Melatih Kendali Diri Anak Part 2

images-1Diskusi Bebas

1. Sy pernah lihat di U-tube, ceritanya ttg seorang Ibu yg membawa anak balitanya ke supermarket. Anak ini mulai merengek minta dibeliin permen. Next, yg mengejutkan, sang Ibu malah teriak2 lgs guling2 di lantai. Anak ini lgs melongo jg org2 sekitar. Dan anak ini nggak jd tantrum.
Yg sy tanyakan, apakah boleh meng-cut tantrum anak dgn cara seperti ini? Jika dibandingkan dgn menunda permintaannya atau memberitahu kl kebanyakan mkan permen bla3x. (Widia Sari)

Ya pernah lihat, tapiii saya pribadi ngga sanggup kalau harus memilih cara itu hehe, sebelum ke mall/ supermarket, jelaskan akan membeli apa, lalu apa yang akan dibelikan untuk anak, sehingga anak tinggal diingatkan untuk apa ke supermarket.

Biasanya anak kan ngga langsung tantrum, ada tanda, dan kita juga perlu peka akan pemicu lainnya, misal capek, bosan, lapar, haus. Jangan sampai anak mengalami kondisi tersebut. Kadang kita orangtua keasikan jalan jalan, lupa sudah melewati jam makan anak, anak jadi cepat emosional (sama kayak kita kan kalau capek, laper, cepet marah). Kadang tantrum karena ngga dibelikan mainan misalnya lebih cepat terjadi karena kondisi tadi. Cegahlah yang bisa kita cegah.

Kalau anak mulai merengek (tanda mau tantrum), segera ajak beranjak dari tempat tadi, cari yang lebih aman

2. Assalamu’alaikuum..
Alhamdulillah kelar manjat. Mb lita, salam kenal.
Ikut bertanya ya..

Saya msh serumah dgn ortu dan saudara perempuan. Dirumah ada 2 keponakan. Yg pertama umur 3,5th, dan yg kedua 12bulan. Keponakan pertama sering tantrum karena pola asuh dr kecil selalu dituruti apa yg dia mau. Pun keponakan kedua, ada bakat tantrum karena ketika keinginannya tak terpenuhi, langaung nangis kejer, pukul2 badan, lantai, dan langsung tiduran. Pola asuh yg diberikan sama, menuruti semua keinginan.
Selama ini saya selalu “menahan” anak saya utk bermain saja di kamar, karena khawatir perbedaan pola asuh bikin anak bingung.
Yg jd pertanyaan, apakah tantrum menular? Kalau iya, bagaimana agar anak saya ga terpengaruh tantrum dg keponakan2 saya? (Rahmi Fitri)

Wa’alaikum salam, tantrum bukan bakat tapi proses belajar. Walau ada karakter bawaan yang membuat seorang anak lebih mudah tantrum dibandingkan anak lain, tapi itu tidak banyak pengaruhnya.

Mendidik anak memang perlu bersama sama. Jika Komunikasi kita sudah tuntas dengan suami, mengenai bagaimana sikap saat anak tantrum, ipar kita (Ayah dan ibu keponakan) bisa diajak kerjasama untuk bersikap lebih baik saat anak tantrum. Pun demikian kepada orangtua.

Ya, bukan menular sebenarnya, tetapi meniru.

Anak usia 3,5 tahun Dan 12 bulan sebenarnya masih banyak kesempatan untuk melatihnya. Belum terlambat

Yang 12 bulan ini sebenarnya tahap meniru. Biasanya keinginan anak 12 bulan juga belum banyak, ketika anak meminta lebih dari kebutuhannya, lebih pada meniru sepertinya.

Untuk 12 bulan sebenarnya tantrum sangat bisa dicegah.

3. Seorang Ibu yg gangguan bipolar ketika hamil, apakah ada kaitannya dengan anak yg tantrum semasa balita? Maksud saya tantrum itu bakat-kah? Atau semata pengaruh pola asuh yg salah saja. (Widia Sari)

Tantrum itu perilaku yang Wajar untuk balita. Belum bisa dikatakan salah pola asuh.

Kalau abg masih tantrum, baru bisa dikatakan salah pola asuh.

