Mengenal Bipolar [Part 1]

DEK’S 2nd Open Discussion

Tanggal Diskusi : 18 November 2016, 20:00 WIB
Tema Diskusi     : Bipolar
Narasumber        : M.Novviliant
Moderator            : Mba Karima, Mba Mariana, Mba Hana, dan Mba Nina
Notulen                 : Silvia Rahayu

PENGANTAR DISKUSI

Gangguan bipolar
By M.Novviliant

Definisi
■ Merupakan gangguan mood (suasana hati) yang ditandai dengan hadirnya (atau riwayat) manic episode, mixed episode, atau hypomanic episode, yang disertai dengan hadirnya (atau riwayat)  major depressive episode.

Episode Mania
■ Keyakinan diri yang membumbung tinggi
■ Menurunnya kebutuhan tidur
■ Lebih banyak bicara daripada sebelumnya
■ Mudah terdistraksi
■ Meningkatnya aktivitas bertujuan (aktivitas sosial, kerja, seksual)

 

Episode Depresif
■ Afek depresif hampir setiap hari
■ Kehilangan minat pada sebagian besar aktivitas
■ Peningkatan  atau penurunan berat badan secara signifikan (tanpa diet)
■ Insomnia atau hypersomnia
■ Kelelahan  hampir setiap hari
■ Perasaan tidak berharga dan bersalah hampir setiap hari
■ Penurunan kemampuan berpikir atau berkonsentrasi
■ Pikiran berulang tentang kematian , atau muncul ide bunuh diri

Penyebab
■ Belum diketahui secara pasti, namun dugaan mengarah pada ketidakseimbangan neurotransmitter dalam otak
■ Ada beberapa faktor resiko, antara lain :
– Negative cognitive style
– Tipe kepribadian : extraversion & neuroticism, pasif-agresif Kecenderungan perfeksionis dan high-achiever
– Pengalaman traumatis di masa kecil
– Riwayat gangguan panik dan gangguan kecemasan
– Stress yang signifikan
– Penyalahgunaan zat

Kondisi yang Mirip
■ Schizophrenia à merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan adanya halusinasi dan waham
■ Mood swing
■ Kepribadian borderline

Penanganan
■ Psikoedukasi (klien & keluarga)
■ Mengontrol emosi dan mood à Mood monitoring
■ Cognitive Behavioral Therapy
■ Strategi Coping yang adaptif
■ Mindfulness
■ Meningkatkan spiritualitas
■ Meningkatkan kualitas hidup
■ Family therapy

PROFILE NARASUMBER
Nama                         : M. Novvaliant Filsuf Tasaufi
Panggilan                  : Ali
Status pernikahan   : menikah
Jumlah anak : 3 anak
Pendidikan               :
S1 psikologi UGM
S2 Magister profesi Psikologi UGM
Alamat                       : yogyakarta
Aktifitas                     : Dosen fak. Psikologi UII

Keterangan :
P : Pemateri
M1 : Moderator1 (Mba Karima)
M2 : Moderator2 (Mba Mariana)
Pd : Peserta Diskusi
T : Tanggapan

Tanya Jawab :

M1 : Assalamualaikum mas ali. selamat datang di open diskusi mengenai bipolar.
diskusi ini akan di moderatori oleh mbak karima
dan saya mariana sebagai co. momod.
P : sudah dapat materinya ya?
pada intinya, gangguan bipolar itu merupakan salah satu jenis gangguan afek/mood atau suasana hati, dimana dapat memberikan dampak yang cukup signifikan dalam menjalani kehidupan sehari2
mohon maaf kalo masih menggunakan istilah2…
istilah2 yang agak susah dipahami
gangguan afek atau suasana hati sebenarnya ada beberapa
ada yang namanya gangguan unipolar –> depresi (uni=satu, polar=kutub)
sementara kalo bipolar (bi=dua, polar=kutub) sehingga dalam satu episode (kejadian) bipolar, terdapat dua kondisi suasana hati yang sangat berlawanan, yakni mania dan depresi
kondisi mania, sudah saya bahas di slide, Keyakinan diri yang membumbung tinggi, Menurunnya kebutuhan tidur
Lebih banyak bicara daripada sebelumnya
Mudah terdistraksi Meningkatnya aktivitas bertujuan (aktivitas sosial, kerja, seksual)
lalu diiringi dengan kondisi yang sangat berlawanan, yakni depresi dengan gejala Afek depresif hampir setiap hari
Kehilangan minat pada sebagian besar aktivitas, Peningkatan  atau penurunan berat badan secara signifikan (tanpa diet)
Insomnia atau hypersomnia, Kelelahan  hampir setiap hari, Perasaan tidak berharga dan bersalah hampir setiap hari, Penurunan kemampuan berpikir atau berkonsentrasi, Pikiran berulang tentang kematian , atau muncul ide bunuh diri

