Manajeman Stress Rumah Tangga

Tanggal                    : 25 Agustus 2016
Tema                         : manajeman stress rumah tangga
Narasumber          : M. Novvaliant Filsuf Tasaufi
Moderator              : Zuhay
Notulen                    : Silvia Rahayu

**********************

Profile Nara Sumber
Nama                         : M. Novvaliant Filsuf Tasaufi
Panggilan                  : Ali
Status pernikahan   : menikah
Pendidikan               : S2, profesi Psikolog
Alamat                       : yogyakarta
Aktifitas                     : mengajar
Pembukaan
Dalam berumah tangga khususnya seorang istri bahkan sudah menjadi ibu tidak hanya urusan memasak, mencuci, mengurus anak, dan masih banyak hal lainnya yang dapat memuncul stress dalan keluarga.
Jadi seperti apakah stress dalam keluarga?
bagaimana manajemen stress tersebut?
Manajemen stress :
Stress adalah respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap tuntutan eksternal/internal. Fase stres ada 3 yakni :
1. Alarm Reaction (khawatir)
2. Fase Perlawanan
3. Fase Keletihan

Stress terjadi bila:
1. Individu tidak yakin apakah memang sanggup menghadapi tuntutan.
2. Jalan keluarnya sangat sempit atau kecil kemungkinannya
3. Berbagai hal menyita perhatian pada saat yang sama (situasi penuh konflik)
4. Individu harus meletakkan dirinya di bawah kepentingan orang lain
5. Seseorang harus beradaptasi dengan situasi baru
Situasi yang memperparah stress :
1. Pola pikir
2. Gaya hidup
3. Mekanisme pertahanan

Manajemen stress :
1. Menyadari situasi yang menyebabkan stres
2. Mengurangi kondisi lingkungan yang berbahaya
3. Belajar toleran terhadap stres
4. Memelihara self image positif
5. Memelihara keseimbangan emosional
6. Memelihara hubungan yang memuaskan dengan orang lain

Stres sbnrnya hal yg bersifat umum, dan penyebab stres yg srg kita sebut sbg stressor. Asal stressor ini bs macem2, trmsk dr keluarga.

Terkadang anak yg lebih byk bikin stress ya?
Krn anak scara psikologis msh egosentris… Kita tidak bs bilang pada anak balita, ‘naaak… pahami bunda nak… bunda lelaaaah… bunda capeeek… ayo tiduuurrrr…
Beda halnya dgn suami yg msh bs kompromi dgn diskusi yg qt lakukan…

Sampai usia berapakah anak masih egosentris, apakah hanya saat balita saja?
Situasi yg menuntut qt memahami tanpa berharap utk dipahami inilah yg kmdn rentan utk stress
Apalagi untuk anak yg berkebutuhan khusus, maka stressornya jg akan lebih tinggi…Tp semuanya berpulang pd bgmn individu itu sendiri dlm mengelola stressnya…
Terkait usia… hard to say… bahkan hingga usia remaja, byk di antara mereka yg egonya sgt tinggi. Meski demikian, saat anak sudah mulai mengenali lingkungan sosialnya, dan mulai mengenali emosinya, anak bisa diajari utk ‘menurunkan’ egonya
Oia mas tadi disebutkan ada tiga fase stress. Apakah ketiga fase itu selalu berurutan atau tidak? Berarti puncak dari stress itu karena fase keletihan?
Itu berurutan. Fase awal berupa kekhawatiran… blm terbukti secara riil… misal saat menghadapi proses melahirkan
Fase kedua adl saat menghadapi stessornya
Saat menghadapi proses kelahiran misalnya
Sudah mengumpulkan berbagai macam informasi
Dan jika fase perlawanan ini tidak kunjung selesai, maka bs berlanjut k fase keletihan yg bs memunculkan rasa frustrasi, depresi bahkan trauma…
Oh ya, lupa, contohnya adl depresi post partum (depresi pasca melahirkan atau srg disebut baby blues)
Jd baby blues masuk sebagai hasil dari fase keletihan ya.
Salah satunya, bu… krn sependek yg saya tau, penyebabnya bs banyak, baik itu scara psikologis atau fisiologis
PERTANYAAN
Assalamu’alaikum ada yg ingin saya tanyakan:
Bagaimana kalo kasusnya kita ga sadar kalo kita sebenernya lg stress? Bagaimana dampak dan penanganannya?
Ada tips kah untuk mengupgrade daya tahan terhadap masalah dari hari ke hari biar imun nya makin kuat? Trims
JAWABAN
1. Penanganan stres itu diawali dr proses kesadaran, krn jika tidak menyadari, maka akan ada reaksi psikologis ‘aq rapopo (sy tidak apa2) yg menyebabkan intervensi tidak maksimal
Shg diawal, qt perlu ‘membuka’ diri, jujur pd diri sendiri bhw mgkn qt tidak setangguh yg org kira. Bhw ada sisi rapuh dlm diri kita
Ketika kita mampu jujur pd diri sendiri, maka intervensi akan lbh mudah utk dilakukan…Contohnya adl saat qt melakukan sholat malam : Sujud yg lama adl sbg bentuk pengakuan bhw diri kita sbnrnya lemah… namun ada ketenangan tersendiri saat melakukannya (bs memunculkan kekuatan)
2. Cara mengupgrade daya tahan… sbnrnya itulah makna dr ujian Allah yg diberikan pd kita. Ujian kehidupan seringkali makin complicated, tentu menuntut qt lbh aware dgn pola masalah yg dihadapi…Semakin kita bisa menangkap polanya, semakin bisa menarik hikmah dr masalah tsb, daya tahan thd masalah pun semakin meningkat
Ketika reaksi ‘aqu rapopo’ dpt menyebabkan intervensi tidak maksimal. Akibat dari intervensi tidak maksimal itu seperti apa? Apakah akan menyebabkan stress yg muncul lebih tinggi?