Namun ketika hal itu Wajar, bukan berarti didiamkan, atau tidak Dilatih mengelola. Jika kita gagal melatih mengelola, hal ini yang akan menjadi sebab kelak ketika abg, anak masih tantrum.

Ya, kondisi psikologis ibu akan mempengaruhi kondisi psikologis anak. Namun hal ini masih sangat bisa diperbaiki, selama tidak ada gangguan serius pada otak anak.

Jika sebabnya bukan fisik seperti ada gangguan pendengaran sehingga ada keterlambatan bicara, atau ada gangguan bagian otak bagian emosi, tantrum bukan bakat, tetapi lebih kepada hasil belajar

4. slh1 praktisi linguistik, cerita. Prn wkt beliau ke mall, anaknya tantrum krn pengen dibelikan mainan mobilan, kurleb 15mnt smp guling2an di lantai. Beliau biarkan sj, wl org2 jd berkerumun ngomel dll atau sekedar bilang “sdh belikan saja kasihan Pak”. Tp apa yg beliau lakukan beliau ikut selonjor di lantai smp anaknya berhenti sesegukan. Br beliau ajak bicara pelan2, hg negosiasi menunda dibelikan mainan smp pekan depan. Pertanyaannya ini jg dibolehkan ya Bu? Lebih baik mana Bu, membiarkan anak yg tantrum hg emosinya mereda atau meredakan emosinya dgn merangkul, memeluk dll.

Boleh kalau sanggup 🙂
Setiap orangtua punya cara sendiri. Ukurlah kemampuan kita.
Passwordnya satu saja, tidak memberikan hal yang anak minta dengan mengamuk.

Usia dan kemampuan anak mengelola marah juga kan berbeda. Ada yang kuat 2 jam nangis, ngga bisa dinego/ ajak bicara baik baik, teriak kencang. Yakin kita mau pakai cara tadi? Mengganggu kenyamanan orang lain juga ya…

Dalam situasi tersebut, kita yang mengenal kemampuan kita, mengenal juga kemampuan anak.

“OK kakak Marah, tapi tidak di sini, ini tempat umum, mengganggu.” Jika badannya masih kecil kita bisa angkat, masuk mobil dan pulang, atau cari tempat lain yang lebih nyaman. Setelah reda kita ajak bicara

Apakah lebih baik memeluk anak?

Boleh, dengan catatan ketika anak tidak tantrum kita sudah sangat Sering memeluk anak. Jangan hanya saat anak tantrum kita responsif terhadap emosi anak, lalu memeluk. Nanti anak belajar, enak juga ya kalau tantrum di peluk peluk

Ya kembali ke kita mengenal diri dan mengenal anak, dan yang dipegang adalah passwordnya: tidak memberi yang anak minta

Untuk anak di atas 4 tahun, kita juga bisa mengenalkan kadar marah. Mana marah yang bisa dikelola sendiri, mana yang dia sangat sulit. “kakak marahnya sudah segini ya.. (pakai bahasa tubuh yang menunjukkan sangat banyak), perlu ibu bantu menenangkan diri? Mau Dipeluk, mau diambilkan minum? Mau tarik nafas sama sama? ”

5.Mbak lita, maksudnya gangguan serius otak *bagian emosi* itu apa? Cedera fisik otaknya gitu ya? Org tua dulu ada yg bilang, hernia itu salah satunya disebabkan krn waktu kecil kalo nangis sampe kejer2 dibiarkan saja. Apa benar ada kaitannya ? (Nina)
Jadi pengendali perilaku itu kan otak ya.
Pusat pengambilan keputusan perilaku itu ada di bagian depan. Prefrontal cortex. Jika ada kecelakaan/ sakit terhadap bagian ini, akan mempengaruhi perilaku manusia, menjadi lebih emosional.

