Bekal apa yang harus orangtua siapkan pada anak untuk menghadapi abad 21?

๐Ÿ“† 9 September 2016,20.00 WIB

Nara Sumber : Shakina Mirfa Nasution

Moderator : Silvia dan Risfi Aditya

Notulen : Dewi Aprilia K.

Pernahkah orangtua berfikir bahwa ada profesi2 tertentu yang dulu tidak pernah ada namun sekarang sangat dibutuhkan ? seperti jika 25 tahun yang lalu belum ada profesi reparasi handphone. Bagaimana dengan 25 tahun akan datang, apakah orangtua bisa memprediksi hal tersebut? Apakah orangtua sudak cukup.memberikan bekal bagi anak agar mampu survive akan kehidupan masa mendatang?
Diskusi Emak Kekinian kali ini akan membahas sekelumit tentang bekal apa yang perlu disiapkan orangtua untuk anak dalam menghadapi era abad 21 yang akan diisi oleh narasumber super kece dengan pengalamannya dalam dunia pendidikan yang tak perlu dipertanyakan lagi. Siapakah dia????

*Shakina Mirfa Nasution* merupakan ibu dari 3 anak, lulusan Master of Applied Finance, Monash University, Melbourne, Australia. Ia juga merupakan Co-Founder of Cendekia Leadership School, Bandung, Founder of Yayasan Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia Jakarta, Founder of Lembaga Management Pendidikan Indonesia (LMPI) School of Applied Education, Jakarta dan Pengurus Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (2006 – Sekarang)

Pendidikan hendaknya menyiapkan anak untuk dapat survive akan hidupnya, terlebih lagi memberi kemanfaatan untuk diri dan orang lain, mulai hari ini sampai dimasa depan mereka. Nah yang serunya, lebih dari setengah anak-anak kita nantinya akan memiliki pekerjaan yang belum ada saat ini. Beberapa profesi yang ada hari ini, belum terpikirkan ada ketika pelaku profesi tersebut 15-25an tahun yang lali..Yang paling sederhana, apakah tukang reparasi handphone 20-25 tahun lalu sudah dibayangkan akan menjadi profesi yang byk sekali bisa ditemui saat ini? Bagaimana dengan fenomena GoJek, onlineshop, dll
Nah, judul artikel ini menggelitik saya, bahwa penulis bisa menggambarkan arah pendidikan masa depan dalam 5 bagan.

Baiklah, saya akan ulas satu persatu bagannya.

Bagan pertama,
Ada 16 keahlian yg harus dimiliki oleh siswa di abad 21. Keahlian ini dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu:
1. Foundational Literacies
Kemampuan siswa untuk mengaplikasikan keahlian dasar pada tugas sehari-hari,
2. Competencies
Pendekatan yang digunakan siswa untuk menghadapi tantangan yang kompleks,
3. Character qualities
Pendekatan siswa terhadap berbagai perubahan di lingkungan

Detil keahlian dari 3 kelompok besar ini bisa dilihat pada bagan pertama.

Satu diantara beberapa hal menarik pada bagan ini, bahwa 10 dari 16 turunan keahlian yg disebutkan justru tidak terkait dengan kemampuan dasar membaca, menulis dan aritmatika. Akan tetapi justru berupa keahlian yg berhubungan dengan social and emotional learning (SEL).
Kemampuan tersebut diantaranya yaitu kreativitas, inisiatif, rasa ingin tahu, dll.
Bagan kedua,
Bahwa sejak tahun 1980an, jumlah pekerjaan yang memerlukan kemampuan sosial sangat meningkat.

Bagan ketiga,
Terdapat target pembelajaran dari 10 keahlian yang terkait dengan SEL dan ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak kemampuan sosial dan emosi ini. Yang jelas kegiatan olahraga dan ke-Pramuka-an sangat mempengaruhi perkembangan keahlian SEL.

Bagan keempat
Bagaimana dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, khususnya SEL? Teknologi sangatlah membantu karena bisa sangat personal, mendukung pembelajaran di kelas dan memberi akses belajar bagi yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Faktanya, investasi swasta pada pendidikan berteknologi untuk semua usia meningkat 32% rata2 pertahunnya sejak 2011.