mungkin itu dulu pengantarnya

SESI 1

Q1 : Assalamualaikum
Bagaimana mendeteksi bipolar?
Kerabatku ada yg secara gejala mendekati bipolar. Dan ini sudah mengganggu rumah tangganya. Kami sebagai kerabat bingung. Klo misalnya diajak berobat khawatir ybs tersinggung. (Mba Risfi)
P : untuk mendeteksi gangguan itu bipolar atau bukan,kita bisa mengenali melalui manifestasi perilaku yang muncul, apakah sesuai dengan yang telah saya sebutkan di atas dalam waktu minimal 2 minggu berturut2… sebaiknya memang perlu diajak berkonsultasi dengan profesional… alternatifnya sebelum ke dokter sebaiknya ke psikolog terlebih dahulu untuk memetakan apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini memang masih menjadi stigma di masyarakat, jika akan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, berarti kejiwaannya terganggu… padahal semua manusia pasti pernah mengalami gangguan jiwa…
sehingga memang membutuhkan kesabaran ekstra dalam memberikan pemahaman… oh ya, mungkin perlu diberi batasan, gangguan jiwa itu seperti apa…dalam konteks psikologi, dinamakan gangguan jika mengalami
Kesulitan untuk menyesuaikan diri (maladjustment)
Tidak diterima secara sosial (social unacceptability)
Merasakan ketidaknyamanan (discomfort)
M : silahkan mbak risfi, apakah ada tanggapan?
Q1 : Satu2nya cara utk mendeteksi dan menyembuhkan harus diajak ke sana ya?
P:  kalau mendeteksi bisa kita yang melakukan… ada kondisi mania atau tidak…
Q1 : Ybs emosinya berubah drastis. Bahkan skrg suami dan org terdekat sudah ga mau tau lagi. Krn ybs bisa memaki dan melakukan tindakan di luar prediksi tp sesaat jd manis lagi.
P : seperti bersemangat tiba2, menghambur2kan uang dsb… ada episode depresinya atau tidak…
P : dalam slide tadi, saya sempat memberikan gambaran kondisi yang mirip dengan bipolar… tindakan yang di luar prediksi itu seperti apa?
P : karena schizophrenia (gangguan jiwa yang berat) juga ada situasi di mana emosinya berubah drastis
Q1 : Skrg krn rumah tangga mulai terpengaruh, seringkali mengeluh jd istri ga berguna.
P : apakah ybs pernah ngomong sendiri?
P : atau tertawa sendiri?
Q1 : Sepertinya nggak.
P : untuk lebih pastinya terkait deteksinya, memang sebaiknya melibatkan profesional… oh ya, perilaku di luar prediksi itu contohnya seperti apa? perilaku manis itu maksudnya gmn?
Q1 : Skrg ybs sering terlihat malas2an. Bangun siang. Berjam2 di kamar.
Q1 : Contoh kasus, dg pembantu, tanpa sebab memaki dan menuduh pembantunya merusak pakaian dan marah2 dg luapan emosi yg sprti ga terbendung.
Di saat si pembantu masih menangis krn tuduhannya, ybs bs tertawa terpingkal2 nonton acara tv
P : sepertinya bukan ke bipolar….tapi gangguan lain terkait dengan perilaku agresi dsb… sebaiknya diperhatikan perilaku yang signifikan itu apa saja

Q2 : Irhamna
Assalamualaikum, saya nana asal Sidoarjo
yang ingin saya tanyakan, untuk mengetahui seseorang mengidap bipolar, apakah cukup menilai sendiri ataukah harus datang ke psikiater atau psikolog?
Terimakasih sebelumnya
P: untuk penanya kedua, bu Irhamna : sebaiknya konsultasi dengan profesional, karena bagi orang dengan bipolar, akan sangat susah untuk menyadarinya… ia memerlukan orang lain yang cukup objektif untuk bisa menunjukkan apa yang terjadi pada dirinya… selain itu, konsultasi dengan profesional akan membantu terkait dengan intervensi yang barangkali membutuhkan sisi medis (selain psikologis)
Q1: profesional disini ke psikolog ya Pak Ali? bukan Psikiater?
P : profesional artinya yang lebih paham akan keilmuannya dengan sertifikasi tertentu seperti dokter, psikolog, psikiater