Ada ‘defence’ bu… misal, dlm situasi yg sgt frustrated, tubuh dan psikologis sbnrnya ingin istirahat, tp krn tetap merasa sbg individu yg kuat, maka anjuran buat istirahat akan diabaikan.. ‘cuma masalah gini aja kok sy nangis, lebay ah…’ selanjutnya bs mengarah pd fase keletihan…
PERTANYAAN
Hanya butuh penegasan dari Mas Ali.. Andai diberi berbagai pilihan, sbaiknya seorang individu dpt mengambil pilihan yg dpt meminimalisir hal2 yg sekiranya dpt membuat stres ya? Betul bgitu?
Misal, bila membereskan rumah saat anak hendak prgi sekolah, membuat stres, ada baiknya mengatur mencicil membereskan rumah pd mlm hari, agar dpt mengurangi stres d pagi hari
Mohon bs dijelaskan dgn lbh panjang trkait toleran trhdp stres.
JAWABAN
iya, spt itu… toleransi thd stress artinya mulai ada pembelajaran stlh mengenali berbagai macam pola stressor yg ada dlm diri kita…
Contoh riilnya adl, saat kita dihadapkan pd pilihan yg hrs diselesaikan pd waktu bersamaan, awalny mgkn respon kita panik tp akhirnya ga melakukan sesuatu (atau malah update status), tp seiring dgn pengalaman, lama2 ada perubahan… misalnya paniknya tetap ada, tp ada usaha yg lbh konstruktif utk menyelesaikan masalah.. bhkan selanjutnya paniknya hilang dan sgt fokus utk menyelesaikan masalah
PERTANYAAN
1. Komunikasi sy dengan suami berbeda
saya terbiasa mengutarakan sesuatu dengan gesture,mimik muka,lebih introvert,sedang suami sebaliknya, jujur kacang hijau,dan lebih ekstrovert
bagaimana menjembatani ini?karena untuk saya yg saya inginkan adalah ketenangan,sedang suami keramaian.
ditengah lelah,sy maunya sendiri,suami justru maunya ditemani.kadang saya merasa bahasa kami berbeda.
Memilah stress
Apakah stress dapat dipilah?dalam artian,menggunakan defence seperti “ah masalah kecil begini koq repot”

