Selamatkan Bumi

DEK’s 6th Open Discussion

Tanggal Diskusi  : 20 Januari 2017, 20:00 WIB
Tema Diskusi      : Selamatkan Bumi

Narasumber        : Ines Setiawan
Moderator           : Risfi Aditya
Notulen                : Nina

BIODATA NARASUMBER

Halo selamat malam semua. Perkenalkan saya Ines Setiawan guru Sains, Fisika, dan Biologi di German School Jakarta. Saya juga pendiri social entrepreneurial organization bernama SHINE yang tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan dengan memberdayakan pendidik dan pembelajar melalui serangkaian program-program low budget high impact.

Fokus SHINE dalam mencapai tujuannya adalah 10 masalah global yang meliputi: Air, makanan, enerji, sampah, keragaman hayati, perubahan iklim, kesehatan, keuangan, kemiskinan, dan perdamaian.

MATERI AWAL

20/01/17, 20.00 – Ines Setiawan Shine: Saya senang sekali bisa ikut berbagi dalam diskusi ini. Saya bukan ahli dan banyak kegiatan dapur saya yang belum 100 % ramah terhadap bumi. Tetapi saya ingin berbagi tentang apa saja yang sudah saya lakukan di dapur yang berkontribusi positif terhadap bumi. Saya akan membagi topik ini menjadi 3 topik dapur yaitu dari mana kita mendapatkan bahan bahan yang akan kita olah di dapur, bagaimana kita mengolahnya, dan apa yang kita lakukan dengan sampah yang kita hasilkan.Dari sekian banyak ruangan, Mengapa dapur? Bagi saya dapur adalah simbol kehidupan. Dan banyak aktivitas kehidupan kita berkutat di dapur. Saya ingin membahas subtopik pertama yaitu tentang bagaimana kita mendapatkan bahan bahan untuk kita olah di dapur. Ada beberapa hal mudah yang bisa kita lakukan (dan saya lakukan) untuk menyelamatkan bumi:

1. Berbelanja di pasar tradisionalBerbelanja di pasar tradisional memang kurang nyaman tetapi pasar tradisional sangat hemat enerji karena tidak perlu menggunakan lampu maupun AC.Keberadaan pasar yang hemat enerji ini semakin tergerus karena konsumen seperti kita kita ini lebih memilih belanja di supermarket. Berikut contoh makanan yang saya olah yang berasal dari pasar tradisional.

gbr 1labu

2. Shop local

Kalau bahan bahan makanan kita belum bisa seluruhnya produksi lokalpalingTidak perlahan lahan bisa disubstitusi dengan produk lokal. Kenapa? Produk lokal meninggalkan jejak karbon yang lebih sedikit dari pada produk yang berasal dari tempat yang jauh atau produk import. Kita biasakan bertanya saat membeli dari mana asal bahan bahan makanan kita.

 Moderator : Klo produk lokal tp belanja online, Mba?

Narsum : Kalau alternatif yang lebih ramah lingkungan tidak ada maka belanja online bisa jadi alternatif yang lebih ramah. Misalnya saat saya beli tepung talas di mana supplier nya berada di Bogor.Belanja online masih lebih hemat enerji dan meninggalkan jejak karbon lebih sedikit dibanding saya menyetir ke Bogor dari Tangerang untuk membeli tepung talas.

Moderator : Mba, jejak karbon itu maksudnya dr jumlah bahan bakar yg terpakai kan yaaa? Makin banyak bahan bakar dibutuhkan makin banyak gas buang yg diproduksi kan?

 Narsum : Iya mbak contohnya dari bahan bakar kendaraan tetapi tidak terbatas pada hal itu saja.

3. Meminimalisir belanja bahan makanan pabrikan dan meningkatkan belanja bahan makanan yang segar. Bahan makanan yang diolah lebih lanjut di pabrik berkontribusi besar terhadap berbagai polusin baik polusi udara, air, tanah, dll. Misalnya yang saya lakukan daripada beli saus sambel pabrikan lebih sedikit polusinya apabila saya membuat saus sambal sendiri.

