Cara Menulis buku anak anak with Zhi Zhi Siregar

image

Tanggal Diskusi  : 29 September 2016, 20:00 –
Tema Diskusi      : Cara Menulis buku anak anak
Narasumber        : Zhizhi Siregar  | IG : @zhiclopedia
Moderator            : Widia
Notulen                 : Silvia Rahayu

*********************

Profil narasumber
Nama lengkap: Adzimattinur Siregar, SH..
Nama pena: Zhizhi Siregar

Riwayat Pendidikan:
● SMAN 3 Depok
● Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2007-2011
● Jurusan Business Law di FH Universitas Indonesia.

Riwayat Pekerjaan:
● Pernah bkrj sbg manajer di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jantera
● Prnh bkrj sbg System Administrator di Indonesian Mountains
● Prnh bkrj sbg Legal Officer di Dompet Dhuafa Hong Kong
● Prnh bekerja sbg Manager di Christian Action
● Prnh bkrj sbg Legal Assistant di Bumi Resources Tbk
● Bekerja di Arnott’s Biscuits Australia
● CEO di Pipiet Senja Publishing House.

Current achievement:
Penulis terbaik buku fiksi anak (The Best Children’s Book Writer) di Indonesian International Book Fair / IIBF 2016.

Sebuah quote yang menarik dari mbak Zhizhi yg dikutip dari fb beliau..

“I always believe that writing is never only about writing, but how to turn your creativity into something bigger, social changing and inspiring, a fruit of knowledge for our younger generations. Last, I’m writing not because I’m writing books, but because I’m writing the future of this country”.. by Zhizhi Siregar…

Yuk ah bunda2 kece kita simak aja langsung narsum kita mbak ZhiHi Siregar anak “Sang Penulis” Bunda Pipiet Senja…

PEMBUKAAN dari Narasumber

To be honest saya lebih suka tipe2 diskusi yang langsung tanya jawab, karena pengantarnya sudah diberikan oleh mbak Olla. Paling FAQ aja ya.

1. What is so magical about writing children’s books?
Most people think that it’s easy to write children’s books, but it is the exact opposite. Only those who’s very talented or very persistent (I categorized myself as the stubborn one) yang insist menulis buku anak. Kenapa? Karena attention span-nya anak itu luar biasa tipis, dan selayaknya magician, kita harus cerdas-cerdas menyimpan magic yang berbeda di setiap halamannya agar anak tidak bosan dengan alur cerita.
Itu pertama.
The trickiest part adalah menyelipkan “wisdom” di dalamnya, gimana caranya supaya nggak menggurui, subtle, tapi juga anak bisa menarik pesan yang hendak kita sampaikan. Most children hates a book that comes too strong jadi menggurui “kamu HARUS jadi better person! Pokoknya harus!”

2. How to start?
I usually make a table yang nantinya diisi dengan post-it, dimana setiap kotak mewakili ide yang nantinya dikembangkan jadi 2-3 halaman.

3. Where to get the ideas?
Ini bakal panjang sih, tapi beberapa di antaranya, selama ini aku suka buka2 buku di library HK atau SG, sebenernya library nasional juga oke tapi koleksinya belum selengkap di luar ya. Sambil nemenin anak main di taman dan mengamati kelakuan sesama bocah bocih juga biasanya ngasih ide. Dan nonton film kartun di netflix ataupun bioskop (ini sih ga usah dikasih tau ya hehehe).