Q3 :Suami sy pemarah, mudah tersinggung, egois, gengsian, tdk bisa kendalikan emosi, cepat frustasi, tidak sabaran…. Sekarang nurun ke anak sy yg kecil laki2 7 tahun, dari kecil sudah tantrum…. Apakah ini turunan dari bapak nya atau hanya karena dari pola asuh bapak nya ….
Oia, suami sy juga sering bilang pingin mati
P : pertanyaannya, apakah itu bipolar atau bukan? sepertinya bukan… karena itu cenderung pada gangguan emosional yang tidak stabil… keinginan untuk mati  kemungkinan karena merasa frustrasi dengan kehidupan yang dijalaninya… apalagi jika memiliki karakter yang suka memendam permasalahan… stereotype laki2 jangan sampai menunjukkan emosinya bisa jadi bumerang yang justru membuat laki2 jauh lebih emosional daripada wanita

Q3 : Beda nya dimana pak antara yg bipolar dngn gangguan emosional ini ?
Q3 : Untuk pola asuh ke anak sy bgmn saya pa ?
Sampe skr anak sy masih tantrum
P : bipolar terdapat dua kutub yang berlawanan tadi dan ada pola episodenya… misal minggu pertama bulan NOvember, sangat bersemangat, menggebu2, lalu sebulan kemudian masuk ke fase depresi sehingga kehilangan gairah hidup
sementara gangguan emosional yang tak stabil ini lebih disebabkan adanya respon yang kurang tepat saat dihadapkan permasalahan, seperti marah2 ketika mencari kacamata, tapi ga sadar kalo kacamatanya sudah dipakai sendiri….
terkait dengan pola asuh, tentu orgtua perlu memberikan contoh yang sesuai sehingga anak dapat meniru respon orgtua dalam menghadapi permasalahan kehidupannya… tantrumnya anak sebaiknya tidak dituruti karena memiliki potensi menjadi reward bagi anak untuk mengulang tantrum berikutnya

Q4 : Apakah seseorang yang dikatakan bipolar disorder itu harus menunjukkan seluruh gejala2 yg disebutkan dlm materi diatas? Jika seseorang memiliki sebagian dari gejala diatas (dlm materi pertama) apakah ada kemungkinan berlanjut hingga menjadi bipolar disorder? (Nisa)
P : tidak harus semua muncul… sebagian saja muncul itu sudah menjadi alarm bagi sekelilingnya… jika tidak ditangani lebih anjut, tentu dapat berakibat lebih parah, bahkan sampai schizophrenia…. sebagai gambaran, penghuni RSJ mayoritas diisi oleh ODS (Orang Dengan Schizophrenia)

Q5 :  Yang dimaksud swing mood dalam bipolar itu bagaimana ya pak? Karena saya termasuk orang yang mudah sekali berubah mood. Dan biasanya melakukan sesuatu sesuai mood. Beberapa ciri di atas juga ada yg cocok, seperti mudah depresi atau menjadi sangat bersemangat.
Hanya saja saya merasa kalau saya selama ini dapat menyembunyikan hal tersebut sehingga tidak terlalu mencolok di depan umum.
Tapi, beberapa bulan kemarin ada sebuah kejadian yang membuat saya agak kurang dapat mengendalikan diri.
Pertanyaannya apakah saya termasuk bipolar?
Jika iya bagaimana cara mengatasinya?
Apakah ada terapi atau obat khusus yang dibutuhkann (Rimrim)
P : jadi begini, mood swing dan bipolar adalah dua kondisi yang sangat berbeda meskipun manifetasinya mirip
bedanya adalah, bipolar merupakan gangguan, sementara moodswing itu kondisi yang relatif normal karena situasi tertentu…contoh moodswing, nyiapkan kue tart untuk pasangan (suami/istri) dengan niatan untuk kejutan, tapi kue belum diterima oleh pasangan, kuenya sudah berantakan gara2 si kecil…moodnya tentu berubah, namun ini sangat mudah dipahami
sementara bipolar itu gangguan yang lebih kompleks, episode mania-nya dapat membuat org jadi sangat boros, tidak kenal waktu dan sgt mudah bersosialisasi, lalu ketika sampai di fase depresi, berusaha menarik diri dari lingkungan… beberapa kejadian jika memang itu signifikan, tentu dapat dipahami jika membuat seseorg kehilangan kontrol… jangankan peristiwa berat, peristiwa yang relatif rutin seperti teringat dengan jemuran yang lupa diangkat, cukup bisa membuat seseorg kehilangan kendali… artinya, kondisi itu bukanlah gangguan, tapi reaksi normal pada situasi yang tidak normal… saya rasa belum perlu menggunakan obat
M : bagaimana mbak rimrim, ada tanggapan?
P : semoga bisa dipahami
Q5 : Baik terima kasih pak Ali, saya perlu mencerna dlu nih penjelasannya. Terima kasih banyak:)
Q5 : Mood swing jadi sebetulnya tidak berbahaya ya pak?
P : tidak berbahaya bu :):)
P : asal jangan sering2 (tiap 6 jam misalnya)