GBR 2saus-sambal

Saya tempatkan di botol bekas supaya tidak perlu lagi melakukan konsumsi berlebihan. Lebih sehat pastinya, karena bebas bahan bahan kimia artifisial.

4. Saat belanja usahakan membawa wadah plastik tahan lama dari rumah.  Indonesia merupakan konsumen plastik terbesar kedua di dunia. Produk produk yang kita beli hampir semua dikemas dalam plastic. Kita menggunakan plastik tersebut rata rata hanya 5 menit tetapi sampah plastiknya tidak hancur di alam selama ribuan tahun. Data dari ecowatch menyebutkan 25℅ ikan di lautan tidak sengaja menelan sampah plastik kita yang sudah menjadi butiran butiran kecil di lautan.

GBR 3IMG-20170120-WA0086.jpg

Moderator : Monggo Mba Hanifah mau tanggapi apa?

Peserta : Tentang produk lokal dan import.tempe misalkan adalah produk lokal asli indonesia tapi mayoritas bahan baku kedelainya dari kedelai import.itu bagaimana ?

 Narsum : Iya benar mbak Hanifah.Di Indonesia karena kita lalai mengenai urusan dapur ini sekarang 90-95℅ kedelai untuk tahu, tempe, dll kita import.Kita import kedelai terbesar dari AS dan kedelai AS mayoritas adalah kedelai GMO hasil rekayasa genetika. Jadi perlu kritis juga melihat produk yang kita anggap lokal.  Petani kedelai lokal sentra terbesarnya di Demak Jawa Tengah.Karena sudah lama konsumen tidak perduli keberadaan mereka semakin tergerus. Berbicara mengenai tempe, saya membuat tempe dari biji bijian lokal non kedelai juga seperti Tempe dari kacang hijau dan dari kacang hitam

GBR 4

IMG-20170120-WA0087.jpg

GBR 5

tempe kacang hitam.jpg

4. Meminimalisir konsumsi daging dagingan.Daging sapi dan kambing adalah daging yang berkontribusi terbesar dalam menyebabkan perubahan iklim. Kita boleh mengkonsumsinya tetapi tidak perlu sering sering dan tidak perlu dalam jumlah yang banyak.Banyak resep resep masakan yang minim daging tetapi tetap lezat dan bergizi.

GBR 6

steak.jpg

Misalnya bakso berikut tidak terbuat dari daging tetapi dari jamur.

GBR 7

bakso jamur.jpg

Kemudian contoh lain makanan tanpa daging tetapi gizinya lengkap dan nyaman di lidah.

Moderator : Berkontribusi dalam hal apa, Mba? Kenapa hanya sapi dan kambing?bagaimana dg rendang?

Narsum : Misalnya untuk menghasilkan 1 kg daging sapi diperlukan 1000 liter air bersih. Untuk menghasilkan 1 kg jamur diperlukan kurang dari 1 liter air bersih.

Moderator : Bukan krn gas buang si hewan ya, Mba?

Narsum : Berdasarkan penelitian mereka kontributor terbesar mbak

Peserta : Dalam pertumbuhannya ya maksudnya?

Narsum : iya, Juga karena memelihara sapi dan kambing menyebabkan dihasilkannya gas yang menyebabkan pemanasan global. Jadi kita tetap bisa makan rendang daging tetapi tidak perlu setiap minggu.

Peserta : Saya di kalimantan, di pasar banyak jual daging rusa.hasil berburu di hutan.mana kita pilih sapi atau rusa?

Narsum : Rusa mbak tetapi tentu jangan sampai menyebabkan kepunahan.Intinya kebutuhan protein kita itu sedikit tetapi daging yang banyak yang pengolahannya salah membuat proteinnya rusak jadi akhirnya kita makan bukan cuma karena kebutuhan tetapi karena nafsu.

 5. Menanam sendiri sebanyak mungkin sayur mayur betapapun sempitnya lahan yang kita miliki. Yang ini efek baik nya terhadap bumi mungkin sudah jelas. Kita beruntung hidup di negara tropis yang bisa produktif menanam sepanjang tahun. Sering kali kita takut mencoba menanam karena kita tinggal di perkotaan yang panas dan gersang. Padahal di tempat yang panas dan gersang seperi Tangerang banyak yang bisa tumbuh selain kangkung, bayam, dan caisim.