Sisanya kita discuss bareng aja yuk! 🙂

SESI TANYA JAWAB

Q : Mbak zhi bisa dijelaskan tentang attention span yg sangat tipis itu? (Mbak Nina.)
A : Tingkat kesabaran anak kecil biasanya lebih pendek. Misalnya, anak kecil mostly ga bisa dikasih penjelasan bertele-tele. Ada beberapa opening buku yang terlalu panjang, atau ga langsung ke bagian menarik, sedangkan anak tahu ada banyak hal lain yang lebih menarik untuk dilakukan. Jadi trickynya memang di situ, bagaimana agar anak mau membuka halaman selanjutnya dan meneruskan membaca.
Ada yang tau Roald Dahl? He’s my fav children’s books of all time. He once said, children’s books are harder to write. It’s tougher to keep a child interested because a child doesn’t have the concentration of an adult. The child knows the television is in the next room. It’s tough to hold a child, but it’s a lovely thing to try to do.
Dengan segala gadget yang bisa diakses setiap detik, segala aktivitas lain yang bisa dengan mudahnya dilakukan, kalau anak tidak menemukan “fun” atau “interest” setelah beberapa halaman, biasanya buku langsung di lempar dan dia move ke aktivitas lainnya (pengalaman ngasuh 5 anak, including anak sendiri, hehe). Tricky karena ga semua hal menarik bisa dimasukkan ke stiap halaman, mengingat buku anak bergambar 1 halaman max terdiri dari beberapa kalimat.
Keterbatasan ini bisa diakali dengan misalnya membuat karakter yang eksentrik dan menarik. Jalan cerita yang tidak terduga. Bahasa penuturan yang segar dan witty.

Q : dari view seorang penulis..kira2 indikatornya apa saja sebuah buku bs dikatakan buku anak yg layak dibaca/berkualitas
A : It’s a very subjective thing, to be honest. Ada yang bilang (1) buku yang mampu mengubah persepsi anak tentang sesuatu, sekecil apapun. Baik cuma sekedar mencuci tangan, saying thank you, belajar mengendalikan kata-katanya, dll. (2) Fun saja sudah cukup. To put a smile on their face and brighten their day. Some children disliked books in which children learned to be ‘better’ children. And that’s okay too. Kalau saya pribadi, yg (3) buku yang kelak diingat oleh anak setelah beberapa tahun kemudian. Pernah kayak gitu ga? Kita umur 20 tahun, tapi masih inget satu cerita yang kita baca pas kecil. Menurut saya itu sudah bermutu 😀

Q : Aku nanya ya mbak Zhihi. Aku kepengen banget nulis buku kesehatan buat anak2 semacam komik gitu kayak yg ada di film doc mcstuffin… Kira2 mulainya bgmn ya?
A : Pilihannya biasanya mau buat sendiri atau bareng ilustrator. Kalo buat sendiri, bisa mulai dengan pemilihan topik apa yang mau diangkat, penting tidaknya (atau menarik tidaknya) topik2 tersebut untuk anak. Kalo outlinenya sudah ditentukan, saatnya tentukan audiensenya (misal, untuk usia 6-9 tahun), agar bahasanya disesuaikan untuk mereka.

Q : aku jg mau nyimak table and post it nya mb zhi. Semacam kerangka penulisan gt ya?
A : table and post it >> ini untuk mempercepat sih. Always works. sediakan waktu sehari-dua hari cuma untuk mengisi tabel yang sudah jelas topiknya ini, dengan post it yang berisi ide-ide dan quotes.

Q : mba Zhizhi salam kenal, gmn tahapan pembuatan buku anak ini ya? hingga masuk ke penerbit? (mb dhita dyas)
A : Depends. Lagi-lagi urusan kit sm publisher. Saya biasanya buat satu seri sekaligus berisi 12 buku dengan satu tema general. Misalnya, social genius. On how to behave in society. Nanti kita pecah sendiri per judul. Buat proposalnya (including budget) dan tawarkan ke penerbit. Untuk yang baru, biasanya mereka akan minta satu contoh tulisan kita yang sudah jadi (dummy lah, either naskahnya aja atau yang udah sama ilustrasi) untuk menilai kita layak ga nih dibeli satu seri.
Nanti nya setelah oke, signing, mulai scheduling. Ada target tiap buku selesai berapa lama. Especially untuk bilingual, bakal lama banget karena butuh proofreading juga.

Q : Mba zhi zhi…salam kenal 🙂 . Mnrt mba zhizhi..apakah ada batasan ttg proporsi imajinasi( tema dan alur cerita yg imajinatif pd buku anak?) Krn di lain sisi, anak anak khususnya dibawah 5 thn kan pemikiran nya msh konkrit ya..  Tp di sisi lain kita jg perlu kembangkan imajinasi anak.
Sy suka bingung kasih penjelasan ke anak.
Misal ketika baca buku tentang peri..anak sy nanya,peri itu apa? Sy ga bs jawab 😁 (Silvia )

Q: Layaknya film, ada lembaga sensor lsf..apakah ada lembaga yg me ‘ sensor’ buku anak? Baik kata atau gambarnya..