Q6 : Kk ipar sangat mood swing, sdh bertahun2 mengkonsumsi xanax. Selain itu juga sangat OCD barang apapun yg bergeser sedikit lgsg dia tau, sgt tertib teratur. Bila moodnya stabil terutama usai konsumsi xanax segalanya sgt openmind. Tp kalau tdk konsumsi hal kecil jd besar. Gimana caranya menerapinya? Scr dia selalu bilang sehat, malah menyuruh anak gadisny yg diterapi karena jd ikut antisosial (kl ada org luar dr selain keluarganya lgsg masuk kamar) tidurpun tdk teratur bisa 3hari tdk tidur (Dewi)
P : xanax merupakan obat golongan benzodiazepine yang sebaiknya bukan untuk penggunaan jangka panjang karena memiliki efek adiksi (kecanduan). Penggunaan obat ini sebenarnya sudah menjadi tanda bahwa kondisi psikologisnya perlu pertolongan… terapi pertama, lanjutkan medikasi sesuai dengan saran dokter, kedua, kunjungi psikolog agar ybs lebih mudah melihat permasalahan yang dialami setelah dibantu dengan pemetaan masalah dari psikolog

SESI 2

Q1 :
AM, 27 tahun… Izin bertanya,

Orang-orang mengenal saya ramah dan mudah berteman. Tetapi saya juga seringkali mudah kelihangan teman. Hal ini baru saya sadari sejak kuliah saya sangat mudah berteriak saat kesal atau marah. tetapi hanya orang-orang terdekat yang menyadari hal ini.

Begitupula saat masuk ke dunia kerja. Orang-orang bilang saya maksimal menyelesaikan sebuah pekerjaan, sampai malam masih bisa tersenyum ramah dan melayani pertanyaan. Tapi setiap pulang, rasanya saya tidak punya energy sama sekali. Akhirnya, suami di rumah selalu kena akibatnya. Saya seperti monster yang keluar gigi taringnya bila ada hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginan saya.

Hal ini semakin parah saat saya sekarang memiliki seorang anak. Setiap kali ada perdebatan dengan rekan kerja, pasangan, bahkan jika anak saya yang usianya masih  tahun melakukan hal yang membuat saya kesal, saya sekarang tidak bisa menahan emosi sama sekali, berteriak, bahkan kemarin hampir kelepasan mendorong anak saya sendiri di tempat tidur.

Biasanya kalau marah, saya akan tiduran, pas bangun biasanya saya sudah lupa dan seolah tidak terjadi apa-apa. Sementara kalau kata suami saya, keselnya belum ilang, tapi saya malah udah ketawa-ketawa lagi seperti tdiak terjadi apa-apa. Saya terkesan tidak peduli dengan perasaan suami sempat tersinggung, dan ini justru malah adi pemicu kita berantem lagi biasanya.

Pertanyaan saya, apakah apa yang saya alami ini Bipolar? Apakah skrining (tes) untuk mengetahui kita mengidap Bipolar atau bukan?