 GBR 8

kentang.jpg

Kentang pun bisa tumbuh di Tangerang

GBR 9

sayur sehat.jpg

Kita bisa mulai dari sayur mayur yang muda ditanam dulu supaya semangat.Kalau tidak cukup sinar matahari di rumah, banyak jenis sayuran hijau yang hanya perlu sinar sebanyak 30% saja.

Sekarang tentang subtopik pengolahan makanan di dapur. Ada banyak ide ide kecil yang bisa kita lakukan.

 1. Sering mengkonsumsi makanan segar yang memerlukan pengolahan minimal. Misalnya masak rendang menggunakan sumber daya besar. Kita bisa tetap memasknya di acara khusus tetapi tidak perlu terlalu sering.

2. Tidak membuang buang makananKadang kita terlalu semangat belanja tetapi tiba tiba malas masak. Dan bahan bahan yang kita beli menjadi busuk.

3. Memilih alat alat dapur yang hemat enerji dan sesuai kebutuhan serta tidak lupa mencabutnya saat tidak dipakai.Misalnya kalau keluarga kita kecil dan makanan yang kita buat tidak banyak, oven kecil lebih ramah ke bumi dibanding oven besar.

GBR 10

blender.jpg

Blender tenaga manusia. Ada di pasaran. ini saya beli cuma 66.000

Misalnya masak nasi menggunakan presto lebih hemat enerji karena 15 menit sudah matang.

4. Tidak sering sering mencuci perkakas yang tidak kotor dan usahakan masak yg tidak perlu banyak perkakas.

5. Kalau menggoreng jarang menggunakan minyak yang banyak atau deep frying. Metode menggoreng Korea dengan minyak 1-2 sdm lebih ramah lingkungan  sifatnya masif. Teman teman pernah tahu menggoreng ala Korea? Minyaknya sedikit jadi makanan yang digoreng tidak terendam minyak. Hanya satu bagian kena minyak lalu dibalik .Bahan bahan makanan yang menyerap minyak seperti terong jangan digoreng tetapi dubakar atau kukus saja.

Peserta : Minyaknya sedikit berarti tumis2 ya??

Narsum : Seperti didadarJadi kalau gorengan ditumis sedangkan tumisan cuma dicelup air panas sebentar. Minyaknya ditambahi sangat sedikit setelahnya dan dipilih minyak yang tidak jenuh seperti minyak wijen. Jadi irit minyak

Peserta : Klo goreng ikan, tahu tempe, bakwan sayur itu gimana?..

Narsum : Bisa mbak tanpa dibanjiri minyak ttp renyah

Peserta : Ini pke wajan khusus, contoh seperti teflon p wajan biasa y menggorengnya?Narsum: Tidak pakai wajan khusus juga bisa mbak.

Peserta : bye bye gorengan abang2 dong ya mba

Narsum : He he jangan tiap hari

Kemudian subtopik tentang output limbah kita. Adakah yg sudah memisahkan sampah organik dan non organik? Jadi di Jakarta saja setiap hari dihasilkan 60 ton sampah. Itu hanya dalam sehari. Dari 60 ton sampah per hari 60 % nya adalah sampah organik yg beemanfaat bagi bumi. Tetapi karena sampah organik tercampur dengan sampah inorganik maka penguraiannyà terganggu. Banyak ide pengolahan sampah. Yang paling mudah adalah dijadikan kompos. Kalau tidak sabar menunggu kompos jadi dalam waktu 3 bulan maka bisa pelihara cacing tanah. Cacing tanam memakan sampah dapur apapun yang berasal dari tanaman kecuali yg asam seperti kulit jeruk, dll. Sampah dijamin hilang san menjadi pupuk (kororan cacing) dalam waktu 1 hari saja. Alternatif lain yang saya lakukan di rumah selain memelihara cacing yaitu mengolah sampah untuk media jamur. Sampah kertas dab sayuran hijau terutama.

GBR 11

IMG-20170120-WA0107.jpg

Ini cuma demonstrasi saja dimana jamur mengubah sampah kertas menjadi makanan bergizi.

