Mengenalkan Alam lebih dekat kepada Anak

Tanggal Diskusi     :  2 November 2016
Tema Diskusi         : Mengenalkan Alam lebih dekat kepada Anak
Nara sumber          : Drh. Nyomiez
Moderator               : A. Shaidra
Notulen                   : Nina

BIODATA NARASUMBER
Nyoman Sakyarsih adalah ibu satu anak yang berprofesi sebagai dokter hewan. Ia sudah membawa anak lelakinya Max (3), menjelajah 16 gunung di Indonesia. Tribun melansir, aktivitas menantang ini mereka lakukan sejak Max berusia 5 bulan. Kala itu mereka mendaki Gunung Bromo. Itu adalah pendakian pertama Max, dan pendakian pertama dengan bayi bagi Nyoman.
Pada pendakian kedua Max berusia 15 bulan. Berdua mereka menaklukkan Gunung Batur. Selanjutnya, mendaki Prau dan Sikunir di dataran tinggi Dieng saat Max berusia 18 bulan.
Pendakian berlanjut ke Gunung Agung dan Gunung Ijen saat Max berusia 1 tahun 8 bulan. Gunung Papandayan juga pernah ia daki ketika Max masih berusia 1 tahun 9 bulan.
Berdua, Nyoman dan Max mendaki Gunung Rinjani saat Max berusia 1 tahun 11 bulan. Juga bukit Gunung Batu Jonggol ketika Max berusia 2 tahun 3 bulan.
Sebulan kemudian mereka mendaki Gunung Merbabu. Dua bulan setelahnya, Gunung Semeru, kemudian Gunung Dempo ketika Max berusia 2 tahun 8 bulan.
Setelah itu, Nyoman dan Max menaklukkan Gunung Tambora. Berdua mereka juga mendaki Puncak Argopuro dan Puncak Rengganis Gunung Argopuro ketika Max berusia 3 tahun 1 bulan. Ini adalah penjelajahan ke-13.
Dalam akun Instagram, Nyoman berbagi kisah. Menurutnya ujian terbesar mengajak Max yang balita bukan perkara menggendongnya dalam ransel. Tantrum lah yang menjadi momok pendakian. Ketika Max menangis dan menjerit karena keinginan tidak terpenuhi.
Meski menuai pro kontra, bagi Nyoman mendaki bersama Max sejak bayi bertujuan baik. Nyoman ingin mengenalkan dunia yang indah, bukan sekadar gawai dan teknologi. Nyoman pun merasakan salah satu manfaat dari mendaki gunung, lebih dekat dengan sang buah hati.
(Sumber: Beritagar.com)

PENGANTAR DISKUSI
Terimakasih atas kesempatan yg diberikan. sekarang ini max, anak yg biasa sy aja ke gunung sudah menjelang usia 4th di bulan desember nanti. Ya awalnya memang tidak begitu yakin sampai kapan dia akan menyukai aktivitas liburan kami yg kurang biasa.  Tapi ternyata dia semakin menikmatinya, namun makin banyak kendala memang terjadi jauh lebih sulit dibanding awal pendakian kami di usianya yg hanya 5bln.Bisa sharing informasi saja krn sekarang makin banyak keluarga yg membawa anaknya berlibur dengn cara serupa bahkan lebih muda usianya.

*Q and A*
Q : Mbak Nyomie, boleh tahu alasan Mbak waktu pertama kali memutuskan ajak Max naik gunung?
A : ya waktu itu sudah hampir 5th memutuskan berhenti naik gunung. Memang sangat butuh liburan krn walaupun masih berusia 5bln sejak hamil dan merawat max tetap sambil bekerja setiap hari dengan penuh tekanan. Jadi pilihannya adalah liburan yg lebih bikin fresh. Waktu itu ada tawaran client yg bikin open trip ke bromo tp kami tdk ikut tripnya tapi numpang transport ke bromo saja menyusul ditengah jalan. pertimbangannya bromo sangat dekat dengan kota dan trekking tdk lama, dingin dan kemungkinan pasir atau debu.