P : mohon maaf jika salah ya (memang sebaiknya konsul dengan profesional agar asesmen/pemeriksaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lebih spesifik), menurut saya bukan atau belum mengarah pada kondisi bipolar. terkait dengan tes-nya, saya kurang begitu tau… sejauh ini, saya belum menemukan… saya malah agak curiga itu manifestasi depresi karena selain kelelahan fisik, ada juga kelelahan batin yang mungkin bu Mayang  merasa sangat sedikit yang mampu memahami… pertolongan pertamanya adalah dengan berbagi dan keterbukaan thd pasangan… itu akan membantu mengontrol emosi kita

Q2 :
Assalamu’alaykum
Sy merasa sendiri ada gejala bipolar.
Contohnya mania:merasakan kepercayaan diri berlebih
Pernah jg depresi:merasa tdk berharga dan malas melakukan aktivitas.hilang semangat.
Mgkn krn dipicu stres yg tinggi krn masalah keluarga.merasa dpt tekanan dr mertua dan suami.
Suami jg sy rasakan ada gangguan jiwa (bukankah stiap org pd dasarnya mengalami gangguan jiwa) tp tdk pernah mau sy ajak konsultasi ke psikolog.shg sy bingung yg bnr2 butuh terapi itu sy ato suami.krn bs saja saya merasa mjd korban dr tekanan suami slama ini hingga meruncing mjd permasalahan rmh tangga akibat sikap kami yg tdk pernah bertemu sepakat.suami sulit diajak komunikasi.ketika sy bicara baik2 ttg keinginan sy yg bertolak belakang dg suami.dia bentak2 sy sambil bilang kata2 yg buruk pdhal pendidikannya sdh S2.pertanyaan:
1. Dinamakan gangguan apa sikap suami spt itu?
2. sikap apa yg bs ambil,jika sy ttp bersikukuh dg keinginan sy shg tdk
mencapai titik temu dg suami.akhirnya rmh tangga yg menjadi taruhan.krn kami memegang prinsip yg berbeda
3. Bisakah sikap yg dimiliki suami diterapi?dan bs dirubah.masalahnya beliau sendiri tdk merasa ada gangguan jiwa.sy sbg istri  yg bs merasakan
Maaf banyak pertanyaan yg sy ajukan.
Sebelumnya sy ucapkan terimakasih banyak (Faiza – Bojonegoro )

P:  sepertinya yang ibu hadapi itu bukan hal yang sederhana ya? semoga segera ditemukan penyelesaiannya… untuk pertanyaan pertama, saya blm bisa menyimpulkan bu, karena itu masih bersifat gejala… sama halnya, jika org demam, dia sakit apa? ada sangat banyak kemungkinannya…
pertanyaan kedua, idealnya, pasangan itu saling melengkapi dan saling mengalah… kadang suaminya yang mengalah, kadang juga istrinya. melibatkan pihak ketiga yang disegani oleh suami dapat menjadi alternatif. pertanyaan ketiga, intervensi akan lebih dekat dengan kegagalan jika ybs tidak mau berubah, karena syarat kesembuhan itu adl kesediaan utk berubah…
Q2 : Justru tidak mau mas Ali. Ketemu dokter/psikolog pun tdk mau. Malah anak gadisny yg dipaksa berobat kepsikiater
Oia termasuk bipolar disorderkah? Secara memang sangatttt royal/boros
Q2 : Jd,minimal langkah apa yg bs sy ambil.setidaknya utk kesehatan jiwa sy sendiri?
Apakah dg mengikuti keinginan sy?

Q3 : sy ada gangguan tidur sjk remaja suka berkhayal & berfikir saat mata terpejam, kebiasaan itu membuat saya susah tidur sampe sekarang, kalo ada masalah dgn suami/hanya memikirkan hal2 sepele saja  bisa sampe gak bisa tidur semalaman penuh, sering bgt seperti itu, kalo mata terpejam itu pikiran jalan terus, efeknya sy jd gak pernah bisa gemuk,sering merasa malas beraktivitas apalagi sy ibu rt anak baru satu,seperti tdk ada aktivitas berat tp mudah capek,sering berprasangka buruk pada suami. Apakah org seperti sy berpotensi bipolar? Apakah perlu ke psikiater atau apa? Dulu pernah beberapa kali k psikolog tp ttp aja punya gangguan tidur (Bu ade, solo)
P : hmmmm…. belum tentu juga… karena kadang apa yang kita inginkan bisa menjerumuskan… akan lebih baik jika ibu memiliki teman berbagi terutama dari kalangan profesional sehingga dapat memberikan panduan dengan lebih spesifik dan jelas… hal yang saya yakini, tentu masalah seperti ini berdampak pada banyak yang dipendam…
Q3: Iya benar.maksudnya kalangan profesional adlh seorang psikolog?
P : klo berpotensi, mungkin ada, tapi agak jauh…tentu gangguan tidur dari remaja mjd hal yang menyebalkan sehingga frustrasi… jika sudah ke psikolog, namun gangguan itu masih ada, dapat dipertimbangkan utk ke psikiater… akan lebih bagus jika psikolog dan psikiaternya berkolaborasi shg spt tim… penanganannya akan lebih komprehensif… selama ini, dengan psikolog, diberikan intervensi apa saja?
Q3 : Dulu, pernah konsultasi aja, trus pernah di hipnotis jg, trus di korek2 masa lalunya,
P : krn klo saya praktek, menggunakan self monitoring yang berfokus pada aktivitas yang ingin diubah
Q3: Kalo ke psikiater kok agak serem ya kayaknya, kayaknya suami gk setuju, nanti dikira gangguan jiwa 😬 beraat
P : ke psikolog dulu aja
M : Gangguan jiwa mah ke rsj 😂😂ke psikolog buat konsultasi aja ga apapa. Perlu di yakin kan suami nya :).semangat ya bu