GBR 12

IMG-20170120-WA0108.jpg

Ini dihasilkan dari sampah kertas dan sayur hijau juha

GBR 13

IMG-20170120-WA0110.jpg

Ini jamur merang dengan media dari kulit, daun dan gedebok pisang

GBR 14

IMG-20170120-WA0111.jpg

Kurang dari 2 minggu sampah berubah menjadi makanan.

GBR 15

IMG-20170120-WA0115.jpg

GBR 16

IMG-20170120-WA0114.jpg

Contoh lain jamur bergizi yang tumbuh di tumpukan sampah organic

GBR 17

IMG-20170120-WA0113.jpg

GBR 18

IMG-20170120-WA0112.jpg

 Kembalikan semua sampah yang kitabhasilkan di dapur dengan baik ke bumi.Siapa bilang dapur tidak bisa menyelamatkan bumi iya kan?

GBR 19

IMG-20170120-WA0119.jpg

GBR 20

IMG-20170120-WA0116.jpg

GBR 21

IMG-20170120-WA0117.jpg

GBR 22

IMG-20170120-WA0118.jpg

GBR 23

IMG-20170120-WA0120.jpg

Sampah pun bisa indah dan bisa memberi kita makanan.

GBR 25

IMG-20170120-WA0121.jpg

GBR 26

IMG-20170120-WA0122.jpg

GBR 27

IMG-20170120-WA0123.jpg

IMG-20170120-WA0124.jpg

Semoga sharing saya yang sedikit malam ini bisa memberi semangat kepada teman teman yang sudah menjalani kebiasaan ramah bumi di dapur. Terima kasih.

*Q and A*

 Q : 1. Perempuan, saya yakin adalah kekuatan dahsyat warga bumi, dalam konteks indonesia, apakah kekuatan perempuan itu feasible untuk menghadang kehancuran ekologis yang berkesinambungan? Dari mana perempuan dapat memulainya? Karena kekuatan perempuan sering dipinggirkan Karena itu saya ingin pertanyaan ini menjadi bukti apresiasi terhadap kekuatan perempuan.  David Efendi, yogya, RUmah baca komunitas

A : Setuju dengan pernyataan Bapak. Sampai saat ini populasi perempuan masih lebih banyak dibanding populasi laki-laki sehingga setiap pilihan hidup kaum perempuan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap bumi.

Q : 2. selamat malam mbak ines. nama saya dewi fatma, asal dari kulonprogo.  saya mau menanyakan masalah energi alternatif pengganti LPG (tabung gas/untuk kompor).beberapa bulan yg lalu tabung gas kecil ditempat saya sulit ditemui. dan harganya pun kian hari semakin mahal. adakah solusi untuk penghematan gas sbg bahan bakar kompor? atau kah ada sebuah penemuan yg sudah teruji dan bisa dipraktek kan di rumah? beberapa yg lalu saya liat di tv.. tepatnya di gunung kidul ada biogas yg bahan nya dari limbah tahu.. ada jg biogas tp bahannya limbah manusia dari wc (pondok pesantren) dan di desa saya jg pernah ada biogas dari kotoran sapi. nah dari beberapa itu.. adakah biogas lainnya?? yg bisa diterapkan di rumah2 mungkin. biar tidak ketergantungan dg tabung gas LPG

 ☝🏻oh iya.. pertanyaan lagi ya mbak. terkait listrik. nah suami saya kan kerja di pembangkit listrik pemerintah. dan pernah suami saya cerita jika misal ada kerusakan dan mengakibatkan pembangkit padam sementara maka kerugian yg ditimbulkan bisa sampai ratusan juta. apakah untuk memproduksi listrik semahal itu? saya pernah nonton di youtube kalau nicholas tesla pernah menemukan alat yg bisa menghantarkan listrik. jd benda2 di sekitar pemancar tersebut(di sekitar medan listriknya) bisa teraliri listrik. dalam percobaan lampu yg di dekatkan alat bisa nyala tanpa kabel. namun penemuan tesla tsb tidak disebarkan luas karena untuk komoditi listrik. karena jika penemuan itu diterapkan bisa jd listrik nggak bayar. dan setiap org bisa menciptakan listrik sendiri (listrik gratis). benarkah? penemuan itu nyata adanya?