Bagan kelima
Yang menjadi masalah, masih banyak yg belum menganggap SEL sebagai prioritas dalam pengembangan kebijakan pendidikannya. Diantaranya karena alasan:
1. Kesadaran yang terbatas akan SEL dan manfaatnya,
2. Keahlian sosial dan emosi tidak cukup menjadi prioritas,
3. Kurangnya konsensus tentang pengukuran SEL yang valid dan dapat diandalkan
4. Rendahnya pendanaan

img-20160910-wa0003

Silvia : Sedikit pengantar dr saya, jadi pembelajaran social emosional ini awalnya dicetuskan di inggris..sebagai negara industri, inggris memperhatikan bagaimana profesi yg berkembang di sana.
Sehingga muncul lah ttg sel ini ( social emosional learning ini), yg berfokus bagaimana anak dan anak didik diberikan pembelajaran utk pembentukan dan engembangan emosi sosial secara personal dan interpersonal
Kebayang garis besar nya ya
.buibu kece?

Shakina : Wa’alaykumsslm wr., wb..
Hai semuanyaa.. ๐Ÿ˜Š
Salam kenal yaa..
Trimakasih sudah diundang untuk sharing tentang materi ini.. Senang sekali bisa berbagi diskusi dengan emak-emak keyeen kekinian disini…

Tanya Jawab
1. Q: Duh melihat bagannya,jadu pengen semua.
Tapi yang paling ada di benak siy, ingin kelak anak sy bisa menjadi manusia sebaik”nya manusia, tumbuh menjadi anak yg cerdas (tahu & paham mana yg baik mana yg buruk, kuat (menahan amarah), dan sukses (menjalankan perintah Allah & ajaran Rasulullah).
Tapi bagaimana caranya ya? – Mb hana
A:Salam kenal Mbak Hana yang baik,..
Menurut saya, tidak ada rumus baku dalam mendidik anak karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Visi misi orang tua, pola asuh orang tua, faktor lingkungan, faktor pribadi anak, dan lainnya. Tantangan faktor destruktif yang dihadapi oleh anak pun sudah berbeda di tiap jamannya, mulai dari narkoba, pornografi, kejahatan seksual, gaya hidup LGBT, dan entah akan ada apa lagi di masa yad.
Yang pertama dan harus terus diutamakan adalah persiapkan anak menjadi hamba Allah SWT yang beriman dan bertakwa. Pembiasaan dan pembelajarannya agama Islam harus melekat dalam setiap aktivitas sehari-hari. Ingatlah bahwa anak adalah peniru yang ulung dan orang tua adalah role model yang sangat bagus bagi anaknya.
Nah kalau kaitannya dengan 16 keahlian yang ada pada artikel, pada bagan ketiga dijelaskan beberapa cara mengajarkan keahlian tersebut, yaitu:
1/ Pembelajaran dengan cara bermain sangatlah penting
2/ Pembelajaran harus detail, misalnya belajar komunikasi itu meliputi mendengar, membaca, menulis, berbicara dan bahasa tubuh…
3/ Bangun lingkungan yang aman untuk belajar
4/ Kembangkan pola pikir yang terus berkembang
5/ Bangun pola asuh yang baik
6/ Luangkan waktu untuk fokus pada pembelajaran
7/ Lakukan refleksi yang mengarah pada reasoning (sebab akibat) dan analisa
8/ Berikan penghargaan yang wajar
9/ Pandu anak untuk melakukan berbagai penelusuran di berbagai topik
10/ Bantu anak untuk memaksimalkan kepribadian dan kelebihan mereka
11/ Sediakan tantangan yang sesuai usia
12/ Libatkan diri dalam pembelajaran anak
13/ Tentukan target belajar yang jelas untuk keahlian tertentu
14/ Gunakan pembelajaran yang langsung memberikan pengalaman pada anak (hands-on approach)
Tambahan dari saya, ajarkan anak untuk bertanya.. Apa, siapa, dimana, bilamana bagaimana, mengapa dan berapa?.. harapannya anak mampu berpikir kritis dan memiliki konsep diri yang kuat. Tidak hanya menjadi buih yang siap diombang-ambing ombak.. ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿผ๐Ÿ’ช๐Ÿผ๐Ÿ˜Š

2. Q: Di diagram yg dishare kan pakai no tuh dr 1-16. Dalam penerapannya no tersebut berarti harus diajarkan secara berurutan atau nggak?
Soalnya sy shock lihat literacy dan numeracy di no.1 dan 2.
A: Menurut saya, nomor tersebut tidak dibuat berdasarkan urutan pengajaran melainkan hanya penomoran biasa saja. Kalau kita ingat lagi tentang teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Howard Gardner, bahwa anak2 cerdas dibidangnya masing-masing, maka sudah jelas juga bahwa perkembangan keahlian pada tiap anak berbeda. Oleh karena itu pengajaran 16 keahlian tersebut hendaknya tidak didasari nomor urut yang tertera..