Q4 : Assalamualaikum saya riri mahasiswa farmasi disalah satu institut di Jakarta. Mau nanya. Dikalangngan mahasiswa apa dampak biopolar sangat berbahaya terutama dalam pola pikir nya apakah bisa terganggu? Lalu bagaimana Saya menyikapi nya dan berusaha merubah temen saya itu?
P : jika tidak segera ditangani, akan berbahaya (menjadi schizo tadi) dimana pola pikirnya menjadi waham atau bahkan mengalami halusinasi. waham dapat terjadi karena ybs mengembangkan pola pikirnya sendiri shg mjd keyakinan yang tidak terbantahkan dan ini tidak bisa hanya diajak diskusi (saya pernah berhadapan dengan org yang mengaku kakaknya malaikat Jibril)
cara menyikapi? mohon maaf… ajak ke profesional saja untuk mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif
Q4 : Dia orang nya tidak mau terbuka jadi kalo lagi kambuh suka melebihi batas terkadang kami yg teman nya suka takut untuk mendekatinya. Saya sudah mengajak dia ke psikiater tapi hasil nya hanya bertahan sementara selebih nya dia kembali ke sifat nya dia. Tapi setelah itu sikap nya masih bisa terkontrol. Akhir2 ini dia dijauhi banyak orang karna tidak ada yg mau berteman
P : pendekatan k keluarga?
Q4 ‬: Kebetulan dia ngekost jauh dari keluarga
P : dihubungi
Q4 : Dia jarang bercerita tentang keluarga nya jadi susah buat kami teman nya mencari info tentang keluarga nya

Q5 : saya mau tanya:
apakah bipolar itu dapat ditimbulkan oleh kejadian traumatis luar biasa di masa kecil?
atau murni ketidakseimbangan otak?
apakah Seksual masokisme  bisa dikategorikan bipolar? (Ervin)
P : bisa… ketidakseimbangan neurotransmitter itu juga dugaan krn pemberian obat2an yang menstimulasi neurotransmitter dapat membuat kondisi ybs lebih baik…Masokisme bisa jadi bagian dari gejala bipolar, namun belum tentu diagnosisnya bipolar
Q5 : HNP dengan dosis Lyrica dan Tramadol, apa bisa memperparah kondisi “kejiwaan” seseorang?
baik katakanlah masokisme atau swing mood?
P : 😬😬😬😬😬 mohon maaf, saya ga tau banyak terkait dengan obat2an…
Q5 : wah baik pak, saya browsing dulu
P : masokisme atau mood swing? saya agak bingung dengan pertanyaannya… mohon maaf

Q6 : Anak saya inisial Raffa dan Akbar. Sehari2 dipanggil Raffa. Tapi kalau sedang “cari perhatian” atau nakal ayahnya panggil dia sebagai Akbar. Nah, itu ada efek psikisnya ga? Karena sekarang kalau kita marahin dia jawab…itu yg buat Akbar kok bukan Raffa gitu. ( Gabe di Jakarta )
P : errrr… maaf sebelumnya, kenapa harus dipanggil berbeda ya bu? karena hal yang sering mjd masalah bagi anak adalah ketika melihat adanya kondisi yang dipersepsi membingungkan bagi anak dari ortunya…shg respon mereka (anak2)adl dgn perilaku bermasalah sesuai dengan kapasitas berpikir anak2