A : Salam kenal mbak Dewi. Sebenarnya saya dan teman sedang mengembangkan tanki untuk memproduksi biogas dari sampah dapur (termasuk sisa ayam, ikan, dll) dengan bantuan bakteri. Teknologinya sebenarnya sangat sederhana. Dan gas yang dihasilkan bisa dipakai gratis untuk memasak tetapi kami masih perlu waktu lagi untuk membuat fasilitaa tersebut menjadi kecil, terjangkau masyarakat luas dan cantik dari segi estetika.

Tentang produksi listrik. Sebenarnya untuk memproduksi listrik dengan generator cuma diperlukan 2 hal mbak Dewi, magnet dan solenoid (kabel yang dibuat kumparan). Ini bisa dilakukan di rumah sebagai percobaan dengan anaknanak. Khabar buruknya adalah Untuk barang barang modal seperti magnet dan kumparan untuk membuat generator skala rumah tangga kita masih belum bisa memproduksi sendiri. Khabar buruk lainnya apabila kita mengimpor generator misalnya untuk di pasang di air terjun di desa, generator ini masih dianggap sebagai barang mewah yang dikenai pajak tinggi oleh pemerintah. Akhirnya harganya tidak terjangkau bagi kebanyakan masyarakat.

Tanggapan : yg percobaan tesla td bener ada nya nggak mbak? adakah alat yg demikian? bisa mengaliri listril disekitatnya?

Narsum : Iya mbak Dewi. Percobaan Tesla tentang wireless electricity atau listrik nirkabel pernah dulakukan di tahun 1800an.

 Q : Saya udah lama misahin sampah organik dan nonorganik, selama ini yg sampah organik dibenamkan di tanah.baru aja mau nyoba bikin komposter tp kebayang takut dg belatung dan baunya pasti bikin ribut suami.gimana nih mb ines?

A : Kalau komposnya diaduk setiap 2 hari sebenarnya belatung, dkk tidak bisa mengganggu mbak

Q : 3. Asih, jogja Tren saat ini, semakin alami suatu bahan justru semakin mahal. Bagaimana kita menyiasatinya sedangkan utk produksi atau menanam sendiri kita blm mampu (misal lahan dan waktu yg terbatas)?

A : Benar mbak Asih.Tetapi kita jangan sampai lupa bahwa di jaman nenek moyang kita dulu semuanya organik. Cara menyiasatinya menurut saya kita mencoba mencari tahu penjual yang menjual produk alami dengan harga bersahabat. Kalau kita berbelanja di high end market biasanya memang sangat tinggi harhanya (ada komponen listrik, karyawan, sewa tempat, dll)

GBR 28

IMG-20170120-WA0125.jpg

Ini lamtoro alami yg tumbuh liar di dekat rumah…sumber makanan alami yang gratis.Banyak tanaman liar yang bisa kita makan. Asal lokasi tumbuhnya tidak di dekat sungai yang tercemar bisa kita jadikan sumber makanan alami. Kita sebagai bangsa sudah kehilangan the art of foraging nature atau seni mencari makanan di alam bebas dengan hadirnya kemudahan kemudahan seperti supermarket yang tersebar di mana mana.

Q : 4. Armina Terima kasih atas materinya. Dr bbrp jabaran diatas alhamdulillah sdh ada bbrp yg saya lakukan seperti belanja di pasar tradisional, mengurangi konsumsi daging, dan menggunakan clodi utk anak (pampers sekali pakai hanys dipakai saat keluar rumah).Tapi msh ada bbrp kebiasaan jg yg masih belum bisa ditinggalkan, yaitu menggunakan plastik untuk alas tempat sampah (yg nanti tgl diikat dan dibuang) dan menggunakan tisu (basah dan kering). Apakah utk 2 hal ini bs diminimalisir, dan apa alternatif penggantinya?Selain itu utk mengurangi konsumsi daging apakah termasuk ikan atau tidak? Tks