Semua kuperhitungkan termasuk dalam p3k utk emergency. itu hanya liburan yang inducenya memang karena stres namun dipertimbangkan dgn detail tidak direncanakan berlanjut sampai gunung2 lain tapi ketika saat trekking max sangat menikmati bahkan tidak aku berhenti berjalan ketika digendong, barulah kupikirkan untuk memiliki gendongan yg lebih safety. Kemudian mulailah kita ke gunung2 pendek yg bisa dilakukan dengan tektok tanpa menginap
Q : Dari pengalaman pertama itu rupanya Max menikmati perjalanan naik gunung yaa?
Nah di perjalanan2 berikutnya, beriring usia Max makin bertambah hal apa yang mbak perkenalkan ke si kecil lewat kegiatan naik gunung?
A : ya banyak hal sampai dia mulai ingin berjalan sendiri dipendakian kita di rinjani Usianya baru 1th 11bulan. Tentu saja semua anak berbeda tapi aku melihat kemampuannya yg tidak bisa kulihat di rumah dalam kondisi biasa saja penuh kemanjaan. Dia lebih tabah, dia sangat hati2 dalam melangkah, dia bisa menjaga kebersihan membuang sampah pada tempatnya, bahkan mulai tidak menyukai popok. Max termasuk anak yg sangat aktif,  banyak orang yg bertemu dia ga menyangka kalau anak spt dia bisa dibawa ke gunung. karena mengurusnya di rumah saja sudah sulit tapi dia belajar paham dengan kondisi yg sulit walau tetap ingin main. Setelah 3th memang dia tak sabar selalu menunggu liburan berikutnya malah kalau sakit sebelum berangkat dia langsung sembuh seketika di gunung karena begitu senangnya. Memang sangat sulit tapi karena dia menyukainya ya pendakian2 ini terus berlanjut padahal aku sendiri sudah berencana pensiun krn awalnya lebih suka arung jeram dan susur goa ketimbang mendaki yg cukup melelahkan dg  badan sekecil ini
Q : Bagaimana dengan proses Max mengenali alam dan lingkungannya lewat aktivitas naik gunung? Apakah dia aktif bertanya macam-macam, atau ada upaya juga dari mbak misal sambil jalan juga bercerita soal tempat yg dikunjungi, tumbuhan yang dilihat, dll?
A : max mengalami speech delay, keterlambatan bicara dan hiperaktif energinya terlalu besar. Dia selalu ingin belajar dengan caranya sendiri dan sebenarnya takut dengan hewan2 melata. tapi dia memang senang jalan2, walaupun lama dalam gendongan dia tetap menikmati asal jangan terlalu lama berhenti dan dijaga tidak lapar, dan sekarang dia mampu berjalan sendiri di trek sulit, kecuali dihalangi genangan air, becek mengotori sepatu dan pakaiannya terlalu parah baru dia akan minta digendong.Jadi memang dia tidak bertanya tapi dia mengexplore sejauh dia berani.  Kadang jg tidak berani kalau tdk ditemani. Untuk perjalanan kami sejak latimojong kemarin aku lebih fokus pada perkembangan emosinya krn dia termasuk anak yg emosional dan berkeinginan sgt kuat nyaris tidak bisa dilarang. Disitulah mendaki selanjutnya menjadi lebih berat ketimbang pendakian kami sebelumnya
Q : Hi drh.Nyomie, saya Liya, anak saya 1,5 thn.
Usia brapa anak2 sudah bisa memahami saat kita perkenalkan dgn alam dan hewan? Untuk di daerah Jatim, adakah tempat yg recomended untuk mengenalkan alam kpd anak2 ?