Q7 : Mas ali,,,sy mnyimak pnjelasan2 dr mas ali ,,yg jd pertanyaan sya,,, kndisi  kjiwaan yg spt apa yg akhirnya bsa d katakan sbg pnderita bipolar mas,,,krn yg sy simak,,,hmpir semua jwaban mas ali bkan dan belum tentu,,,lalu perbedaan signifikan antara bipolar,,,skizo dan borderline apa ya mas,,,trimakasih,,,,
Tunggu besok diskusi nya lebih bombastis lagi 😇😇😇😘😍
P : perbedaan signifikannya adalah terkait dengan kemampuannya menangkap realita… meskipun bipolar itu sangat mengganggu, namun tidak sampai membuat ybs kehilangan kontak dengan realita, sementara schizophrenia itu kondisi psikologis yang bisa dikatakan mendekati kehancuran karena sudah tidak bisa lagi membedakan mana itu khayalan, mana itu realita… bahkan bisa jadi, bipolar hanyalah salah satu dari gejala schizo… sementara borderline itu lebih pada gangguan kepribadian yang bersifat ambang sehingga ybs terlihat bermasalah, namun bukan berarti kehilangan kontak realita
Q7: Kmudian kndisi kejiwaan spt apa mas yg bnar2 d katakan sbg penderita bipolar ???
P : ada dua kutub yang saya jelaskan tadi
Q7 : Td d atas mas ali cntoh nya kan beda blan ya mas,,,nah kl masih d mg yg sma ??? Gmana mas???
P : Atw bhkan d hari yg sm: belum cukup utk dikatakan bipolar. sependek yang saya tau (koreksi bila saya salah) minimal 2 minggu

Uni Ola (UO) :
Goal dr diskusi ini lbh pada awareness terhadap bipolar itu sendiri. Blm sampai pada assesment bahkan menegakkan diagnosa. Karna hal tsb membutuhkan waktu dan pemeriksaan panjang oleh ahlinya (psikolog dan psikiater). Jika memang ada indikasi yg seperti sudah dituliskan dimateri, apalagi sampai mengganggu aktifitas sehari2, segera berkonsultasi ke profesional atau ahli (psikolog atau psikiater) untuk mendapatkan jawaban yang lbh komprehensif
T : Nah kalau yg bersangkutan menolak gimana?
UO : Seperti yg sudah disampaikan pak ali. Keberhasilan terapi itu (untuk.org dewasa) tergantung oleh pasien itu sendiri. Akan cepat berubah lbh baik jika dr pasien itu sendiri mau berubah. Tp untuk kasus2 tertentu, terutama sudah membahayakan, maka harus segera diperiksakan dgn didampingi oleh org terdekat
T : Membujuk utk terapiny itu subhanallah, akhirnya kami hny menjadi pendengar. krn sdh terbiasa konsumsi obat. Walau sering bilang mau namun seketika nanti berubah. Kalau smp melakukan sesuatu membahayakan sih g pernah. Manic depresip skali

T : Ikut nimbrung. Pantas ya odb yang terkenal itu dl cerita seperti dianiaya ibu nya. Ya karena ibu nya memaksa dia karena mungkin sudah membahayakan ya.. dari ilmu di wa ini. Saya jadi mengerti dan benar harus care dengan ODB ya. Bukanya di bully atau di judge
T2: Apa bipolar bisa menurun jadi kalau ibu nya bipolar anak nya juga bisa bipolar juga?
: Bisa berpeluang
T : Karena pola asuh kah atau gen?
M : Yang saya baca secara teori 40% orang tua yang sedang stres bisa turun juga kepada anaknya. Apalagi saat lagi hamil. Yah rentan
T : Agree teh
T : Lingkungan dan pola asuh juga berpengaruh terutama keluarga
M : Beberapa bipolar muncul karena pola asuh, juga trauma dalam keluarga yah mungkin konflik yang belum tuntas

Q9 : Beberapa waktu belakangan, saya mengalami sedikit gangguan, dan kemudian saya jdi sering berhayal. Saya kuatir karena kadang2 saat ini saya lebih sering terbenam dalam hayalan dibanding dgn kenyataan. Haruskah saya pergi ke ahlinya?
M : Saran lebih baik, sholat tahajud aja dulu dirutinkan ☺☺
Kalau gejala2 nya sesuai sama pemaparan mas ali semalam, terus di indikasi kan lebih parah. Lebih disarankan juga ke ahli. Semangat ibu 😍

*Ustadz Harry Santosa:*

Anak memang bukan kertas kosong (blank slate), sepakat! Namun pertanyaannya adalah kalau begitu apa isinya? Apa yang sudah diinstal dalam diri anak oleh Sang Maha Pencipta?