A : Halo mbak Armina. Saya coba jawab satu persatu. Tissue di rumah saya ganti dengan serbet yang bisa dicuci. Kalau tidak jorok sekali saya tidak membersihkan menggunakan tissue. Kalau wadah sampah berupa plastik usahakan plastik bekas bukan plastik baru. Kalau sampah organik saya pakai mangkok biasa. Begitu penuh langsung dipindah ke compost pile atau dikasih ke cacing Pengurangan konsumsi daging2an termasuk ikan mbak. Untuk protein dari pada kuantitasnya banyak lebih penting variasinya karena makanan yang mengandung protein hampir tidak ada yang proteinnya lengkap. Kita perlu 20 jenis protein/asam amino.

 Q : 5. Rizqia, yogya. Bagaimana dengan plastik yang diklaim degradable spt plastik Indomaret mbak?

A : Plastik yang biodegradable bisa terurai dengan cepat di tanah. Bahan dasarnya adalah polimer dari tumbuhan dan bukan dari minyak bumi. Untuk membuktikan coba dipendam di bak berisi tanah. Dan setiap minggu digali dan dicek kondisi plastiknya

Q : 6. Dinda – Depok Saya dan suami di sukabumi mengembangkan kotoran sapi menjadi bio gas yg digunakan peternak sapi utk mendidihkan susu mentah sehingga layak utk utk dijual. Alhamdulillah ini dapat mengurangi konsumsi minyak tanah yg biasanya mereka gunakan. Tapi entah gimana itu nasib jya sekarang sejak kami tinggal ke depok,, hehehe. Apakah dengan memanfaatkan kotoran sapi itu bisa mengurangi pemanasan global mba?

A : Halo mbak Dinda Iya mbak Dinda…gas yang dihasilkan kotoran sapi seperti methana daripada dilepas di udara begitu saja lebih baik dimanfaatkan untuk biogas.

Q : 7. Dewi – lampung. Mbak Ines,  Itu cara buat tempe dari kacang hijau dan kacang merah apa sama caranya dengan tempe berbahan kacang kedelai?

A : Mbak Dewi di lampung, setiap jenis kacang kacangan proses pembuatan tempenya ada perbedaan. Misalnya kalau tempe kacang hijau , kacang hijaunya harus direndam di air bekas rendaman kedelai kuning yang berlendir. Begitu juga kalau membuat tempe dari daun singkong.

Q : 8.Fera, Depok.  Punya pengalaman mengolah sampah dengan komposter?

A : dianggap sudah terjawab dg jawaban2 atas pertanyaan lain.

Q : 9. mita lampung. Sy drumah menanam bbrapa tanaman untuk kebutuhan memasak, slh satu ny cabai, tapi tidak berbuah, kira2 apa ya pnyebab tanamannya tidak berbuah?dan cara membuat pestisida alami itu bagaimana?serta cara pengolahan sampah organik dari dapur yg benar untuk jadi pupuk seperti apa?

A :  mbak Mita yang di LampungKalau cabai, tomat, dan sayur lain yg beruba buah tidak.keluar buahnya ada dua.kemungkinan: 1. Nutrisi di tanahnya kurang 2. Mendapat sinar matahari kurang dari 8 jam per hari. Pengolahan sampah untuk jadi kompos banyak metodenya mbak. Saya pakai lubang di tanah dan sampah organik ditambah setiap hari dan setiap 3 hari tumpukan sampahnya saya bolak balik pakai garpu taman Pestisida alami bisa pakai jus daun pepaya tetapi selama ini beedasarkan pengalaman saya menjalankan permculture di kebun rumah maupun kebun sekolah, pestisida tidak diperlukan

Q : 10. saya Sensen. mau nanya utk kulwap selamatkan bumi Mba Ines,  jenis sayuran hijau yang hanya perlu sinar sebanyak 30% saja dan ditanam di pot apa saja?

A : Mbak Sensen bisa caisim, kangkung, bayam tentunya tetapi bisa juga berbagai jenis kale, bakchoi, pagoda, mizuna dan sayur berdaun lain.