Q : banyak buku anak yang jadi favorit itu yang fiksi dengan imajinasi yg luaas banget. apakah gapapa kalau terlalu dongeng?
A : Apa gapapa terlalu dongeng. Wah ini training seminggu ngomongin cognitive development doang. Sumber dari creative thinking.
Do you know that our society need more creative people to CREATE? Jangan pernah takut anak jadi “terlalu” kreatif karena itu justru akan jadi bekal masa depan mereka. Justru kita harus encourage seluas2nya, karena Dongeng, fiction, ga cuma berhubungan dengan creative thinking tapi juga problem solving, openness dengan perbedaan, even logic. So yes, gapapa, pake banget.

Q : Hooo…bentar2 sptnya yg penting banget malah kelewat….kita hrs memahami apa lg utk bikin buku anak  selain cognitiv development ?
A : Yes and The importance of creative thinking dlm perkembangan anak, Mungkin yg psikolog bs bantu (mba Zhi zhi)
A : Berkaitan perkembangan kognitif anak. Kita perlu kenali dulu tahap perkembangan kognitifnya. Yaitu tahap pra operasional dan konkret operasional.
Menurut saya……
Sedangkan berpikir kreatif itu merupakan produk dari stimulasi di fase pra operasional dan konkret operasional ini.
Karena isu perkembangan kognitif terkait berpikir kreatif ini, biasanya baru diukur setelah usia 10 tahun ke atas (uni Moli)

Q : buku anak bergambar kan sekarang banyak pilihan, tapi kebanyakan konten sama. bagaimana bersaingnya?
A :Bersaing. Ya pilihannya antara angkat tema yang berbeda, atau ambil perspective atau penuturan yang unik. Karakter menarik juga bisa jadi senjata. So far, penuturan yang sering dianggap remeh. Gaya bahasa, penggunaan jokes, puns, dll bisa dipake juga.

Q : Saya suka nulis tp biasanya artikel2 / waktu kerja ya kaitannya dgn pekerjaan. Berhubung skrg udah jd Stay at home mom gimana cara belajar utk menulis cerita (fiksi anak/umum)? Mulainya dari mana? Terima kasih -Yula-
A : Basi sih, tapi senjata nya memang baca. Baca buku sebanyak2nya di genre yang Mom Yula ingin coba tulis. Mulai dari penulis kacangan sampai penulis hebat di genre tersebut. Manfaatnya ga cuma untuk setting mood dan bikin kita termotivasi (biasanya kalo buku “jelek”, kita jadi terpikir, ah kita bisa kok bikin yg lebih bagus dari iniiii hehe, atau kalo nemu buku bagus kita jadi terpikir wow! Mau dong bisa bikin sekeren ini! Coba ah) dll. Tapi juga untuk rasa bahasa. Memperkaya diksi dan gaya penulisan.
Sisanya, practice makes perfect sih. Nulis, nulis, nulis. Jgn krn hasil tulisan pertama terasa jelek jd ga ngerasa berbakat. Everyone has their own bad words inside their head, justru itu yg harus dikeluarkan. Gitu hehe. 👌

Q : How manu books you read a day?
A : Many

Q : Which one is longer, reading or writing?
A : Ga juga. Aku sejak ngantor lg jd rada susah baca. Cm di sela2. Tp biasanya seminggu 2-3 buku minimal.

Q : Hrusnya lebih lama membaca ya? Gitu nggak sih mb zhi?
A : Depends on what kind of books that you’re reading (and writing). 😁

Q : buku plg ‘ bermutu’ yg mb zhizi ingat apa? Yg pernah dibaca wkt kecil dan diingat smp skrg
A : Roald Dahl.. All of his books. Bs jadi panduan juga untuk kita nulis lho. Itu rasa bahasanya dapet banget.
Neil Gailman belakangan nulis buku anak yg fortunately, The Milk, definitely one of the best children’s book I’ve ever read.