3. Q: Assalamualaykum mbak Silvia, salam kenal sy wiwid domisili makassar. Oh ya bun, mau nanya perihal penjelasan mbak Shakina di https://www.weforum.org/agenda/2016/05/5-charts-that-explain-the-future-of-education?utm_content=buffercaf6d&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Berikut kutipan yg ingin sy tanyakan

………
Does this mean we should use less technology in schools?

Although schools need to develop interpersonal skills, technology has an important part to play. Technology can personalize learning, complement what happens in the classroom, and provide access to learning for those with insufficient educational opportunities.

Existing technology like videogames can aid in the development of education. Strategy games such asย Sid Meierโ€™s Civilization V, teach an understanding of the intricate relationships among the geographical, historical and economic systems that shape civilizations. Sandbox games likeย Minecraftcan boost SEL skills like collaboration, creativity and problem-solving.
…….
Menarik sekali pernyataan di atas. Pertanyaan saya..
1. Usia berapa anak boleh diperkenalkan teknologi informasi?
2. Dari pernyataan di atas video game itu bagus untuk pendidikan. Tolong dijelaskan apa maksud pernyataan tersebut. Mohon maaf, apakah pernyataan itu berseberangan dgn isue2 yg sekarang dikembangkan, agar anak2 dibatasi bahkan dijauhkan dari video game.
A: Untuk mbak Wiwid di Makasar,..
Teknologi itu bagaikan pisau bermata dua. Bila digunakan untuk kebaikan, akan memberikan manfaat sedangkan bila tidak berhati-hati maka dapat juga melukai kita.
Kita juga sepertinya agak sulit mensterilkan anak dari berbagai layar gadget yang ada dirumah maupun diluar rumah.
Sepengetahuan saya (dan info dari suami saya yang dokter anak ๐Ÿ˜Š.. ), rekomendasi yang detail membahas usia aman untuk anak terpapar pada layar (screen time) adalah dari American Association of Paediatrics (AAP) bahwa diusia sebelum 2 tahun anak tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi teknologi berlayar. Sedangkan untuk anak diatas 2 tahun, screen time yang aman dibatasi hanya 2 jam perhari.
Untuk spesifik game, di artikel disebutkan berbagai macam manfaat games. Namun kembali perlu kita ingat, apakah lebih besar manfaatnya atau lebih besar mudharat-nya ketika anak kita memainkan game tersebut seperti istilah pisau bermata dua tadi. Bila anak sudah kenal dengan games, sesekali temani dan ikut mainkan games-nya. Ajak anak untuk mendiskusikan games yang dimainkan. Bila usianya sudah memungkinkan bahas juga dampak negatif dan positif memainkan games tersebut. Jangan lupa juga untuk membatasi waktu main games.

4. Q: Asalamualaikum, mau bertanya…Pd msg2 tahap usia, apa ada competensi ttt yg perkembangan nya plg optimal jika distimulasi pd usia tsb? Jika iya, bolehkah minta tabel kompetensi dan usia nya๐Ÿ™๐Ÿป
Apakah pd saat anak berusia 7thn kita sdh bs memetakan kompetensi bakat dan minatnyaa?
Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
A: Pertanyaan ke-4, sangat terkait dengan di ilmu kesehatan anak, ada tabel kompetensi termasuk stimulasi anak yang bisa di share. Setelah diskusi ini saya kirimkan yah.. (saya mintakan ke suami yang dokter anak).. ๐Ÿ˜Š

5. Q: Kl pengalaman dr anak2ku, usia 2 tahun koq kayak msh rentan diperkenalkan dgn gadget ya. Kira2 ada solusi lain untuk mengenalkan teknologi yg sederhana pd anak (sejak) usia 2thn

A: Usia anak saya 5, 4 dan 2 tahun mbak widia๐Ÿ˜Š
Saya juga masih ketar ketir mengenalkan gadget pada anak-anak saya.
Jadi yang saya lakukan adalah membuat aturan yang ketat untuk penggunaan gadget. Hanya sabtu minggu. Sekali main hanya maksimal 15 menit dan dalam satu hari dijatah hanya pagi, siang dan sore.
Itupun saya pilihkan satu hari sebelumnya game yang bisa dimainkan dan saya coba dahulu mainkan game tersebut…
Bagi saya, yang terpenting, screen time dibatasi, konten terjaga dan komunikasikan dengan anak apa yang dilakukannya pada saat main game tersebut. Yang terakhir ini memang saya lakukan dengan anak saya yang usia 4 dan 5 tahun..