GBR 29

IMG-20170120-WA0127.jpg

GBR 30

sayuran pot.jpg

Kalau halaman tidak punya, waktu tidak ada, sinar matahari kurang, modal kecil, dsb tetap bis nanam sayur dengan cara microgreen. Setiap 6 hari panen. Investsi waktu 5 menit saja.

GBR 31

sayur lezat.jpg

GBR 32

urap rumput.jpg

GBR 33

sayur pot.jpg

Untuk penghematan sumber daya, sayur di pot bisa jadi hiasan meja juga.

Q : 11. Siwi- Jogja kalau ngegoreng pakai air frying apakah juga menggangu bumi? Mengingat ga pakai minyak tapi pakai listrik yang wattnya lumayan gede

A : Mbak Siwi di Yogya benar. Air fryer memang irit minyak tetapi boros enerji.

Q : 12. Dari penjelasannya, semuanya mesti ‘tersistem’ dari proses pembelian sampai pembuangan limbahnyaGimana pengaturan waktu nya ya? Kayanya mesti belajar biar punya skill dari buat bercocok tanam, mengatur menu untuk mengolah makanannya biar sederhana tp ga membosankan sampai mengelola limbahnya. Apalagi kerjaan sehari-hari ga hanya berkutat di dapurBelum lagi di rumah isinya tidak hanya kita seorang, gimana caranya biar seisi rumah bisa mendukung sistem baru ini? Ayu, Tangerang

A : Halo mbak Ayu di Tangerang, supaya tidak kewalahan kita bisa mulai dari satu hal kecil. Kalau sudah konsisten ditambahi lagi dengan kebiasaan lain. Lama lama kalau sudah terbiasa mudah. Kalau kita ingin mencapi segalanya secara bersamaan akan menguras tenaga

Q : 13. Hani, Kalteng Saya mau tanya tentang menanam.karena sempitnya lahan dan sulitnya memperoleh tanah lalu menggunakan teknologi hidroponik padahal kan hidroponik juga tdk ramah alam krn pupuknya dari bahan kimia,import lagi bahan bakunya.bisakah ini tetap jadi pilihan mengingat mudah pula perawatannya gak perlu nyiram.misalkan sy pakai bungkus minyak goreng(memanfaatkan sampah dapur anorganik) untuk wadah hidroponik yg disusun di rak vertical bukan pakai pipa2 yg jelas banyak energi memproduksinya

A : Mbak Hani di Kalteng pupuk cair untuk hidroponik bisa dibuat secara organik di rumah Menggunakan rumput laut, air, kompos, gula jawa yang kemudian di aerasi selama 3 hari. Murah dan mudah. Hidroponik bisa didesain macam.macam. vertikal juga bisa, tinggal disesuaikan kekuatan pompanya. Pakai bambu bisa mbak. Kalau pakai bungkus minyak goreng menurut saya lebih cocok untuk pot biasa karena terlalu lembek untuk hidroponik.

Tanggapan : Bu ines, bisa lebih detail resep nutrisi organik u hidroponiknya berikut takarannya..diaerasi itu maksudnya diapakan?trus bisakah diaplikasikan u hidroponik sistem sumbu yg airnya tergennag(tanpa listrik)

A : Mbak Hanifah bisa google ines setiawan compost tea wix ya. Ada di blog resepnya

Q :  14. Indi, Cirebon. tanam di rumah mba Ines dgn hidroponik atau media tanah?

A : Dirumah saya keduanya ada, ditanah dipot,di dinding dan di pipa hidroponik.

GBR 34

kelor.jpg

Kelor adalah contoh tanaman bandel yang tidak perlu perawatan padahal gizinya luar biasaTanam kelor di tanah2 kosong di sekitar rumah maka tanpa repot apapun kita dapat sumber gizi berlimpah

GBR 35

goreng dg 1 sdm.jpg

Ini contoh menggoreng dengan minyak 1 sdm saja

 Tanggapan : Dg minyak 1 sdm apakah proses memasaknya jd lebih lama? Ada link yg bs dipelajari at kata kunci yg bs digunakan utk mencari cara menggoreng dg 1 sdm minyak mba Ines?

Narsum : Tidak lama juga mbak Sentani. Bisa dicoba.