JAWABAN
1. Pola komunikasi yg berbeda menuntut qt pun menggunakan strategi yg berbeda… terkait dgn perbedaan pola komunikasi, maka sebaiknya mencari win2 solution –> utk menghindari situasi yg rawan stress… misalnya adakah aktivitas yg bs mengakomodasi kebutuhan keduanya, satu ingin sendiri dan satu ingin ditemani? Tentu ga bs 100% bs dipenuhi semua kan? Kompromi ini yg mjd penting
2. Stress dapat dipilah, bhkan seharusnya dipilah… mana yg penting dan tidak penting, mana yg mendesak dan tidak mendesak, mana yg berupa keinginan atau kebutuhan…
Defence mechanism itu sebenarnya reaksi alamiah
Qt sll ingin tampil kuat, tp jika itu tjd terus menerus, maka kita bs ‘kehilangan’ diri qt… ga mengenali lagi siapa diri qt

Bagi saya,bergumul dengan suami dan Kawan suami menghabiskan energi,sy jadi “sepi ditempat ramai”😁
Kalau tuntutanya,harus tampil kuat;bagaimana mengetahui titik lelah Dan harus rehat?

Dan itu membuat ibu merasa ‘kelelahan?’
Apkh ada waktu utk menyampaikan apa yang ibu rasakan?
mmg ga mudah, dan tentu saja para suami diharapkan bs melakukan hal yg sama…
Pd byk kasus, sy srg melihat perjuangan para istri dan ibu dlm ‘meruntuhkan’ egonya
Peran istri adl melibatkan suaminya…

Sy bekerja dengan 2 Anak,Dan suami sering keluar kota. Sy justru merasa harus bisa menangani semua sendiri.

Salah satu gejala kelelahan adl merasa lelah pdhl scara aktivitas tidak byk
Atau merasa ingin mengeluh thd byk hal
Atau mengalami perubahan mood tanpa bs menjelaskan penyebabnya.. (bukan krn persoalan hormonal)
It’s great… then?
Pd akhirnya mmg bs menangani semua sendiri kan bu?
Pd tahap deal dgn stress, ibu bs menerima semua stressor sbg bagian yg melengkapi kepribadian ibu…😊😊😊
Stressor tetap ada, tp tidak ada lagi keluhan…
Stressor tetap ada, tp ibu tidak lagi merasa sendiri (krn ibu memilikiNya)

Saya penasaran sebenarnya pak,manakah yang lebih pria sukai. Wanita yang bisa menangani semuanya sendiri,berpikir sesuatu sendiri Atau wanita yang bergantung pada dirinya?

Sy sepakat dgn quote,

‘wanita yg hebat bs melakukan semuanya sendiri, tp pria sejati tentu tidak akan membiarkan wanita melakukan semuanya sendiri’

Di sisi lain, seringkali di bilang, bhwa wanita tidak diciptakan dr tulang kepala utk dipuja, tidak diciptakan dr tulang kaki utk diinjak, tp diciptakan dr tulang rusuk utk dilindungi…
Sependek yg saya pahami, tulang itu fungsinya utk melindungi… shg penciptaan wanita, justru utk melindungi hal terpenting dlm kehidupan ( jantung, paru2, hati dsb) seorg pria…
Semoga menjawab dan mohon maaf jika melebar… 👌

PERTANYAAN
Selamat malam mas ali, saya mau tanya simple saja kadang-kadang karena sikap yang terlalu perfectionist, dan memberikan standar yang tinggi pada proses dan hasil akhir,dalam perjalanannya munculnya hal-hal kecil sebagai gangguan akan memicu timbulnya stress, bagaimana menyikapi hal ini terima kasih kesempatannya

JAWABAN
Hard to say, perfectionist itu memiliki toleransi yg sedikit dgn hal yg tidak sesuai
Konsekuensi logisnya, makin byk yg bs mjd stressor…
Manakala ini sudah qt pahami, maka tentu akan lbh mudah dlm mengatur strategi, misal, mjd pribadi yg perfectionist, namun tidak mudah terpancing emosi krn fokus pd solusi
Krn seringkali qt membiarkan emosi menggerogoti sisi psikologis qt pdhl sbnrnya tidak perlu…
Misal, qt sangat suka kebersihan, sementara anak2 yg msh usia balita tentu saja…
Individu yg perferionist tentu mudah terpancing emosinya ktika situasi rumahnya berantakan, shg bbrp akhirnya mengomeli anaknya dan tidak merubah apapun (tetep aja emaknya yg beresin)
Tp jika individu itu punya toleransi thd stress yg lbh baik, maka bs handle situasi, alih2 memarahi anak, justru mengajak anaknya beberes…
Ada perubahan dsana…
Ruangan bersih, anak belajar sesuatu…