6.Q: Klo TV gmn, mba?
Anak saya tontonannya sih masih sebatas channel baby first TV dan Disney Junior.
A: Untuk mbak Risfi yang kece…
Hati-hati yah… saya usahakan selalu ndampingi anak ketika nonton TV…
Daaaan…. tayangan di Disney Jr kadang juga ada keselip yang cium2an loh.. walaupun kartun.. ๐Ÿ˜“
Jangan lupa dibatasi screen timenya yaaah…
Akhirnya saya beralih ke nickelodeon jr..
Yup screen time, termasuk tv, laptop..
Atau memang yang saya sering lakukan adalah bikin aktivitas lain…

Silvia: Mb shakina..klo yg sy tangkap dr artikel point teknologi di atas,…games salah satu alat utk membantu pembelajaran sel krn games itu memancing utk berpikir, cari solusi, pantang menyerah..

Nah, utk bisa belajar keyerampilan social dan emosi, ga mesti lewat gadget..itu salah satu alat aja.
Dan yg namanya teknologi definisinya kan alat yg membantu kita mempermudah melakukan sesuatu ya..
Bisa saja mgkn kita membuat bersama anak teknologi sederhana misal bgmn cara mengangkut mainan lego yg banyak ke kotak? Dicari lah kardus..dibuat jd mobil mobilan sehingga bs membawa lego sekaligus banyak..
Artinya ketika aktivitas itulah kita mengajarkan anak utk melihat masalah nya apa, solusinya apa, caranya bagaimana, klo ga bs coba lagi, coba lagi cara lain..trus apresiasi ttg usaha anak..
Intinya dikaitkan ke point yg 16 di atas

Shakina: Terkait dengan skill yang kita bahas, teknologi bisa dikenalkan dengan cara lain.. misalnya untuk anak usia 5 tahun, saya ajak memasak saya lihatkan blender.. bagaimana blender berputar..
Jd definisi teknologi luas..bukan hny gadget,tv,laptop..
Jadi teknologi seperti yang sudah sangat dikenal.. sifatnya seperti dua mata pisau..
Jadi teknologi itu hanya salah satu alat untuk mempelajari berbagai skill yang disebutkan.
Kita jangan terbelenggu untuk selalu menjadikan teknologi sebagai momok.
Banyak aktivitas lain yang tanpa menggunakan teknologi bisa digunakan untuk mengembangkan skill skill itu..Dan.. anak-anak lebih suka yang hands-on approach alias mereka ikut merasakan, menambah pengalaman

Silvia :Betul mb shakina
.
Sy jd ingat ada channel bagus: cebeebies nina and neuron..( program edukasi british).sy intip di youtube

Sy suka intip idenya utk bahas dg anak..
Cara dia memancing dialog spy anak berpikir ttg benda di sekitarnya..
Misal kenapa pintu bs ditarik dan dibuka..trus bikin percobaan.

Dan dikaitkan dg skill sosial dan emosi.
Shakina: Nah menanggapi mbak silvi tentang cara berpikir..
Ingatlah untuk mengajari anak kemampuan bertanya..
Jangan bunuh curiosity (rasa ingin tahu) anak..
Anak usia sampai 3 tahun senang sekali bertanya ini apa? Itu apa? Kakak dimana? Mama lagi apa?
Luangkan waktu untuk menjawab. Ajukan juga pertanyaan lain.
Dengan memiliki kemampuan bertanya, anak akan lebih mampu berpikir kritia..