 Q 15 : Mb ines bilang dg permakulture hampir tanpa perlu pestisida.plant companion adalah cara terbaik dan ramah alam untuk menghindari hama dan penyakit.tapi terus terang mb ines, plant companion yg sy baca kebanyakan dlm bahasa inggris , tanaman nya bukan tanaman indonesia.yang baru sy terapkan plant companion brokoli, kol, bawang prai,tomat.selebihnya istilah orang kalimantan”mangaradaw” alias sembarang campur aj gak ada ilmunya.saya minta penjelasan mb ines ttg plant companion ini untuk langsung sy terapkan…Begitu juga tentang kompos teh mb ines menggunakan rumput laut asli atau yang dibeli kering di pasar? Bagaimana kemungkinan kandungan garam nya?

A : Saya beli rumput laut dari korea mbak.  Murah sekali yang belum diolah. Pakai nya juga sedikit. Plant companion yang saya terapkan cukup acak mbak. Pokoknya saya hindari menanam satu jenis sayur dalam kerumunan besar.

Tanggapan : Apkah tdk ada rumput laut lokal mb?atau beda kualitas dg rumput laut lokal?.kallo sy mau beli jg dimana belinya mb ines?saya gk sabar mau nyoba bikin kompos teh u hidrponik sy..kebetulan gelembung dan pompa aquarium lagi menganggur u aerasinya krn ikan di aquariumnya diisi anakku ikan laga gk butuh gelembung udara… Dan bisakah mb ines sebutkan secara spesifik plant companionnya yg udah mb terapkan itu…

 Narsum : Kalau plant companion saya tidak pakai aturan ketat mbak. Kalau plant companion saya tidak pakai aturan ketat mbak. Rumput laut lain yg diproduksi sini bisa mbak tapi yang hijau

 Q 16 : Mba ines.. Bisa lebih diperjelas mengenai pengolahan limbah kertas menjadi jamur, mulai dari step by step nya juga sumber bibit nya. Bibit yg jamur yg digunakan apakah dari jamur yg biasa dibeli dipasar atau bagaimana mba..??Terima kasih.

A : Di atas sudah saya posting gambarnya mbak Yuli. Bisa dari jamur pasar yg masih segar diambil jaringan sterilnya. Karena jamur bukan tanaman maka budidayanya berbeda.

Tanggapan : Jaringan sterilnya itu yg bagian mana nya ya mba ines…?

Narsum : Jaringan steril yang tidak kena pengang tangan. Yang tidak terekspose udara.

Tanggapan : Seperti bagian dalam pada batang jamurnya kah mba ines..??

Narsum : Iya seluruh bagian jamur yg kita makan adalah sel miselium yg hidup. Kalau ada cukup makanan dan tidak dikontaminasi bakteri/jamur lain pasti berkembang cepat dalam beberapa hari

Q 17 : Satu lg kalo mau bikin tempe bisakah bibitnya dari tempe yg sudah jadi di pasar dan bagaimana cara menggunakannya.soalnya ragi tempe disini gak ada dijual kemasan kecil.

A : Mb heni bantu jawab ya,ilmu dari mb ines ragi tempe bisa dibuat dari tempe yg sdh ada dipasaran.caranya dipotong2 dijemur lalu diblender> jadilah ragi tempe.Atau jika mau yg organik bisa pakai daun waru/ daun jati jadi tdk memerlukan ragi lagi mba.Begitu sepanjang pengetahuan saya.Mohon dikoreksi mb ines☺. Oh iya…sisi daun yg digunakan yg ada bulu2 halusnya itu mba heni

Narsum :  Iya benar jawaban mbak Richie tetapi perlu diperhatikan yg bisa dipakai jadi ragi adalah tempe yg sudah meledak sporanya. Ada hitam hitamnya. Kemudian menjemurnya di tutupi supaya tdk kontaminasi            

 

Advertisements

2 thoughts on “Selamatkan Bumi

  1. sanndi says:

    Berawal dari hal hal kecil dan sederhana yang kita lakukan bisa berdampak baik dan positif bagi kelangsungan kehidupan di bumi.
    Artikelnya menginsfirasi mba, terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s