Kalau tidak ada kerusakan, bisa diusahakan untuk lebih baik. Kegagalan pola asuh akan membuat PFC Tadi kurang berkembang

6. Aslmkum. Mohon maaf Mba Lita baru nyimak kulwapnya pagi ini. Ada yg mau saya tanyakan:

Anak saya 4 thn 10 bulan minggu lalu sakit dan sejak selasa menginap d rumah oma nya. Kamis saya ikut menginap karena anak saya ga mau pulang dan Kebetulan ART sy mudik. Permasalahanny ketika saya dan oma opa (mertua) serumah anak saya jadi gampang tantrum n lebih manja. Apa2 jadi minta diambilin, keinginan ditolak langsung nangis. Bangun tidur saya gaada lgs nangis. Padahal klo di rumah sendiri anak saya bisa diajak kerjasama (bs main sendiri, jaga adik, cukup mandiri). Apa karena misalnya klo saya tolak keinginannya/marahin di depan oma nya dia berasa ada yg melindungi yaitu omanya? Saya n suami si kesimpulannya begitu. Tp gimana ya cara mengatasi supaya klo pas lg menginap di rumah oma nya agak lama (misal seminggu) anak sy ga langsung berubah gampang tantrum? Terima kasih Mba Lita (yula)

Wa’alaikum salam, karena paska sakit, saya pikir ngga apa apa bun kalau agak manja. Cegah tantrumnya dengan memberikan apa yang sekiranya ia sukai tanpa terlebih dulu tantrum. Nanti polanya bisa dikoreksi setelah pulang

7. Anak saya pernah tantrum diangkot. Pas di tempat yg saya pikir aman kami turun. Dia guling” depan toko. Saya telp pak suami minta di jemput.
Gegara pingin jam tangan.
Kami ajak.keliling kota tapi ga beli jam. Berenti juga tuh tantrumnya.

Ujian umum😁 (Rita)
A:Benar, yg penting password tidak memberikan yang diminta:)

8. anakku alhamdulillah bisa dihitung tantrumnya

sebenarnya karena emaknya ini sadis
kalau minta barang, saya tanya kenapa? dan alasannya
kalau tidak ya tidak…. teguh bak karang
kalau mereka nangis, sebelum mereka beraksi saya sudah kasih statement “mas mau guling guling, pukul2 lantai, mau jungkat jungkit, jawaban mama tetap tidak”
tapi biasanya saya kasih alasan yang bisa mereka terima, jadi tidak ada kata tidak tanpa alasan mengapa
yang kalah suami saya, selalu gagal menghadapi anak2nya

A:Ada rasa bersalah dari suami biasanya, karena kesibukan seorang Ayah. Ingin menunjukkan sayangnya kepada anak
Q:Gpp atau ga boleh mba?
A:Sebaiknya bantu suami untuk bisa mengelola. Misal sepakati dulu, apa yg boleh diminta dan tidak boleh. Misal suami segan melarang, bagian izin beli barang ke, anak harus ke ibu dulu.

9. Anak saya 3y4mo, selalu kalau bangun tidur ga lihat siapa2 selalu nangis kejer sampe teriak, padahal ada orang lain diluar kamarnya. Kemudian semenjak punya adik, si sulung ini makin kolokan dan iseng sama adiknya, tp kalau cuma berdua sama saya (pergi jalan2 berdua) si sulung maniiis bgt.

Apa krn si sulung lg minta perhatian ya krn perhatian orang se rumah teralihkan ke bayi? (Siwi)

Betul bun Siwi, kebutuhannya untuk diperhatikan masih sangat besar untuk anak 3 th.

Jadi bagus ada we time khusus ya dengan kakak, untuk memenuhi kebutuhannya untuk diperhatikan.

10. Mau menanggapi jawaban semalam,, plus nanya lagi ya mba Lita. Apa dan bagaimana pola asuh yang responsif itu? Sejauh mana kita turuti keinginannya.

Makasih

Untuk bayi, responsif itu segera memenuhi kebutuhannya seperti bayi lapar menangis, segera diberi makan/ asi, bayi kedinginan segera diselimuti.

Sebenarnya sampai usia berapapun kita perlu responsif terhadap kebutuhan anak. Hanya responsifnya tidak selalu dengan langsung memenuhi yang anak minta. Karena tugas perkembangannya kan berkembang.