PERTANYAAN
Bagaimana cara orang yang super emosional meledak ledak, menangani stress nya?
Saya ibu rumah tangga yg masih numpang ortu, dirumah super di service jadi tugas saya hanya anak tok. Tapi itupun saya masih merasa sangat lelah ngurus anak (mgkn krn ga biasa kerja rumahan) alhasil slalu stress jika suami ga sigap bantuin saya ngurus anak. Jika ada slek dengan suami pun slalu saya meledak ledak dan siapapun yg salah, slalu suami yg meruntuhkan egonya minta maaf.
Benar benar merasa cerminan istri durhaka. Tapi setiap ketemu konflik pasti ga bisa nahan emosi dan pasti stress. Saya bahkan merasa stress untuk hal hal kecil sehingga gampang skali emosian. Tolong beri pencerahan bagaimana orang kaya saya bisa ga stress dan ga gampang krpancing emosinya. Terima kasih

JAWABAN
Sblmnya saya ingin tanya boleh?
Setelah mengeluarkan emosi, apa yg ibu rasakan?

Mostly menyesal sih..
Krn saya saat emosi mengatakan dan melakukan hal hal yg disesali di akhir

Pd prinsipnya, salah satu tujuan intervensi psikologi adl membuat org aware dgn dirinya
Mengapa dirinya berperilaku spt ini dan itu….
Dan srgkali, perilaku qt sifatnya automatic…
Persis saat sdg sholat, hafal sih bacaannya, tp inget juga resep masakan buat makan malam nanti…
Shg, first think first adl bertanya, apa yg mmbuat saya se-emosional itu?
Contoh, sy pulang kantor, rumah berantakan, perut keroncongan, di rumah ga ada makanan, tiba2 anak saya lari2 trus nabrak saya dan menumpahkan cat air yg dibawanya mengenai baju batik saya….
Kira2 apa respon saya?
Wajar ga kalau saya ‘meledak’?
Bagi bbrp org, mgkn wajar, tp sebenarnya tidak…
Klo dilihat lbh detil, apa yg jd masalahnya? Dan apa yg membuat meledak?
Jika smpai memarahi anak2, apakah mereka ‘pantas’ utk mendapatkannya atau malah jd pelampiasan qt…
*saya pilih neriakin org lewat..
‘Baaaaannggg, bakso 4 porsi…
*krn kelaparan
Titik akan marah itu adl waktu yg plg tepat utk bertanya pd diri sendiri… apakah memang sy hrs spt ini? Apakah layak, mereka menerima ini? Apakah mmg ini akar masalahnya?
*lapar itu membuatmu mjd org lain (kata iklan)
Apakah ada sisi kehidupan qt yg smpai saat ini qt blm bs berdamai..
Semoga menjawab…
*ambil remote, tekan ‘freeze’

Pd akhirnya, jika qt mendapati bhw diri kita bgitu emosional dan ga tau sebabnya apa, mgkn mmg ada ‘sesuatu’ yg sdh kita tekan k alam bawah sadar qt yg mgkn perlu bantuan profesional utk membongkarnya…

Apkh ada masalah2 yg blm selesai (unfinished bussiness) dlm kehidupan qt…
Itu butuh latihan bu…
Tidak bs serta merta

Latihannya piye? Kudu konsul tatap muka beneran sama psikolog yah?
Pd prinsipnya, logika dan emosi tidak bisa sama2 tinggi
Itulah kenapa Rasulullah menasehatkan pd kita, ‘kalau kita marah sambil berdiri, maka diminta utk duduk’
Knp?
Aktivitas berdiri ke duduk akan meningkatkan aktivitas logika, krn kita akan memilih tempat duduk yg nyaman
Ga mungkin kan lgsg ‘ndeprok’ disitu
Begitu jg selanjutnya, jika masih marah, berbaring, wudhu dan sholat
Semua utk meningkatkan fungsi logika
Jika logika meningkat, maka kadar emosi pun akan menurun…
Bs kebayang bgmn wudhu org yg msh sangat emosional?