7.Q: Mbak silvia… Kalau dari bagan di atas ada beberapa pilihan peran atau profesi. Tapi maaf bagaimana cara mencari benang merah antara bagan tersebut dengan: 1. Minat dan bakat anak.
2. Usia anak.
Tambahan pejelasan pertanyaan 5: Karena kl bg praktisi pendidikan dan orang tua yg konsen ama parenting, mgk faham dgn bagan tersebut. Tp menyederhanakannya bgmn. Biar qt sbg orang tua faham, “oooh anak dgn hobi dan minat ini bagus diarahkan ke profesi ini”. Namun bgmn cr pengarahannya kl misalnya usianya baru 7,5 thn. Bgt kurleb maksud pertanyaanya mb
A:ย Usia 7,5 tahun adalah usia anak masih suka bereksplorasi. Oleh karena itu kenalkan anak dengan berbagai macam aktivitas yang akan mengarahkan anak pada bakat dan minat dirinya..
Harapannya ketika anak telah berada diusia yang lebih matang dengan konsep diri yang kuat.

8. Q: Japri pertanyaan diskusi DEK.
Dari Ayu.
Apa modal utama membersamai anak dlm menghadapi tantangan ke depan?
Jujur, liat tabel maupun gambaran skill2 aja jiper.๐Ÿ˜…

A: Modal utama dan sekaligus benteng utama ya mesti mutlak kita kembalikan ke agama. Siapkan anak untuk menjadi hamba Allah yang beriman dan bertakwa. Sesuai umur dan tahap perkembangan anak, ajarkan apa peran dan tanggung jawabnya di dunia dan ingatkan juga tentang kehidupan di akhirat..
Mbak Ayu, saya juga ngeri2 sedep ngeliat target2nya..
Tapi yuk dijalani pelan2 semampu kita karena ingat juga bahwa anak kita belum tentu bisa menjadi ahli dalam ke-16 skill itu..๐Ÿ˜Š
Kemampuan tiap emak2 hebat disini juga pasti beragam…Kembali ke artikel yang dibahas.. tantangan jaman yang akan dihadapi anak2 kita akan berbeda dengan yg kita alami.
Saya sering menganalogikan dengan maksud memudahkan pengasuhan anak seperti ini,..
Kita harus ajari anak cara makan yang baik dengan berbagai alat bisa ajari dengan sendok, sumpit, garpu ataupun tanpa alat atau ada alat makan apalagi dimasa depan.. Yang utama adalah menggunakan tangan kanan sesuai ajaran agama. Nah hidangan apapun yang akan tersedia nanti dimasa depan, anak hendaknya dapat menyesuaikan cara makan yang digunakan berdasarkan berbagai pertimbangannya sendiri…. yang pasti makanannya haruslah yang halal dan thoyib… ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Silvia: Yg perlu adalah bagaimana cara makan…
Jd klo misal di masa depan ada alat makan yg baru,anak kita ttp bs makan dg cara yg baik dan benar…

Baik buibu..krn sdh jam 21.30 diskusinya kita cukupkan dulu ya.. Tapi silahkan mau bertanya ke mba shakina..mb shakinanya kita culik dulu sampai besok 24 jam ๐Ÿ™‚
Mb shakina… Silahkan closing statement nya..

Closing Statement

Ok mbak Sil…
Saya yakin emak2 hebat, keceeh nan kekinian disini sudah IT literate yah… Banyak sekali info yang bisa di googling tentang anak. Jawaban saya adalah hasil pengalaman pribadi mengasuh 3 krucils sekaligus eksplorasi yang telah, sedang dan insyaAllah tidak akan selesai seumur hidup…

Berdasarkan hasil penelitian, ada keahlian2 yang berperan penting bagi kesuksesan anak di abad 21 nanti namun justru keahlian ini kini disepelekan atau malah tidak diajarkan. Keahlian yang dimaksud adalah Social Emotional Skill (SEL)

Teknologi, sebagai salah satu alat pembelajaran SEL, memiliki sifat dua mata pisau. Gunakan teknologi sebijak mungkin. Banyak aktivitas lain tanpa teknologi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan SE skill pada anak.

Anak cerdas dibidangnya masing-masing. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜ŠBertahap, terencana, fokus and be creative… ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘Œ๐Ÿป
Trimakasih semuanya.. ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ‘‹๐Ÿป

Silvia: Terima kasih jg mb shakina..
Terima kasih emak emak keceh..
smg allah berkahi usaha kita semua utk mempersiapkan yg terbaik bagi anak anak.

Sy sbg momod mlm ini , mhn maaf yaa klo byk kekurangan..

Bsk kita lanjut…
Bobo duluu…๐Ÿ˜˜

*********

Semoga Bermanfaat ๐Ÿ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s