Misal anak perlu belajar kendali diri, ketika anak meminta sesuatu, kita respon, pahami keinginannya baik baik, pahami perasaanya, diterima (responsif), tapi pemenuhan keinginannya dievaluasi lagi perlu segera atau ditunda. Ketika dia bereaksi, sedih atau marah kita juga Jangan abai, respon dengan baik. “Iya kakak mungkin berat ya, dah ingin banget ya… Tapi untuk mainan ini memang kita perlu menabung dulu

Nanti terasa bun, ketika anak smp. Kalau dari kecil kita selalu memenuhi apa yang anak minta, akan sering terjadi konflik dengan anak. Berantem terus. Tapi kalau anak sudah dilatih dari kecil untuk menunda keinginan, akan lebih mudah.

Kita tetap responsif agar anak merasa aman dan percaya “ya Kak, ibu paham naik motor untuk anak SMP sekarang seperti identitas diri. Kalau jalan sama naik angkutan umum itu dinilai Lugu kan? ”

Respon perasaannya, Terima. Ini penting agar rasa aman dan percaya tidak putus.

Tapi tetap pegang prinsip anak no motor sampai punya SIM melalui dialog dialog

Saya mengalami hal yang sulit didialogkan ketika anak smp adalah Tentang sosmed, pacaran dan motor. Motor adalah hal terpanjang yang kami dialogkan hingga akhirnya dia bersedia sendirian bersepeda saat temannya naik motor. Saya terbayang betapa sulitnya orangtua menghadapi remaja yang tidak Dilatih kendali diri dari kecil

-Mba lita mau tanya, sy masih agak bingung dg definisi tantrum,

Anak sy yg nomer 2 (5 thn), itu kalo saya nasehatin, atau saya kasih tau, malah nangis sepanjang saya nasehatin, itu namanya tantrum y bu?, nangis sambil teriak, menyanggah apa yg saya tanyakan, menolak yg saya nasehatin. Gimana solusinya ya?

Dan ditambah lagi, gak ada yg diingat apa yg saya pernah omongin pas dia nangis… Jd kapan waktu yg tepat saya bisa nasehatin anak nomer 2 itu ya?

Kalo anak no 1 ( 9 thn) beda lagi, kalo dia salah, lebih baik diam, gak mau bilang ada masalah apa/cerita apa sebabnya, nangis aja gitu… Kapan baiknya saya tanya ke anak yg no 1 itu ya?

Saat anak mengekspresikan emosi negatif, Nasihat tidak bisa masuk mba.

Perlu dilatih teknik komunikasi yang tepat untuk anak.

Materinya khusus ini

11. Assalamu’alaykum Bu Lita, mau tanya, anak kedua saya berusia 2y 9m, semenjak anak ke3 saya lahir, yg ke2 ini berubah, awalnya dia mandiri, sekarang apa2 minta dilayani, biasanya pakai bajupun sendiri, alhamdulillah umminya terbantu, tapi setelah dedenya lahir, manjanya makin menjadi, kadang suka menggigit, kadang juga suka mengompol, apa yang terjadi sama anak ke2 saya? Bagaimana cara mengembalikan kemandiriannya?

Makasih Bu Lita (Nurika Rahma)

Diterima dulu kegelisahan yang ia rasakan dengan adanya adik baru. Sediakan Waktu khusus bersamanya berdua saja, tanpa gangguan. Nanti jika ia sudah nyaman, kemandiriannya bisa dikoreksi
Q:Sementara ini memang saya terima perubahan anak ke 2 saya, baik Bu Lita, terima kasih atas sarannya..
A:Ya bun, sudah baik.

Q:Jadi begini…yang saya rasakan, ketika ada bayi ini secara alami kita kan terfokus pada bayi.

Kadang lupa untuk menyediakan Waktu khusus untuk Kakaknya.

A:Padahal sampai usia berapapun anak perlu perhatian khusus. Agar tidak cari perhatian.

Bentuk mencari perhatian itu beragam sesuai usianya. Ketidaknyamanan psikologis terkadang ditunjukkan dengan kemunduran perilaku. Misal yang sudah berhasil toilet training jadi ngompol lagi atau pup di celana lagi

Q: Iya benar Bu Lita… jadi sedih saya kurang memberikan perhatian, terlebih kadang suka kebablasan marah sama si kakak setelah ada dede bayi… saya akan lebih fokus lagi untuk bisa bersikap… Jazakillah Bu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s