CLOSING STATEMENT NARASUMBER

Pada prinsipnya, stress itu ssuatu yg pasti terjadi dalam kehidupan kita… sunnatullah klo kata ustadz… bbrp stressor mampu meningkatkan potensi qt, namun bbrp stressor bs menguras energi qt…
Semua kembali pd bgmn qt mengenali, mengelola dan meregulasi situasi stress tsb…
Dan yg trpenting, qt tidak sendiri… Ada Allah…
Yg akan menguji hamba2Nya yg sgt dicintaiNya…
Seberapa besar keimanannya
Krn dlm setiap ketidakpastian, disitulah iman kita dibuktikan…
Kalimat2 terakhir br terinsight… mohon maaf jika agk melebar…

CLOSING MODERATOR

Stress sebenarnya merupakan hal yang bersifat umum. Banyak hal yang dapat memunculkan stress baik bagi yang sudah berkeluarga ataupun yang belum berkeluarga.
Alangkah baiknya dapat memanajemen stress dgn baik seperti memilah apakah ini baik untuk stres atau tidak, mengoreksi diri sendiri serta perlu diingat untuk toleran,terhadap diri sendiri bahwa kita bukanlah wonder women tapi juga manusia biasa yang punya berbagai macam rasa.
Oleh karena itu perlunya rasa saling memahami dan dipahami agar tingkatkan stress yang muncul tdk sampai puncak.
Selamat mengelola stress 😊
Jd ingat lagu lenka “trouble is a friend” mgkn sama dgn “stress is friend” tergantung bagaimana mengaturnya.
Terima kasih kepada Mas Ali atas share ilmunya.
Terima Kasih kpada moms di sini 😊
Sesi tambahan
PERTANYAAN
Mas Ali, mau tanya. Pengalaman stress yang paling bikin wow Mas Ali apa? Dan bagaimana mengatasinya?
Karena, saya berpikir stress laki2 dengan stress perempuan pasti berbeda2.

JAWABAN
Sbnrnya, sy ga begitu sependapat bhw cara berpikir laki2 dan perempuan itu berbeda….
Selama ini, seolah qt mengamini bhw laki2 itu memiliki 9 logika dan 1 emosi, dan perempuan sebaliknya…
Pembuktiannya sederhana…
Let’s see…
1. Kasus tawuran, itu aktivitas logika apa emosi? Siapa yg paling srg melakukannya? Laki2 apa perempuan? Pernah liat siswi perempuan melempar bom molotov?
2. Prestasi akademis. Aktivitas logika atau emosi? Siapa yg plg sering jd juaranya? Apakah ada soal ujian yg berbunyi, ‘bagaimana perasaan Anda trhadap hukum relativitas Einstein?’
3. Jatuh cinta dan selingkuh. Logika atau emosi? Sering menjangkiti siapa?
Ketika seorg ibu stress krn perilaku anak2, ayah pun juga bs.. marahin smpai main fisik pernah sy lakukan…😭😭
Dan itu meninggalkan penyesalan yg mendalam…
*lo malah curhat pagi2…
Selanjutnya, sy cb lebih aware dgn diri saya sendiri…
Krn marah itu bukan hny aktifitas psikologis, scara fisik jg mengalami perubahan…
Misal saat akan marah, apa yg ibu2 rasakan?
Klo saya merasa nafas makin memburu, sorot mata menajam, denyut jantung meningkat, bbrp tonus otot menegang….
Lalu sy berpikir, ‘kyknya gue lagi marah nih’…
Ini adl titik krusial dmana qt akan mengedepankan logika kita atau emosi (nafsu) qt…
Utk selanjut2nya, sy merasa lbh bs mengontrol
Ketika marah, sy bisa untuk setidaknya berlutut, menatap mata anak saya (bukan melototin) dan menyampaikan apa ygbsaya rasa dgn lebih sistematis, jelas dan mudah dipahami anak..
Misal, ‘ayah itu ga suka atau marah kalo mas itu mukul adeknya…’
Dan memastikan anak menangkap apa yg qt maksud, bhw kemarahan ortunya krn perilaku, bukan krn membenci anaknya…
Sy sebisa mgkn melakukan ritual, jika trpaksa memarahi anak saya, maka hrs diakhiri dgn pelukan… utk menyampaikan pd anak, bhw marahnya org tua itu bukan berarti membenci mereka… bhw ketika ortu marah, bukan berarti ga sayang lagi dgn mereka…
Gitu….
Maaf curcol pagi2