Terima kasih
A : iya memang banyak kendala ketika anak banyak maunya tapi dia bukan anak yg minta pulang, hanya minta terus berjalan atau terus berpindah tempat. Usia 1.5th itu ideal kalau diusia segitu bisa juga diajak ke daerah batu malang, air terjun atau pinggir kali dengan bebatuan, atau camping2 di camping ground sebenarnya jauh lebih aman. anak cenderung lebih suka berada di udara segar. bisa juga diajak ke kebun binatang prigen. Itu untuk pengenalan. Aku selalu menanamkan perjalanan itu sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pengenalan tidak harus langsung mendaki ke gunung tinggi. Ada anak yg akhirnya tidak nyaman meminta pulang dan belum lagi bila suhu dan cuaca terlalu ekstrim. Itu hrs diantisipasi semua oleh krn itu harus mengenali bertahap spt max pertama main di tempat yg mendaki 2jam mendaki 5jam tektok kmudian menginap 1 hr menginap 3hr kmudian 5hr baru kami brani mencoba ketinggian lebih
Q : kalau 1,5 tahun itu usia ideal yg sama juga mbak untuk anak mengenal hewan? Selain mengenal alam?
A : hewan ya tentu saja, kalau max justru sedari bayi sudah mengenal hewan tapi dipilih yg aman dan dekat dengan anak krn banyak hewan justru tidak suka dengan anak kecil krn takut diganggu. Dan saat itu bisa ditanamkan jangan sampai melukai hewan krn feedbacknya bisa balik melukai.
1.5th sih memang masih sulit enaknya kalo sdh bs diajak ngomong tp semuanya sbnrny bisa diajarkan sejak dini
Q : Mba Nyomie… saya Yula ibu dari raisa (5) dan rayhan (11bln). Pas max masih bayi perlengkapan apa aja yg Mba bawa? Kan klo naik gunung bawaannya harus minimalis bgt. Atau nyewa carrier mba?
Pertanyaan Mbak Yula, senada dengan pertanyaan darinMbak Irna yang sudah japri saya.
perkenalkan saya irna. mau bertanya.Peralatan keamanan dan kesehatan apa saja yg disiapkan untuk perjalanan naik gunung bersama max?

A :  kalau bayi 5bln waktu itu ga pakai carrier khusus gendong anak tp kalo 2 anak itu pasti jauh lebih repot yg penting suami ikut ya dan kalau bs bersama tim jd bisa antisipasi handle kalau butuh 2 orang menjaga 1 anak.  Optimal perjalananku sampai sekarang adalah 1 carrier 60lt, 1kid carrier dan 1 daypack 25lt. Krn kita sering cuma berangkat berdua dan dijemput teman perjalanan di bandara ketika tiba jd hrs seminimalis mungkin. kalau dulu optimal di jumlah popok. sekarang baju ganti. peralatan keamanan ada yg tergantung medan. ada pula p3k standar.
P3k standar itu semua obat yg sakitnya bisa diderita anak dan dewasa tapi dalam kemasan kecil semua: obat diare, demam, sembelit, flu, masuk angin, keracunan, radang, luka, sariawan, gatal, alergi, vitamin dan minyak2 penghangat. : sleeping bag duckdown, thermalbivy, termos, bila perlu helm (track berbatu), trekkingpole, webbing n carrabiner untuk yg lebih extrim.  Jaketpun ada bbrp antisipasi basah kehujannan jd smua baju yg kira2 kalo dijemur cpt keringnya. yg repot anak seusia tanggung ini justru mengatasi kemungkinan cidera. Banyak sbnrnya cuma listnya kmrn sudah smpt kubikin di ppt talkshow  outfest kmrn nanti coba kucari. cuma yg kmrn ada yg ga kukeluarkan ya seperangkat alat penghenti luka krn cuma dokter yg bisa melakukan. tadinya kupkr ga seberapa penting walau kubawa setiap mendaki tp berhubung kmrn max cidera terjun bebas dirmh ya tetap harus antisipasi utk usia berkisar 4-7th mgkn rawan cidera. paling tidak harus ada cairan steril dan perban2 untk menutup luka. Pdhl di gunung dia ga pernah cidera berat hanya lecet2 kecil malah dirumah kejadiannya