Cerita tentang apa yang sudah diinstal dalam diri anak, bukanlah hal yang main main, bukan juga hal yang kira kira. Ini tentang “human nature” atau “innate goodness” atau “primordial nature” dstnya yang apabila ditafsirkan salah maka akan memunculkan manusia yang tidak sesuai maksud penciptaanya. Ini juga tentang pertanyaan yang harus dijawab, untuk apa semua itu diinstal?

Di Barat, konsep “blank slate” sudah ditolak, sama halnya dengan konsep “evolusi” bahwa manusia ada karena “rangkaian kebetulan”. Namun masyarakat Barat masih menebak nebak apa sesungguhnya maksud instalasi manusia ini. Lalu apa saja yang diinstal dan apa hubungannya dengan budaya (culture) dan pengalaman (nurture).

Islam dengan jelas menyebutkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya dan untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Clear! Maka semua maksud instalasi “human nature” itu adalah dalam rangka manusia mencapai maksud penciptaannya itu.

Human nature dalam Islam disebut dengan Fitrah. Ini bukan bicara potensi bawaan (innate) manusia seperti bakat anak saja namun bicara tentang potensi beriman dan bertuhan atau beragama untuk menjalani peran menyempurnakan akhlak manusia, bicara potensi seksualitas untuk menjalani peran sesuai gendernya, bicara tentang potensi bernalar untuk memahami Qouliyah (ayat Kitabullah) dan Kauniyah (ayat semesta) serta peran melestarikan alam sesuai potensi alam dimana dia tinggal, bicara tentang potensi individualitas dan sosialitas untuk menjalani peran mendamaikan manusia dsbnya.

Tiada yang kebetulan dan semuanya adalah Qodarullah. Tiada yang sia sia dari ciptaan Allah. Tiada penciptaan kecuali menghendaki maksud. Tiada maksud kecuali menghendaki tugas atau peran. Dan tiada peran kecuali Allah instal potensi potensi untuk menjalani peran atau tugas itu. Itulah Fitrah, beragam potensi manusia yang Allah instal untuk menjalani perannya sesuai maksud penciptaanya.

Hanya saja manusia diberikan pilihan mau tetap di atas fitrahnya atau mau menyimpangkannya. Fitrah adalah potensi alami, tidak ada perubahan pada ciptaan (fitrah) Allah, yang ada adalah menyimpangkannya atau menguburnya. Hati hati menyebut anak bukan kertas kosong jika kita tidak memiliki rujukan Ulama dalam mengetahui apa isinya secara komprehensif

Aspek Fitrah menurut Imam Ghazali meliputi

1. Potensi untuk Bertuhan atau Beragama untuk menjalani peran memuliakan manusia (Fitrah Keimanan)
2. Potensi untuk Mengetahui sesuatu (Fitrah Belajar dan Bernalar)
3. Potensi untuk Menjalani sesuatu peran yang unik (Fitrah Bakat)
4. Potensi sesuai gendernya untuk menjalani peran sesuai gendernya (Fitrah Seksualitas)
5. Potensi lainnya terkait manusia

Tentu saja semua semua aspek potensi fitrah itu harus dirawat dan ditumbuhkan (tarbiyah) juga dipandu dengan nilai nilai Kitabullah agar beradab (ta’dib) sehingga mencapai peran peran peradaban terbaik dengan adab termulia.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

penutup
uni ola : Pertanyaan2 yg belum terjawab akan di post kan di group ini, dan akan di jawsb oleh mas ali yaaah. Besok, kita akan disambung diskusi bersama odb (orang dengan bipolar). Mungkin dengan sharing besok, akan lbh terbuka, seperti apa sih gambaran bipolar itu sendiri. Dan bagaimana orang2 yang mengalami bipolar menjalani kehidupan sehari2. Sehingga alangkah baiknya, setelah kita tau, kita akan lebih berempati.
Dan jika dalam diri sendiri seperti merasa indikasinya hampir sama, bisa langsung konseling ke ahli
M : Amiin, goals nya lebih sadar dg lingkungan sekitar dan bisa berempati pada orang yang terindikasih bipolar 😁👍🏻👍🏻👍🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s