Q : Mbak Zhi pernah ditolak nggak? Atau hasil karyanya dibalikin?
A :  Aku nulis sejak umur 11 tahun dan even sejak dulu pun aku ga pernah mau diasosiasikan dgn nama “keluarga”. Jd ke penerbit kucluk2 sendiri, kasih naskah hsil ketik sendiri, dan yes. So many times ditolaknya.. Aplg sejak nulis untuk publishing Jerman.
Sakit hati 😁Proofread sm bule langsung krn kita juga ga pede2 bgt bahasa Inggris (apalagi Jermannya). Kadang juga krn imajinasi terlalu liar, penerbit ga berani publish. Misalnya, about gay pride atau feminism. Ya terima aja 😁 ga ada yg sia2 kok kelak pasti naskah2 itu akan kita pake entah kapan. Ada beberapa yg akhirnya jd skenario film pendek, atau drama sanggar sekolah (tau sanggar Ananda ga?). So, yes, please continue writing yahh

Karena harus live up to their standard. Sedangkan apalah gua, ke sana aja kagak pernah 😂 jd harus meraba2 belajar sendiri. Bolak balik disuruh edit. Bahkan ada satu seri yang sampe setahun.

Q : Di jajaran Penulis lokal…fav nya siapa mba
A : Pramoedya Ananta Toer dan Remy Sylado.

Q:  Jd kita harus yakin naskah bakal diterima gitu ya mbak, sambil teruuuusss memperbaiki
A :  Mau dibongkar nih dukanya jd penulis? 😂😂😂😂😂😂 ntr pada ga mau nulis, lg hahaha
For starter, to be honest yaaa…
Jd writer tuh siap kere.
Apalagi di Indonesia.
Aku curhat nih jdnya hahaha. Imagine a single mother trying to provide her child and parents, cuma dari nulis. Ratenya mcm2 sbnrnya, kalo biography bs puluhan juta. Translate paling 2-4jt. Buku anak 2.5-7.5jt per buku.
Tuh aku buka semuaaa hahaha
Anyway. Setelah siap kere, kita maju ke tahap selanjutnya yaaa
Siap dibully.Kadang kita worry ttg society mikir apa.

Q : Klo penulis royalti gitu tergantung dr jumlah buku yg terjual ga, mba?
A:  BUT. Ada BUT nya. Penerbit kadang suka tega. Kita dikasih kontrak setahun, wah gede nih 90juta, tau2 sama dia dicicil. Mending kalo jelas, kadang udah minta2 mcm pengemis cuma dikasih 500ribu. Hellawwww?
Karena aku BU dulu ya selalu jual putus. Dari jaman 2jt per buku sampe 10-15an per buku, ga pernah pake royalti mbak. Rugiiii bgt sbnrnya. Dibeli Dikti nih mslnya, project milyaran, kita cuma dapet ucapan terima kasih sama senyum manis. Tp ya gmn. Buat hidup Hahaha.

Q: Kenapa g ngurus mb? Royaltinya..
A : Krn perjanjian nya kan jual putus
Kalo royalti, kit cuma dikasih DP.
Satu buku kalo ga salah DP nya 500rb
Dan aku ga pede, mana pernah terpikir buku akan laku aku dibeli pemerintah atau dibeli luar negeri. Ga pernah imagine sm sekali. Apalah aku ini 😌
Kayaknya ya. Udah ga ngurusin lagi 😂 transfer ga transfer ga ngabarin. terserah aja mereka mau lunasin apa gmn. Kata Abang, dibacain ayat Kursi hihihi

Q : Mbak Zhizhi.. Btw sekarang khan mbak CEO di Pipiet Senja Publishing House ya..
A : iyaa.. Skrg jg udah kerja di kantor. Indie publishing, fokusnya sm biography writing sm scenario writing sih

Q: Mbak zhi, ceritakan saat dirimu nawarkan karya ke penerbit doong..Tekniknya bgmn?
A : Kirim email isi proposal yang udah mateeeng bgt, dan poin2 kenapa tulisan gw bisa bikin company lo kaya raya. Atau bahasa halusnya kenapa karya gw berbeda dan akan laku di pasaran.
Laku belum tentu berbeda lho ya. Dan berbeda juga belum tentu bakal laku/diterima masyarakat.
Kadang saya suka niat. Bikin pake keynote atau power point, presentasi.
And publishers are easily impressed kok kalo kita menunjukkan betapa kita niat

Q : Eh mbak Zhi knp putar haluan sih? Khan SH jd penulis?
A : Itu menarik nya women ya ga sih. We can be a mother, a public notary, a writer, a lover…. 😝 tanpa perlu pilih salah satu.