Q : Selama pendakian max pernah sakit? Ceritain dong bu Nyomie
A : kalau sakit pas naik dia sdh bbrp x flu tapi saat turun flunya sembuh. Sepertinya untuk max pertimbanganku ya krn dia senang jalan2 jadi imunitas tubuhnya berkembang sgt baik diperjalanan jadi lebih happy dan cepat sembuhnya. Pernah kita hampir membatalkan perjalanan krn sehari sblmnya main dirmh neneknya malah demam diare dan muntah tapi dia tdk ingin batal malah tidur didepan pintu menjaga carrier dan org supaya tdk pergi tanpa dia. setelah kuatasi demam tingginya kita tetap berangkat dengan pertimbangan bila masih demam tinggi kita tidak mendaki mgkn hanya main di kaki gunungnya tp ya ternyata dia tdk demam lagi bahkan kuat mainan hujan. tapi ya kembali lagi setiap anak berbeda jd jgn dipaksakan kl menunjukan tanda kurang sehat

Q: Apakah ada kondisi yang berbeda yang mempengaruhi karakter anak saat dia sudah mengenal alam bebas sedari kecil? Selain mungkin jadi lebih berani dari anak2 seusianya di waktu yang sama
A : kalau dari max sih tidak bisa dibilang lebih berani krn mendaki ya krn dia anak yg penuh perhitungan. aku cuma berusaha menanamkan kondisi2 dimana kita serba terbatas, supaya tidak susah makan, menjaga kebersihan dan menurut pada orangtua. Krn kalau sulit diatur akan mempersulit orang banyak dia belajar lebih mandiri memang  jauh lebih cepat.dia juga mudah beradaptasi pada lingkungan baru baik cuaca dingin ataupun panas tidak rewel. Tidak semua keinginannya di gunung harus dipenuhi disitulah aku brusaha mengajarkan dia untuk meredam emosinya, dia terlalu senang berada di tenda sampai tidak mau tidur saat sudah sangat larut dan dia mulai menyesuaikan dia terpaksa harus tidur. Terakhir di kerinci bahkan dia sudah hapal bangun jam 3 pagi utk summit attack pdhl dirumah jam 8 aja susah bangunnya
Q : Akan ada hal-hal yang dipelajari anak saat berada di alam yang bisa melatih kepribadiannya di lingkungan sosial. Ada juga proses adaptasi yg otomatis timbul saat dia ada di alam bebas ya mbak?
A : iya semakin lama semakin berkembang, kedepannya nanti aku jg akan memintanya untuk menyiapkan apa saja yg dia butuhkan. kepribadiannya dilingkungan sosial jg berkembang baik dia cepat bergaul walau lebih cepat dg yg usia lebih tua ketimbang seumuran
Q : Wah iya semakin menarik ya mbak, semakin tumbuh Max akan makin dilibatkan dalam proses persiapan pendakian.
Mungkin diskusi pagi ini dicukupkan sampai di sini. Terima kasih sekali buat Mbak Nyomie yang sudah berkenan meluangkan waktunya dan bercerita. Sebelum benar-benar ditutup, ada yang ingin disampaikan lagi mbak terkait diskusi kita pagi ini?
A : ohya maaf agak lama. iya kalau dariku ya disesuaikan saja dengan kemampuan dan keinginan si anak. krn beberapa yg ekstrim jg banyak terjadi dan melaporkan pdku ya terlalu bersemangat sampai si anak kelelahan dan jangan remehkan alam. semua bisa mengalami kondisi ekstrim. terakhir ada cerita anak bayinya sampai tak henti menangis diperjalanan mendaki lawu.makanya banyak yg kontra dgn aktivitas spt ini . kalau sebatas mengenalkan alam memang jauh lebih mendukung perkembangan karakter ketimbang hanya dirumah atau dimall
mgkn itu sdikit sharing yg bisa kusampaikan makasih atas atensi semua dan undangannya. semoga sukses ibu2 semua.
Momod : Noted, Mbak. Terima kasih banyak untuk berbagi ceritanya hari ini. Semoga kegiatan mbak hari ini lancaaar, titip salam untuk Max juga ya mbaaak heheheSemoga selalu sehat dan makin tangguh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s