur hidupmu. Wajahmu gak bakalan kami lupa sampai akhir zaman. Wajah pembenci Ulama kami.
Camkan ini Jendral. Semoga kau cpt sadar n kembali ke jln yg benar sebelum ketemu dgn MALIKUL MAUT MALAIKAT IZROIL. Amin.
Dari anak bangsa PENCINTA POLRI.

SAVE POLRI dari Jendral PHOBIA ISLAM.

Moderator : Intinya pertanyaan no 7 adalah bagaimana memverifikasi BC via WhatsApp?

Narsum : Terus terang, kami dari komunitas sendiri menganggap persoalan broadcast di platform messaging seperti Whatsapp, BBM, dll, adalah persoalan yang amat rumit untuk bisa cepat diatasi. Banyak dari pengguna messaging, bukan orang yang bisa menggunakan teknologi untuk mengklarifikasi berita. Bahkan beberapa tidak punya akun media sosial. Pakai whatsapp, tapi tidak pakai facebook. Tidak bisa pakai google.

Prinsip klarifikasi sebenarnya sama, harus ditabayyunkan kepada orang yang disebut menulis itu.

Misalnya ada klaim seorang tokoh menyatakan hal tersebut. Minimal gunakan google, benar tidak ada media yang menyebutkannya. Kalau tidak, perlu diwaspadai ada yang menunggangi namanya.

 Sebagai contoh BC ini :

Tolong di share ke grup ya….Kabar dari Pondok Wali Barokah, Burengan –  Kediri, untuk intern.Wanhat (Dewan Penasehat) meminta penelitian kesehatan untuk bahan makanan yg mengandung babi. Dari 8 barang yg diteliti :

1. Masako positif ( mengandung Babi )

2. Royko negatif ( tdk mengandung Babi )

3. Micin sasa positif (mengandung babi)

4. Micin ajinomoto positif (mengandung babi)

5. Indomie goreng bumbunya positif(mengandung babi)

6. Saori saos tiram negatif (tidak mengandung babi)

7. Tepung bumbu sasa negatif  (tidak mengandung babi)

8. Tepung bumbu sajiku negatif  (tidak mengandung babi)
Monggo supaya diperhatikan..

Alhamdulillah , smg ber manfaat

*POSTING DARI K.H. DR. MUCHYIDIN JUNAIDI, LC, MA (MUI PUSAT BIDANG KERJA SAMA INTERNASIONAL)*

Narsum :  Ternyata ini adalah hoax, apalagi sudah ada klarifikasi dari pihak yang disebut dalam broadcast tesebut

http://www.walibarokah.org/klarifikasi-pondok-pesantren-walibarokah-kediri/

Nah, paling mudah untuk klarifikasi, adalah dengan bertanya ke komunitas anti hoax. Siapa tahu ada yang sudah menjawab dari pertanyaan yang sama

Moderator: Tabayun ini berlaku utk semua org ya. Bukan hanya berlaku utk kelompok/teman sendiri, tp jg di luar kelompok/teman kita. Mari bertabayun dg gembira 😂😂😂

[01/02 21:36] ‪+62 811-2534-060‬: Ini mah kurang paham sejarah, kayak tere liye kemarin. Soekarno cuma wasiatkan bukan mngemis! Bukan e Khadafi itu yang nyumbang mesjid Arifin Ilham di Sentul itu ya?

Q 8. kang Milan, jaktim

Bagaimana cara membuat berita hoax?  Dalam arti, jika mengikuti alur fikiran terbalik, mungkin dengan mengetahui cara membuat berita hoax maka kita bisa terhindar dari berita hoax itu sendiri

Narsum :  Baik

Hoax itu korbannya, orang yang miskin literasi. Atau orang yang berada dalam echo chamber, atau sekat-sekat baik politik atau faktor lain.

Ambil contoh di Amerika, ada dua kubu besar, kubu Clinton dan kubu Trump.

Maka pembuat hoax dengan berita yang akan dimasukkan ke kubu Trump, akan dibuat sedemikian rupa memasukkan faktor kontra Clinton, bahkan menggunakan data/informasi palsu.

Dan ketika mereka bisa menyamarkan hoax dalam narasi yang sebagian berisi fakta, dan masuk ke tokoh yang punya pengaruh di media sosial, maka virus hoax itu akan berjalan mudah.

Terbukti misalnya tim sukses kampanye salah satu capres di Amerika itu, tertangkap basah menyebarkan berita hoax

silakan baca: https://qz.com/896758/a-new-study-kills-the-notion-that-fake-news-swung-the-us-election-to-trump/

http://www.politifact.com/truth-o-meter/article/2016/dec/13/2016-lie-year-fake-news/

https://www.buzzfeed.com/craigsilverman/viral-fake-election-news-outperformed-real-news-on-facebook?utm_term=.ucmDmdZagX#.hcbJXwGbPk

fake election.jpeg

Moderator : cara berpikir penyebar hoax sepertinya memanfaatkan pola-pola oposisi biner yang ada di masyarakat. semua jd dikotak-kotakkan dan serba hitam putih. padahal banyak abu-abunya, banyak irisannya, yang seharusnya memperkaya cara pikir dan cara pandang kita….:mrgreen:

yak, demikian ya kulwap kita hari ini. terimakasih banyak utk mas Aji yang tak lelah mengedukasi khalayak medsos utk meningkatkan literasi :mrgreen:

Narsum : Terimakasih, mohon maaf dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki.  Selanjutnya jika ada yang berkenan untuk menjalin silaturahmi, bisa menyimpan no saya, dan sewaktu-waktu bisa saling sharing; materi dari kami, semua open.Bisa dishare kemanapun.

Moderator:  smg jerih payahnya menjadi amal shalih ya utk mas Aji dan keluarga :mrgreen: Smg diskusi ini membawa manfaat. Mari kita menolak hoax dengan gembira 😅

kami tim admin mohon maaf jika pelayanan kami kurang berkenan

Kumpulan resume kulwap kami dapat diakses pada alamat berikut ya

Web: http://www.diskusiemakkekinian.wordpress.com

IG: DiskusiEmakKekinian

FB: Diskusi Emak Kekinian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s