Q : Mbak… kl yg ini bisa tolong jelasin nggak.sebelum ditutup
“I always believe that writing is never only about writing, but how to turn your creativity into something bigger, social changing and inspiring, a fruit of knowledge for our younger generations. Last, I’m writing not because I’m writing books, but because I’m writing the future of this country”.. by Zhizhi Siregar…
A : Yg mana yg kurang jelas 😄It gives us purpose.  A greater purpose. Nulis bukan cm untuk honor. Tp kita jd agent of change. And I truly believe that. Termasuk dgn semua yg di sini 🙂
Aku doakan semoga kita bisa istiqamah dlm berkarya, baik dlm menulis, atau bentuk yg lain. Be a useful human being, a social changing tools. We’re a hero, at least for our own children

Be a useful human being, a social changing tools. We’re a hero, at least for our own children

TANYA JAWAB TAMBAHAN
Q : Mba Zhi, saya merasa ada bakat nulis. Dan duluuuu, cukup produktif untuk konsumsi anak kost, cerpen picisan gitz. sekarang ingin nulis yg lhb bisa dipertanggungjawabkan isinya dong, dunia ahgerat. Gimana biar konsisten?
Terus pengalaman mba nulis dg konten sbg agent of change itu gimana proses nya hingga jd karya?
Saya moody-an banget oranya. ( mbak rita)
A :
1) gimana buat konsisten. Saya juga masih susah konsisten. So far saya coba akali dengan minimal sehari menulis 1-2 jam tanpa gangguan apapun baik hp, Internet atau anak. So far berhasil sih.
2) kayaknya udah dibahas ttg proses penulisan kmrn ☺ 👌

Q : Mbak Zhi untuk menulis punya waktu khusus nggak? ( Wiwid )
A : Punya. Dan ternyata kita emang harus punya. Saya suka nulis malam sekitar jam 3an, sebelum tidur. Lebih krn saya night owl sih. Saya sarankan kita coba2 sendiri kapan waktu paling konsentrasinya kita

Q : Mbak Zhizhi ini catatan yang keren banget😭 http://www.pipietsenja.net/2012/12/catatan-cinta-ibu-dengan-anak.html?m=1
Mbak Zhizhi mulai mengenal usia tulis menulis sejak kapan? Apakah Bunda Pipit sangat besar pengaruhnya? (wiwid)
A : Thank you.
Dari kecil sebenernya udah nulis diary, kadang puisi (halah, bocah galau hehe). Pengaruh Mama ya besar waktu kecil. Lebih ke encourage agar berani publish karya kita. Dan kirim ke lomba2. Semakin sering menang lama2 pede sendiri. Barulah muncul minat untuk kumpulin tulisan jd buku di usia 11 tahun.

Q: Mba zhi, membiasakan anak menulis juga tak? Sejak kapan? Bgmn caranya?
Makasii. (Indra Fathiana)
A : Anak saya masih 3 tahun. Tapi so far kalau lg sama saya selalu saya bacakan buku tiap malam. Dia juga liat sepupu2nya bikin peer, jadi suka ikut2an nulis di kertas terus nanti kita tanya, kamu nulis apaaa… Dia akan ngarang2 sendiri sih 😅 biasanya dari cerita yang pernah kita Dongengkan dicombine sama imajinasi dia. Kita dengarkan, tambahkan kalau bisa, kasih bumbu semacam kehebohan tersendiri biar dia makin merasa terapresiasi usahanya. So far sih baru gitu 😁

I think this is related, about writing, ideas as power and writers as the agent of change. http://youtu.be/c_Eutci7ack

Q: Quote mba dari FB “I always believe that writing is never only about writing, but how to turn your creativity into something bigger, social changing and inspiring, a fruit of knowledge for our younger generations. Last, I’m writing not because I’m writing books, but because I’m writing the future of this country”
Apa yang menjaga motivasi mba zhizhi menulis tetap on? (Mbak Ervin)
A :Banyak faktor tentunya, so far yang paling kuat faktor internal. Dari kecil saya mengidolakan Maya Angelou, ada salah satu puisi anak beliau yang sampai sekarang saya suka baca lagi dan lagi dan lagi kalau takut (about kids being afraid). Dan saya ingin jadi penulis seperti itu. Touching people’s lives through my writing.