PERTANYAAN
boleh ikutan tanya yaa mas ali? klu kita mengetahui.anak kita sbnrnya blm sholat tp dia dgn santainya bilang sdh sholat,apa yg hrs kita lakukan? anak saya umur 8 thn. apakah bilang kamu bohong atau bgmn?
kdg jd kebawa emosi 😔

JAWABAN
Kira2 anak itu brbohong knp?
lebih ke malas kayaknya pak atau pengen cepet2 main
Nah, jika mmg akarnya di situ, qt bs fokus ke sana…. bohong ttp dibahas, tp belum jd yg utama
Smbil kontak mata bs dsampaikan, ‘mamah tau km pgn main nak, tp ga perlu bohong spt itu… segera sholat dan hbis itu boleh main…’
Atau utk anak yg bohong krn takut dimarahin..
‘Siapa yg hbis mecahin hp samsung S6 mamah??!!’
Ga ada yg ngaku…
Nah, pastikan kita bs jd tempat yg aman bagi anak buat jujur…
Fokus pd kesalahannya…
Krn marah jg ga akan menyelesaikan apapun (biasanya)
Dan jika mmg marah, pastikan marah yg trkontrol, bukan pelampiasan….
Shg tidak menimbulkan penyesalan trll dalam

PERTANYAAN
Pak Ali,
Jika Anak berkata jujur,Dan mengakui salah,bagaimana seharusnya sikap kita
G dihukum salah
Tapi dihukum,nanti g Mau bicara jujur krn takut dihukum
Dan Anak cepat sekali belajar hukum sebab akibat semacam ini.
Apa ada teknik tetap memberikan pelajaran,tanpa menampilkan kesan mendukung perbuatan salah?

JAWABAN
Well..
Ajari anak terkait dgn konsekuensi…
Perilaku A memiliki konsekuensi C…
Nah, hal yg demikian mmg qt hrs menjelaskan aturan dgn sangat byk…
Tp gpp, pelan2…
Misal, klo memukul adek, konsekuensinya ga dpt makanan kesukaan (ayam misalnya)
Selain itu, bukan hal yg menyakiti fisik…
Ada lagi yg srg terlewat, yakni apresiasi thd perilaku yg qt sukai…
Ga perlu memuji2 smpai berlebihan…
Cukup dgn mengutarakan apa perasaan qt
Misal, ‘ayah seneng deh td liat mba udah beresin mainannya sendiri’ sambil usep2 kepalanya…
Itu jg membantu anak2 (terutama balita) utk mengenali perasaan mereka sendiri
Semoga menjawab…

PERTANYAAN
Ketika mereka berontak tdk mendapatkan apa yg mereka inginkan karena sikap mereka yg tdk baik. Respon sbg ortu harus bagaimana mas ali ?

JAWABAN
Be consistent
Mgkn akan memicu tantrum, tp scara teori, lbh baik tetap konsisten
Bagaimana jika pihak ketiga menghendaki Anak dihukum?
Kadang ada ibu2 yang suka ikutcampur urusan Anak
Padahal anaknya setelah bertengkar main lagi besoknya
Tanggapan :
Sekadar share, bunda kmrn dengerin rekaman cerama ustadz Firanda, dan terkait pertanyaan bunda itu beliau sarankan jika anak jujur mengakui kesalahan, maka tingkat hukuman lebih ringan daripada jika dia berbohong lalu ketahuan bersalah dan tidak mau mengakui. Asalkan kita bener2 punya bukti bahwa anak memang salah dan bukan hanya prasangka atau tuduhan. Dari situ anak akan belajar bahwa jujur itu lebih menyelamatkan daripada berbohong.

Catatan dari salah satu emak DEK

Kunci keberhasilan manajemen waktu ibu rumah tangga adalah prioritaskan dulu Hak Allah Swt lalu lakukan aktivitas kita
Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah yang membuat waktu menjadi berkah, Hingga menjadi begitu efektif, Hidup pun efektif
Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu Dan sbaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis utk urusan dunia, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita.

Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]

Note :
“Keberkahan waktu yaitu bs melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit” ‪#‎selfreminding

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s