Q : Bagaimana mengatasi kejenuhan? (Mbak Ervin)
A : Biasanya saya coba dengan pergi holiday. Baca buku genre lain. Dengerin musik. Ada linknya nih how to stay creative, bisa diterapkan: https://www.youtube.com/shared?ci=2C_8Ngh1e9Q

Q : Adakah target tertentu mba? (Mbak Ervin)
Ada dong. Dulu sebelum ngantor, target saya dua minggu satu buku. Sudah finish sm proofread dll. Target lainnya sebenarnya saya ngincer beasiswa creative writing di UK(gppa mimpi kan setinggi langit ya hohoho). Dan ada mimpi2 lain yg saya kemudian jadikan target. Saran saya tempel target anda di pintu kamar biar termotivasi hehe👌

Q : Adakah pesan yang mba zhi zhi sisipkan dalam tulisan tulisan mba? atau hanya sesuatu yang spontanitas saja?bagaimana menjaganya, terutama saat tuntutan komersialitas sekarang dan tuntutan lain mendera. (Mbak ervin)
A : Ada dong. Udah kita discuss di bagian atas ya, bisa di scroll. Saya sendiri penganut nilai2 universal seperti kindness, humanity, human rights, dan self-compassion. Silahkan pilih nilai2 apa yg Anda ingin sampaikan. Bagaimana tututan komersialitas, sejauh ini penerbit justru senang dengan yang berbobot. Tentunya sebatas nilai mereka juga. Misalnya, saya nulis ttg gay rights, masih lumayan berat untuk diterbitkan di Indonesia. Ya gpapa, simpen aja dulu kalau ditolak. Jangan lantas kita tidak menulis krn dari awal udah gentar duluan. Ada kok penerbit yang makin kontroversi dia makin senang.

Q : Bagaimana mengatur fokus menulis supaya nga mleber kemana2, apakah perlu membuat plot dahulu?
A : Iya. Buat semacam daftar isi. Saya akali dengan buat tabel yang nanti diisi dengan post it. Bayangkan satu tabel terdiri dari berapa halaman. Nanti anda isi sendiri.

Q : Saya tipe yang semangat diawal, terputus sesuatu, lalu lupa arah jadinya kemana2….
jadi malas😂😂
tapi kalau sedang emosional, bisa berlembar lebar saya tulis😑
hanya ketika dibaca, terlihat sekali campur aduk didalamnya. (Mba Ervin)
A : Iya. Sama. 😅 itulah gunanya plotting.
Jadi ada tipsnya, salah satunya, tentukan endingnya dulu.
Nanti kita yang tarik garis sendiri maunya gimana di tengah. Lalu fokuskan beberapa minggu untuk nulis sebanyak2nya, apapun itu keluar kan saja. Nanti, ada saatnya “pembantaian” atau editing. Yg ga perlu dipangkas semua. Be a ruthless editor for yourself, pake perspective pembaca. Kira2 orang tertarik ga ya baca bagian ini, gitu lah kira2.

Q: klo nyari ilustrator gmn caranya ya mb zhizhi?
A : Oh saya kasih tipsnya
Penerbit biasanya menyediakan sih TAPI kalau kita bs cari sendiri dan bs ajak illustrator kerjasama untuk bikin buku terus tawarkan ke penerbit, honornya bs jauh lebih besar. :)👌
Caranya
Main2 ke toko buku sm pameran illustrator buku anak (sering ini di Jakarta mah).

image

Alhamdulillah. I just won an award, “Penulis Terbaik Buku Fiksi Anak (The Best Children’s Books Writer) in Indonesia International Book Fair/IIBF 2016. The award is provided by KPK and IKAPI. The books will be compiled into one bundle and spread into all of the national library all over Indonesia to teach our younger generations about fighting corruption.
Thank you very much for the appreciation. I always believe that writing is never only about writing, but how to turn your creativity into something bigger, social changing and inspiring, a fruit of knowledge for our younger generations.
Last, I’m a writer not because I’m writing books, but because I’m writing the future of this country.
– Zhizhi Siregar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s